5 Pasar Seni Paling Dicari di Bali

Menikmati Pantai Balangan, berjalan-jalan di Pura Luhur Batukaru, mencoba kenikmatan babi guling khas Bali, dan ber-selfie di tempat-tempat wisata lain, mungkin tidak akan lengkap rasanya tanpa membeli barang-barang seni untuk oleh-oleh atau keperluan lainnya. Karya seni khas Bali yang mengagumkan dan penuh nilai estetis, tentu akan memberi kesan tersendiri ketika dipakai, dipajang, atau diberikan sebagai oleh-oleh.

 

Ciri khas dari pasar seni adalah warna-warni mencolok dari berbagai produk yang dijual saat memasuki pasar. Di sini pengunjung dapat membeli aneka produk seperti baju bambu, celana pantai, kain pantai, sampai kaus dengan corak khas Bali. Atau, aneka panganan khas Bali seperti kacang asin Bali ataupun brem Bali. Kamu yang ingin membawa secuil keindahan bali lewat karya seni, dapat mencoba ke pasar-pasar seni berikut ini.

 

1. Pasar Sukawati

Terletak di Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar, sejak tahun 1980-an pasar ini sudah menjual aneka kerajinan dan seni khas Bali. Di sini juga kamu bisa berbelanja tas anyaman khas Bali, kain pantai, celana dan pakaian dengan motif-motif Bali, lukisan-lukisan Bali, sampai sandal-sandal mote yang cantik. Letaknya yang dekat dengan desa-desa pusat pembuatan kerajinan Bali, membuat kamu dengan mudah menemukan banyak model patung dan ukiran Bali.

Pasar Sukawati buka mulai dari pkl 08.00 – 18.00 dan tutup pada saat hari raya Nyepi dan Galungan. Kalau kamu ke sini, sebaiknya datang pagi hari karena proses menawar lebih mudah dilakukan. Hal ini disebabkan “pamali” yang dipercaya pedagang di situ, jika pembeli pertama adalah penglaris untuk usaha mereka.

 

2. Pasar Guwang

Walaupun berdekatan dengan Pasar Sukawati, Pasar Guwang kalah popular. Pasar Guwang terletak di Desa Guwang, Gianyar. Dari Pasar Sukawati jaraknya hanya sekitar 500 meter. Pasar ini terkesan lebih rapi dan tempat parkirnya yang luas. Pasar Guwang tergolong baru dan memang dibangun untuk mendukung Pasar Sukawati. Bus-bus wisata mudah masuk ke pasar ini karena lahan parkir yang tersedia memang memungkinkan untuk bis.

 

3. Pasar Ubud

Lokasinya yang strategis di persimpangan Jalan Monkey Forest dan dekat dengan tempat para seniman Ubud berkarya, membuat pasar ini berbeda dengan pasar lainnya. Ada barang-barang seni yang dibuat penduduk sekitar dan tidak dijual di tempat lain, bisa kamu temukan di sini. Selain itu kamu dapat membeli tas anyaman, baju-baju bertuliskan Bali, pakaian tradisional Bali, sampai patung dan lukisan.

Datang ke sini pada pagi hari sebab saat siang hari biasanya dipadati turis-turis yang berdatangan. Pasar Ubud juga semakin terkenal setelah menjadi lokasi shooting film “Eat, Pray, Love” yang dibintangi Julia Roberts.

 

4. Pasar Badung

Terletak di Jalan Gajah Made Denpasar, pasar tradisional terbesar di Bali ini kamu bisa menemukan segala macam kebutuhan dan benda seni mulai dari aneka kebutuhan sehari-hari sampai perlengkapan upacara adat Bali, kaus bambu, celana pantai, dan produk-produk garmen khas Bali lainnya. Supaya mendapatkan harga yang murah, untuk kaus dan celana sebaiknya dibeli dalam jumlah banyak.

 

5. Pasar Kumbasari

Letaknya dekat dengan Pasar Badung dan terkenal sebagai pasar grosiran. Pedagang di Kuta dan sekitarnya mengambil barang-barang kerajinan souvenir di sini. Kamu bisa berbelanja pakaian, aksesoris mote khas Bali, patung, ukiran, berbagai mebel dan pernak-pernik penghias ruangan rumah serta aneka anyaman bambu bisa Anda dapatkan di pasar ini. Jangan lupa untuk menawar di sini walaupun dibandingkan tempat lain, harga di sini lebih murah baik untuk jumlah belanja yang banyak maupun sedikit.

***

Jika kamu sengaja mau berbelanja di pasar-pasar seni ini, jangan lupa untuk datang lebih pagi dan menawar seperti tips ini ya. (fjr)

 

Baca Juga:

1. Menjelajah Ubud Monkey Forest Bali

2. Tips Perawatan Kain Tenun Rangrang Nusa Penida


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply