5 Tempat Angker di Jakarta yang Pas untuk Rayakan Halloween

Halloween telah tiba! Hari terakhir Oktober jadi penanda hari Halloween. Di negara-negara Barat Halloween biasanya dirayakan dengan anak-anak kecil berkeliling di sekitaran rumah sambil mengenakan kostum-kostum aneh dan menyeramkan, mengetuk pintu, minta permen dengan bilang, "Trick or treat." Orang yang lebih dewasa biasanya menggelar pesta kostum.

Aslinya, tradisi Halloween dimulai oleh salah satu nenek moyang bangsa Eropa, masyarakat Celtic atau Kelt, seperti yang tinggal di wilayah Irlandia. Akar perayaan Halloween bisa ditelusuri pada tradisi perayaan Samhain. Perayaan tahun Baru Kelt tersebut diperkirakan jatuh saat matahari terbenam antara 31 Oktober dan 1 November. Orang Kelt percaya pada malam perayaan itu jiwa-jiwa yang telah mati di tahun sebelumnya melakukan perjalanan dari Bumi ke akhirat. Kala itu juga dipercayai pintu antara dua dunia terbuka.

Imigran Eropa lalu membawa tradisi ini ke benua brau, Amerika. Dicatat laman National Geographic, perayaan ini mulai dilakukuan saat ledakan imigrasi Irlandia ke Amerika Serikat pada tahun 1800-an. Lama-lama perayaan Halloween jadi bagian kehidupan masyarakat AS, menyusup ke dalam budaya populer mereka lewat film yang lalu diekspor Hollywood ke seantero dunia. Maka, belakangan Halloween juga dirayakan di negeri lain, termasuk Indonesia.

Nah, pertanyaannya, bagaimana merayakan Halloween rasa lokal?

Yang patut disadari, Indonesia punya banyak tempat angker tak kalah dari negara lain. Di Jakarta pun jumlahnya tak sedikit. Jadi, rasanya asyik juga merayakan Halloween sambil menyambangi tempat-tempat angker di Jakarta. Beranikah kamu mampir ke tempat-tempat angker ini?

1. Rumah Pondok Indah

Ini dua rumah yang sudah jadi bagian urban legend masyarakat Jakarta sejak era 2000-an. Rumah Pondok Indah terletak di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan. Konon, rumah itu sudah kosong selama bertahun-tahun. Di rumah itu dipercaya jadi tempat berkumpul makhluk-makhluk halus. Kisah yang terkenal dari rumah itu adalah tentang penjual nasi goreng yang hilang, meninggalkan gerobaknya di depan rumah tersebut. Rumah aslinya sendiri telah dirobohkan pada 2008. Di tanah itu kini berdiri bangunan lain.

2. Rumah Kentang

Yang kerap disebut Rumah Kentang terletak di jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Menurut cerita yang banyak dipercaya orang, keangkeran rumah itu berawal dari seorang balita yang tewas mengenaskan tercebur ke dalam panci yang tengah dipakai merebus kentang. Konon, setiap orang atau mobil yang lewat rumah itu mencium aroma kentang rebus. Terkadang juga terdengar sayup-sayup suara anak kecil menangis.

3. Eks. Yogya Plaza

Kerusuhan 1998 meninggalkan banyak cerita kelam. Antara lain terjadi di Klender, Jakarta Timur. Saat kerusuhan Mei tahun 1998 mal Yogya Plaza jadi sasaran massa. Seperti banyak pusat perbelanjaan lain di Jakarta hari itu, plaza tersebut dijarah isinya. Namun, di tengah aksi penjarahan, tiba-tiba plaza itu terbakar. Akibatnya, lebih kurang 400 orang tewas di dalam mal tersebut. Yogya Plaza kini telah direnovasi dan dinamai Mal Klender. Banyak cerita mistis yng beredar tentang mal baru itu, antara lain cerita tentang makhluk halus yang menggangu orang berbelanja.

4. TPU Jeruk Purut

Kamu berani berkeliaran ke TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan antara jam 23.00 hingga jam 03.00 WIB? Waktu itu dipercaya sebagai waktu paling menyeramkan berkunjung ke kuburan tersebut. Di pekuburan itu ada empat titik angker. Pertama, pohon kembar. Di situ sering muncul penampakan kuntilanak. Titik angker kedua sebuah sumur tua. Di situ kerap tampak sosok raksasa. Ketiga adalah pohon benda yang terletak di salah satu sudut kuburan. Energi gaib di pohon ini paling kuat. Keempat adalah makam keramat. Tak sembarang orang boleh mendekat.

5. Terowongan Casablanca

Terowongan atau underpass ini terletak di persimpangan antara Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Prof. Dr. Satrio di Kuningan, Jakarta Selatan. Cerita angkernya berawal dari kisah seseorang yang ditemukan gantung diri menggunakan jalan di tempat itu. Kawasan itu sendiri dekat dengan area pemakaman. Sering terlihat makhluk halus berjalan di trotoar. Konon pula, jauh sebelum terowongan itu dibangun, jalan yang juga dinamakan Casablanca itu semula pemakaman Menteng Pulo. Tadinya daerah itu hanya terhubung jalan-jalan kecil, hingga kemudian disatukan secara horisontal dengan jalan utama. (ade)


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply