5 MAKANAN TERPEDAS DI MALANG YANG HARUS DICOBA

1. Mie Setan

Lima makanan terpedas di Malang, nomor 1 adalah; Mie Setan yang terletak di Jl. Bromo No.1 ini sudah ada sejak tahun 2011 lalu. 

“Nama setan awalnya adalah untuk membuat orang penasaran, namun setelah dipikir lagi ternyata namanya pas juga dengan rasa pedas nya”.

Mie Setan memiliki 5 level kepedasan, untuk level 1 memiliki kadar 12 cabai tiap porsinya. Sementara level 2 kadar cabainya mencapai 25 buah, sedangkan level 3 kandungan cabainya menembus angka 35 per porsi. Lebih pedas lagi level 4 jumlah cabainya mencapai 45 buah, dan di level terakhir, Mie Setan level 5 menggunakan 60 cabai untuk mendapatkan sensasi pedas yang luar biasa.

Sementara itu, untuk meredakan rasa pedasnya di tempat ini juga menyediakan minuman segar, meskipun dari segi nama cukup menyeramkan. Misalnya : jus tuyul, jus kuntilanak, es pocong, dan es genderuwo. 

Tak perlu khawatir bagi anda yang kurang begitu menyukai makanan pedas, kedai ini juga menyediakan menu Mie Angel, sejenis dengan Mie Setan tapi tanpa mengandung cabai. Serta ada juga mie tarik, mie dengan kuah yang gurih ditambah empuknya irisan daging sapi. Mie ini disajikan tanpa mengandung cabai.

Kedai Mie Setan di Malang ini buka tiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Harga keseluruhan menu nya pun relatif murah, yakni berkisar Rp 3.500 hingga 17.000 per porsi.

2. Warung Pinggir Sawah ‘D Rozz’

Warung D Rozz adalah warung sederhana yang menyajikan masakan pedas ini letaknya diapit oleh sawah dengan panorama Gunung Arjuna yang berada didepan, dan gugusan Gunung Putri Tidur di samping kiri nya.

Senada dengan suguhan panoramanya, sajian menunya pun cukup nendang dimulut. Sajian menu ayam yang diolah dengan balutan tepung crispy lalu ‘digeprek’ (dipenyet) dengan sambal bawang menimbulkan citarasa yang berbeda. Paduan rasa daging ayam yang empuk, gurih, crunchy, dan pedas yang menggigit menjadi satu saat melahapnya.

Warung D Rozz memadukan citarasa modern dengan ‘lawas’ diwujudkan dalam menu makanan dan konsep warungnya. Citarasa modern yang diwujudkan dalam olahan ayamnya yang dibalut tepung crispy layaknya olahan ayam dari restoran waralaba besutan negeri ‘Paman Sam’, dan sambal bawang bercitarasa lawas khas Jawa.

Komposisi sambal bawang ala D Rozz ini tidak menggunakan vetsin dan penyedap rasa lainnya. komposisinya hanya terdiri dari cabai, bawang putih, dan garam. Pembeli bisa memesan jumlah cabai yang diinginkan, berbeda dengan sejumlah kedai lainnya yang menyajikan kepedasan dengan batasan level.

“Berapapun jumlah cabe yang diinginkan akan dilayani semua oleh warung D Rozz.

Sedangkan untuk penawar pedasnya, warung D Rozz menyediakan menu minuman dingin diantaranya adalah es coklat, teh, jeruk, lemon, lemon tea, dan sejumlah minuman dingin lainnya.

Tak kalah dengan menu makanannya, konsep design warungnya pun cukup berbeda. Rozak, mengemas warungnya dengan paduan gaya etnic, nature, dan lawas. Kesan etnic dan nature tampak pada beberapa instalasi yang dipajang seperti kap lampu yang terbuat dari batang pohon jambu dan jati. Sedangkan kesan lawas terdapat pada bingkai jendela, pintu, kursi, warna warung, dan sejumlah pajangan berupa benda-benda lawas keluaran 70’an, seperti poster, majalah, telepon, dan sejumlah perabot lainnya.

 Warung Ayam Geprek D-Rozz terletak di perbatasan Kota Malang dengan Batu, tepatnya di Jl. Raya Dermo, Mulyoagung, Dau, Malang. Tak perlu khawatir dengan harga menunya, karena memang tak membuat kantong bolong. Keseluruhan harga dari menu yang disuguhkan dibanderol mulai Rp 3.000 hingga Rp 9.000 per porsi.

3. Ceker Setan, Cemilan Pedas Yang Wajib Anda Coba

Warung Ceker Setan Malang ini sangat terkenal di kalangan anak muda dan Mahasiswa. Alamat Ceker Setan yang terletak di kawasan Ijen, tepatnya di Jl. Jakarta, Kota Malang. Cemilan ceker (kaki ayam) ini rasanya sangatlah pedas. Disajikan dengan cara direbus dan diguyur dengan kuah pedas nan gurih. Sensasi rasa daging cekernya yang empuk serta gurih dan pedas kuahnya membuat pengunjung krasan untuk terus melahapnya.

