3 Legenda Kuno Yang Didasari Kejadian Nyata (bag. 1)

Jauh sebelum sejarah tercipta, manusia menurunkan kebijaksanaan, ilmu, dan cerita melalui penuturan dari generasi tua kepada generasi muda. Jauh sebelum ilmu pengetahuan modern berkembang, manusia mencoba menjelaskan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini dengan pengetahuan mereka yang terbatas. Legenda dan mitos dari cerita satu generasi ke generasi berikutnya, memicu imajinasi manusia, dan menjadi salah satu elemen budaya bagi masyarakat manapun. Perubahan zaman terkadang menggerus legenda dan mitos tersebut, namun ada pula yang menjadi inspirasi.

 

Seperti kisah The Lord of the Rings, yang menceritakan adanya gunung menyemburkan api yang menyeramkan. Gunung yang ternyata terinspirasi dari gunung api Stromboli di Sisilia dan juga disebut “Mercusuar Mediterania”. Tolkien sangat terinspirasi dari gunung ini sehingga menciptakan gunung api fiksional pada novelnya. Namun jauh sebelum itu, ada banyak kisah, legenda, mitos, yang terinspirasi dari kejadian nyata di dunia, seperti berikut ini.

 

1. Danau Crater dan Pertempuran Para Dewa

 

Suku asli Amerika Klamath percaya bahwa danau crater di Oregon dulunya adalah gunung Mazama yang menjulang tinggi. Saat gunung itu masih ada, di situ adalah persemayaman Llao, dewa penguasa alam kematian. Saat terjadi pertempuran sengit dengan Skell, dewa langit, Mazama melontarkan api dan belerang ke Gunung Shasta. Llao kalah dalam pertempuran itu dan kembali ke alam kematian. Skell merubuhkan gunung di atasnya dan memenjarakan dia selamanya, sebelum menutup penjara itu dengan danau biru yang menawan.

 

Mitos ini sebenarnya menggambarkan letusan gunung berapi sekitar 8000 tahun yang lalu, yang oleh para ahli geologi diketahui kekuatannya 40 kali lebih kuat dibandingkan bencana pada mei 1980, saat Gunung St. Helena meletus. Waduk besar dari magma memecah lapisan kulit bumi, membuat lubang di permukaan bumi dan meninggalkan ceruk/crater yang besar dan terisi air hujan.

 

2. Sri Lanka dan Pasukan Manusia Kera

 

Bagi masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Jawa, kisah Ramayana tidaklah lepas dari dongeng yang sering diceritakan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Menurut cerita aslinya dari India, pada salah satu babnya menceritakan penculikan Sita, istri Rama. Dia lalu dibawa ke  pulau Lanka (Alengka). Sepasukan manusia kera, bersama saudaranya Rama, Lakshman (Lakshman), membangun jembatan (jembatan Rama) antara India dan Lanka. Dari sinilah mereka dapat menyeberang dan memusnahkan Ravana (Rahwana).

 

Kisah Ramayana ini memang penuh dengan imajinasi dan pelajaran berharga, tetapi jembatan itu sendiri ternyata nyata adanya. Sebuah penginderaan dari udara menunjukkan sebuah jembatan terbuat dari batu kapur sepanjang 48 kilometer di bawah permukaan air, dan adanya pasir di antara 2 daratan. Jembatan ini tampaknya merupakan inspirasi legenda Hindu kuno yang sering kita dengar ini. Menurut perkiraan, jembatan Rama tadinya masih berfungsi normal dan berada di atas permukaan air hingga terjadinya topan pada abad ke-15 dan menenggelamkannya.

 

3. “Bintang Tamu” Supernova

 

Sekitar tahun 1006, para ahli astronomi di seluruh dunia melihat fenomena langit yang mereka sebut “bintang tamu” Namun, ilmuwan Persia Ibnu Sina memberikan rincian kejadian yang paling merinci dibandingkan pengamat lain. Pada Buku al-Shifa, dia menjelaskan bagaimana objek tidak tetap itu berubah-ubah warna selama menampakkan dirinya, bahkan selama berbulan-bulan. Dia menambahkan, objek itu mengeluarkan seperti kembang api sebelum akhirnya menghilang.

 

Selama bertahun-tahun para ilmuwan menduga objek tersebut adalah komet. Namun dengan penelitian lebih lanjut, objek yang diobservasi Ibnu Sina itu ternyata adalah supernova yang terjadi sekitar 7000 tahun yang lalu dan cahayanya terlihat hingga ke bumi pada saat pergantian millennium.

 

Walaupun panjang gelombang yang tampak sejak itu sudah tidak terlalu terlihat, namun sisa energy dari SN 1006 masih dapat diamati berkat Observatorium X-ray Chandra milik NASA. Perubahan warna pada saat diobservasi Ibnu Sina kemungkinan besar adalah saat dua katai putih (white dwarf) bergabung, yang menghasilkan semburan energy supernova dengan warnanya sendiri. Inilah yang dijelaskan oleh Ibnu Sina, yang tidak hanya membuktikan bahwa legenda ini benar terjadi namun juga memberikan detil kepada ilmuwan masa kini apa yang mungkin hilang atau terlewat di masa lalu.

***

Itulah legenda kuno yang didasari dari kisah atau kejadian nyata dan baru terbukti oleh pengetahuan modern. Masih ada banyak mitos, legenda yang mungkin menunggu untuk diungkapkan kebenarannya. (fjr – sumber ifuckinglovescience)

 

Baca juga:

1. 5 Karya Bangsa Indonesia Berteknologi Tinggi

2. 8 Fakta Menarik Jam Gadang

3. Batu Solor Bondowoso, Stonehenge-nya Indonesia


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply