6 strategi cerdas untuk memaksimalkan liburan Anda



1. Lakukan liburan paling sedikit selama delapan hari

Banyak orang sering melakukan kebiasaan dengan melakukan banyak perjalanan liburan hanya tiga hari yang super pendek, baik itu liburan ke dalam negeri seperti Indonesia maupun ke luar negeri seperti Hong Kong dan Bangkok.

Menurut sebuah penelitian dari Finlandia, tingkat kebahagiaan seseorang baru mencapai puncak setelah hari ke-5 liburan. Banyak yang mencatat bahwa seorang karyawan tidak cepat merasa cukup pulih liburan singkat dari pekerjaan, jadi seperti tidak ada jeda yang pasti antara waktu liburan dan waktu bekerja. Secara fisiologis sulit membedakaannya. Dengan kata lain, butuh waktu untuk menyesuaikan waktu bersantai dan rileks. Liburan singkat tidak memberikan waktu yang cukup untuk istirahat dan rileks sehingga ketika kita kembali ke kantor sudah siap untuk bekerja. Solusinya adalah ambil cuti untuk waktu yang berdekatan dengan hari libur nasional. Jadi, bisa hanya mengambil cuti selama 7 hari  kerja tapi bisa liburan selama 10 hari. Pikirkan untuk mendapatkan kualitas daripada kuantitas dari seringnya perjalanan liburan.

2. Serah terimakan pekerjaan pada rekan kerja, dan hindari pekerjaan yang harus diselesaikan bersama.

Cara terbaik untuk bisa melakukan cuti yang sedikit lama adalah memastikan untuk bisa serah terima kepada kolega kerja secara langsung dan klien yang berhubungan dengan langsung dengan proyek dan pekerjaan. Pastikan kita bisa merespon pekerjaan dari luar kantor sepanjang liburan atau auto reply dengan note sebagai berikut:

“Saat ini saya sedang keluar kantor dari mulai (tanggal liburan kita) sampai dengan (tanggal berakhir liburan kita), sementara saya tidak dapat mengakses email masuk. Mohon untuk bisa mengirim email setelah (tanggal liburan kita berakhir). Apabila ada yang penting bisa menghubungi (sebutkan nama dan kontak detail kolega yang telah serah terima pekerjaan) sebagai pengganti saya sementara waktu.”

Jangan biarkan bos tahu bahwa jika ada sesuatu yang penting atau sangat mendesak dimana hanya kita yang dapat menanganinya. Apabila mengetahui hal seperti itu, kemungkinan besar bos akan selalu mencoba menghubungi baik lewat telephone maupun lewat email. Apabila ada yang mendesak sekali, beri tahu kolega kita. Kita mungkin hanya butuh waktu satu jam untuk menyelesaikan masalah dalam masa liburan kita daripada kita dapat kabar buruk pulang liburan, misalnya, ada surat pemecatan.

3. Jangan melakukan banyak kegiatan pada hari pertama liburan.

Mungkin kita tergoda untuk mecoba membongkar semua barang bawaan kita begitu sampai di hotel pada hari pertama, tapi itu jangan coba dilakukan karena akan membuat lebih banyak tekanan. Tujuan kita liburan adalah untuk menghilangkan semua cobaan lepas dari kita.

Lakukanlah kegiatan yang rileks dan mendinginkan semua ketegangan di permulaan liburan kita. Bersantailah di tepi kolam renang, sekadar membaca buku kesukaan dan menikmati snack atau segelas kopi hangat yang membuat suasana bertambah rileks atau sekedar tidur sore di tepi kolam renang.

4. Jangan Terlalu Banyak Melakukan Kegiatan Selama Liburan

Menurut hasil studi dari peneliti Finlandia yang sama, melakukan tidak banyak kegiatan dan hanya melakukan hal yang santai akan mendapatkan jumlah kesenangan. Hal ini diperoleh dari kegiatan relaksasi, rasa aman bisa mengontrol kegiatan selama liburan, serta cukup tidur. Hal tesebut berhubungan dengan meningkatnya tingkat kesehatan dan rasa kebahagian kita yang bisa kita rasakan selama seminggu maupun setelah selesai liburan.

Meskipun kadang kita ingin melakukan semaksimal mungkin selama kita liburan, tapi dengan melakukan banyak kegiatan selama liburan, baik petualangan atau jalan-jalan, shopping dan clubbing, akan lebih baik apabila di sela kegiatan itu masih memiliki waktu istirahat yang banyak.

Jangan ragu untuk menolak kegiatan yang ditawarkan oleh teman kita apabila kita tidak menyukainya. Apabila kita lebih menyukai kegiatan lain yang kita sukai maka lakukanlah.

5. Pilihlan Penerbangan Dengan Hati-Hati

Untuk mendapatkan rasa rileks dari hasil liburan, kita kadang tergoda untuk mencari penerbangan lebih cepat untuk kembali pulang, dan secepatnya pulang ke rumah, mandi dan pergi bekerja lagi. Itu adalah merupakan hal terburuk karena akan menghilangkan cahaya rileks pasca-liburan kita.

Sebagai gantinya, kita bisa merencanakan untuk kembali ke rumah pada malam hari sehari sebelumnya atau sore hari sehari sebelum kita kembali bekerja sehingga kita tidak akan tekena macet di jalan, dan. Dengan begitu, kita bisa memiliki waktu untuk membongkar semua belanjaan, baju kotor, mengecek persediaan bahan makanan dan juga email kantor sebelum kembali bekerja. Kita masih punya waktu untuk belanja bahan makanan, mencuci baju kotor, ataupun merencanakan pakaian apa yang akan kita gunakan saat kembali bekerja lagi. Kita juga bisa merapihkan kamar tidur agar lebih nyaman walaupun kenyataannya kamar kita tidak senyaman kamar hotel mewah yang baru saja kita tinggalkan.

6. Jadikan Liburan Meninggalkan Perasaan Senang Yang Bertahan Lama Walau Setelah Liburan

Pada saat liburan biasanya kesehatan dan rasa bahagia kita kembali pada garis yang paling tinggi dalam minggu pertama setelah kita kembali bekerja. Untuk membuat perasaan itu bertahan lama, cobalah untuk tidak bekerja terlalu diforsir, mungkin itu akan membantu untuk bertahan lebih lama.

Lihat kembali foto-foto yang telah kita ambil selama liburan, gunakan scrub tubuh dengan wangi aromaterapi yang kita beli dari hotel atau tempat spa saat kita liburan. Coba tidurlah selama beberapa jam lebih lama seperti saat liburan, terus berlatih untuk bergaya hidup sehat semaksimal yang bisa kita lakukan. Kita bisa mengganti cemilan dengan buah-buahan segar, sarapan dengan makanan yang sehat. Manjakanlah diri kita sesekali dengan mengunjungi restoran yang menyajikan masakan kesukaan kita saat liburan. Mungkin kita juga bisa merencanakan dengan liburan berikutnya.

Selamat berlibur  …!

@nilea

Leave a Comment