Warung Martini yang sudah ada sejak tahun 2005 ini tiap hari mampu menjual 60 hingga 80 Kg Ceker Setan Pedas. “Khusus hari libur warung Ceker Setan bisa mencapai 1 kwintal ceker per hari, karena pengunjungnya tidak hanya dari Malang, namun ada juga dari luar kota seperti Surabaya dan Madura”.

Uniknya, warung ini hanya buka pada malam hari, yakni pukul 22.00 WIB hingga 02.00 WIB. Untuk menikmati kuliner pedas Ceker Setan ini anda cukup merogoh saku sebesar Rp 15.000 per porsi. Dalam satu porsi ada 10 ceker yang tersaji. Selain itu, Warung Ceker Setan juga menyediakan menu tambahan, seperti sayap ayam, nasi putih, telor, tempe, dan nasi pecel.

4. Sambal Bawang Ala Mbah Jayus

Mbah Jayus, sebuah rumah makan yang terkenal akan sambal bawangnya yang khas. Rumah makan ini menjadi jujugan warga hingga wisatawan, bahkan  favoritnya artis papan atas Anang Hermansyah.

Sambal bawang Mbah Jayus memang khas dengan berbahan dasar cabe, bawang putih dan garam tanpa membubuhi penyedap rasa apapun. Karena itulah sambel bawang ala Mbah Jayus ini sangat disukai orang.

Uniknya berkunjung di warung ini adalah saat memesan menu. Semakin banyak jumlah cabe yang dipesan, maka akan dianggap hebat. Tak heran pengunjung yang makan di warung ini rata-rata memesan cabe sebanyak 10 buah, ada juga pengunjung yang memesan cabe 20 hingga 30 buah.

Bisa dibilang warung Mbah Jayus adalah salah satu warung legendaris di Kota Malang. Berawal dari pedagang kaki lima yang didirikan oleh Jayusman pada 1984. Dengan nama, menu dan citarasa yang sama Jayusman membuka lapaknya dipinggir jalan Candi Sewu kala itu.

Sepeningal Jayusman pada 2005, warung Mbah Jayus diteruskan oleh anaknya, yakni Imam Bashari. Di tangan Imam, warung Mbah Jayus berkembang pesat. Hingga pada tahun 2010, pindah lapak ke bangunan permanen dilokasi yang sama hingga saat ini.

Tiap harinya, warung Mbah Jayus tak pernah sepi dari pengunjung. Bangku-bangku selalu terisi oleh pembeli yang datang silih berganti. Tidak bisa dibilang sedikit, sebanyak 1500 hingga 2000 pengunjung yang datang tiap harinya.

“Paling ramai pembeli adalah hari libur besar dan akhir pekan,” ungkap Imam.

Warung Mbah Jayus buka tiap hari kecuali hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, mulai pukul 11.00 hingga 02.00 WIB. Sedangkan untuk menu makanan ada ayam goreng, ati ampela, telur goreng, ikan pindang, dadar jagung dan tempe. Menu minumannya ada es jeruk, es teh. Harganya pun relatif murah, keseluruhan berkisar Rp 1.500 hingga Rp 16.000.

 5. Ayam Nelongso

Rumah makan Ayam Nelongso ini yang namanya cukup dikenal warga Malang khususnya para mahasiswa sebagai salah satu rumah makan yang menyajikan olahan kuliner pedas. Tiap hari, tak sedikit orang yang datang memesan makanan untuk dibawa pulang, tetapi lebih suka disantap langsung di tempat.

Dari sederet menu yang disajikan, menu yang paling laris terjual adalah Ayam Nelongso. Sebab harganya sangatlah murmer (murah meriah), yaitu hanya Rp 5 ribu saja satu porsi dan rasanya juga lezat lagi maknyus hingga cetar dilidah.

Ayam Nelongso hanya diambil bagian kaki (ceker) dan sayap. Keduanya dibalut dengan sambal yang pekat dan cukup pedas sehingga membuat mulut krasan melahapnya.

Namun, uniknya menu ayam nelongso ini hanya dibatasi 30 porsi saja dalam sehari. Jika penasaran ingin mencobanya datanglah pukul 06.30 WIB, karena menu ini dibuka pemesanannya mulai jam tersebut.

“Hal itu memang sengaja kami batasi, tujuannya agar pengunjung selalu penasaran dengan ayam nelongso”

Ayam nelongso sendiri bukan berarti ayam yang sedih (nelongso) saat disantap. Tapi, kata nelongso itu disematkan untuk menghargai proses awal dalam membesarkan nama rumah makan ini, yaitu Nanang Suherman, pria asal Probolinggo yang mendirikan rumah makan Ayam Nelongso mulai dari nol dengan modal Rp 500 ribu.

Ia dalam mendapatkan modal tersebut tidaklah mudah, karena waktu itu profesinya adalah penjual Koran dan pemulung. Terbilang nekat memang, tapi dengan kenekatan itulah Ia justru termotivasi untuk membesarkan usahanya.

"Setelah mendapatkan modal itu pak Nanang mendirikan rumah makan yang diberi nama bebek lelembut di daerah Karangploso. Kemudian selang beberapa waktu yang tak lama dirubah menjadi Ayam Nelongso".

@nilea

 


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply