7 petualang di Surga Atas Awan di Munduk Bali



7 petualang di Surga Atas Awan di Munduk Bali

Munduk merupakan alternative pilihan yang sangat beda untuk liburan di Bali, perpaduan yang pas dengan julukannya, yaitu Surga Atas Awan. Munduk adalah bahasa Bali yang artinya perbukitan atau bukit tinggi. Salah satu desa dengan hamparan perkebunan cengkeh, kopi dan coklat serta tidak ketinggalan kita bisa mendapatkan hamparan sawah yang ditanamin padi. 

Foto Puncak Bagus Munduk Bali

Munduk berada di ketinggian antara 900 mdpl – 781 mdpl, sehingga memiliki udara yang sejuk serta bisa menikmati kabut sore setiap saat. Pada satu momen yang pas kita bisa melihat hamparan laksana karpet hijau membentang, bak hutan belantara yang begitu hijau dan asri dari atas ketinggian di beberapa restoran yang ada di Munduk. Bentangan pohon-pohon hijau dari ujung ke ujung sejauh mata memandang yang kita lihat adalah perkebunan cengkeh, kopi dan coklat yang tumbuh subur di Munduk.

Munduk berada di atas danau Tamblingan dan Buyan, yaitu di atas kawasan Bedugul Bali. Dulu kala sekitar 2000 tahun lalu, pernah berdiri kerajaan kecil yang ada di Tamblingan, kemudian terjadi letusan Gunung Lesung dengan dasyat yang akhirnya membentuk tiga danau yaitu Beratan, Bulian dan Tamblingan menurut dongeng legenda setempat.

Munduk saat ini menjadi salah satu tempat pavorite wisata bagi wisatawan-wisatawan dari Eropa, karena ketenangannya, kesejukan alamnya, serta alam yang masih asri serta budaya lokal yang masih kental sekali dengan Balinya. Munduk mempunyai pesona yang tidak dimiliki wisata lainnya, dengan panorama alam yang beda sekali dengan kawasan pantai-pantai di Bali. Panorama alam perpaduan Cengkeh, Vanila, Kopi serta Coklat. Tercium wangi aroma kopi yang di sangrai dimana-mana, sehingga membuat kita merasakan liburan yang sangat berbeda.

Selain keindahan alamnya yang bak surgawi di atas awan, kita juga bisa berpetualang menikmati keindahan alam yang masih asri di Munduk, berikut adalah beberapa petualangan yang bisa dilakukan di Munduk;

1. Trekking di sekitar Munduk

Foto Desa-Desa Munduk Bali

Berlibur di Munduk salah satu kegiatan yang paling populer adalah trekking di sekitar Munduk, melihat pemandangan yang indah, aliran sungai, melewati pematang persawahan, melintasi kebun kopi dan cengkeh merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan. Banyak tempat indah yang tersembunyi di Munduk, sehingga mengharuskan kita untuk menikmati keindahan alam yang mempesona dengan Trekking. Banyak paket trekking yang ditawarkan oleh tour guide lokal di Munduk jadi kita bisa memilih sesuai dengan waktu yang kita punya dan minat kita juga. Banyak kombinasi paket dari trekking air terjun, ke lading, kebun kopi dan cengkeh.

2. Mendaki Gunung Lesung

Foto Gunung Lesung by @montain of Bali.com

Gunung Lesung salah satu yang berkontribusi akan hawa sejuk di sekitar Munduk, karena masih terjaga akan keasrian dan lebatnya hutan di semua area gunung. Gunung Lesung memiliki hutan tropis  yang cukup lebat dan berada di sebelah selatan Danau Tamblingan.

Bagi pencinta alam yang suka berpetualang mendaki gunung, Gunung Lesung mungkin memiliki aura sedikit berbeda karena berada di provinsi Bali dan dengan mudah kita akan menemukan aroma dupa sehabis orang pada melakukan sembahyang di beberapa titik Pura yang ada disepanjang Gunung Lesung. Keunikan Gunung Lesung adalah Goa Nagaloka, yaitu Goa yang terbentuk dari kawah purba menyerupai lubang tanpa dasar (hati-hati terkadang mengeluarkan uap panas) serta ada mitos banyak rusa atau menjangan hidup di dasar kawah.

Untuk jalur pendakian kita bisa melewati Desa Tamblingan, kemudian mengikut aliran Sungai Mue hingga sampai ke hulu ketemu dengan perkapungan kecil di sebelah Bukit Puncuk di ketinggian 1.420 mdpl. Gunung Lesung belum begitu terkenal dibanding Gunung lain yang ada di Bali. Untuk bisa mendaki Gunung Lesung kita bisa meminta ranger atau tour guide setempat untuk mendampingi kita, atau kalau hanya sekedar ingin menikmati trekking yang berbeda sampai dengan titik kampung kecil di ketinggian 1.420 mdpl. Bahkan juga bisa meminta bantuan dari pihak hotel dimana tempat kita menginap.

3. Air Terjun Munduk

Foto Air Terjun Munduk Bali

Salah satu kegiatan paling populer di Munduk adalah menikmati sejuknya air terjun Munduk. Air terjun terletak kurang lebih 1 KM dari salah satu restoran yang paling tinggi di Munduk yaitu Ngiring Ngawedang. Dari tempat parkir pengunjung harus berjalan kaki sekitar 250 meter. Air terjun Munduk memiliki ketinggian 15 meter dan terletak di antara perkebunan kopi. Harga tiket untuk bisa masuk ke kawaan air terjun Rp3000. Ada restoran sederhana di dekat air terjun yang bisa jadi tempat bersantai sambil menikmati makanan dan minuman sekaligus mendukung ekonomi lokal Munduk. Suara gemericik air dan juga kicauan burung di sekitar air terjun menambah nuansa yang damai dengan hawa yang sejuk, membuat relaksasi liburan semakin terasa sekali untuk menghilangkan segala kepenatan dari rutinitas kita.

4. Berpetualang ke Danau Tamblingan

Foto Danau Tamblingan Bali

Danau Tamblingan  merupakan salah satu tempat paling alami yang terletak di Munduk Utara, dan merupakan bagian dari Munduk secara administrasi. Danau Tamblingan luar biasa indah dan berada di dataran tinggi di antara dua bukit besar, berada di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut, memiliki cuaca yang sejuk alami dan lebih dingin dari area Bali lainnya.

Ketika kita bediri di pinggir Danau Tamblingan, danau tersebut merefleksikan kepada kita akan ketenangan dan lingkungan yang indah sekali. Bagi yang ingin menikmatinya bisa berkeliling seputar danau yaitu dengan cara menyewa salah satu perahu motor yang banyak tersedia di pingir danau. Danau Tamblingan telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas umum; area parkir, penyewaan perahu, penyewaan alat pancing, warung-warung yang menawarkan minuman serta makanan hangat, dan juga toilet umum.

5. Melihat Pohon Beringin Raksasa

Foto Menikmati kebahagian dengan explore Alam Bali

Pohon Beringin atau Bayan yang ada di Desa Gesing di kawasan Munduk merupakan pohon paling besar dengan umur kurang lebih 700 tahun. Pohon Beringin ini lebih besar dari apapun, saat ini ketinggiannya telah mencapai kurang lebih 115 meter dan diameter pohon 70 meter persegi. Memiliki labirin akar yang menjulang di atas, sehingga memiliki akses untuk kita bisa berjalan-jalan di antara akar-akar pohon. Tempat ini adalah salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi apabila pembaca merencanakan liburan ke Bali Utara. Pohon dengan umur 700 tahun ini masih dipertahankan hingga sekarang oleh penduduk setempat. Kita bisa mengunjunginya dengan membeli paket trekking yang melintasi ke Pohon Beringin raksasa ini.

6. Panen Cengkeh

Foto Cengkeh Munduk

Munduk terkenal akan kesuburan tanahnya dan juga merupakan kawasan kebun cengkeh sejauh mata memandang. Untuk bisa merasakan menjadi petani cengkeh, kita bisa ikut paket memanen Cengkeh pada bulan Agustus hingga November setiap tahunnya. Kita bisa ikut merasakan aroma cengkeh yang ada di sekeliling kita sepanjang acara panen. Kita bisa mengikuti dan melihat proses pengolahan cengkeh mulai dari memanen, mengeringkan semuanya dilakukan masih secara alami tidak menggunakan alat bantu modern. Sehingga kita bisa merasakan sehari menjadi petani Cengkeh di Munduk.

7. Menikmati Sunset di atas awan dan secangkir Kopi

Foto Sunset at Munduk by @artoursbali.com

Salah satu aktivitas pavorite untuk melepaskan semua kepenatan kota dan rutinitas kita sehari-hari adalah menikmati segelas kopi yang dipanen dari Munduk, sepiring pisang raja goreng yang masak di pohon, serta menikmati keindahan alam yang tiada tara atas pegunungan Bali yaitu di Munduk.

Foto Tempat Ngopi di Puncak Bagus Munduk Bali

Apabila kita banyak waktu luang, kita bisa menikmati segelas kopi dan pisang goreng sambil menikmati sunset yang luar biasa indah akan tengelam di bebukitan pohon-pohon cengkeh, kita bisa memilih untuk menikmatinya di resotoran Ngiring Ngewedang. Kita juga bisa menikmati dengan memandang gunung berhutan dan di atas dua danau kembar yaitu Tamblingan dan Buyan bisa memilih untuk menikmati kopi di Puncak Bagus Munduk Bali.

@nilea

Leave a Comment