7 Tempat yang wajib dikunjungi saat liburan ke Gunung Bromo



Gunung Bromo merupakan salah satu gunung berapi yang aktif di Jawa Timur, serta  merupakan salah satu bagian terindah yang menjadikan pulau Jawa menduduki urutan nomor satu pulau terindah di Dunia. Lokasi Gunung Bromo meliputi 4 Kabupaten di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Malang serta Kabupaten Lumajang. Kata Gunung Bromo berasal dari kata “Brahmana” yaitu merupakan salah satu dari Dewa dari agama Hindu. Gunung Bromo, merupakan salah satu gunung berapi di Indonesia yang memberikan pesona terindah di banyak bagian.

Gunung Bromo berada di ketinggian 2.392 meter di atas permukaan, terdiri dari banyak bukit-bukit yang bertautan antara lembah-lembah, dan dikelilingi lautan pasir seluar 5.300 hektar. Pengunjung Gunung Bromo tidak akan pernah kecewa atas kunjungan liburannya ke tempat ini, karena tidak hanya puncak gunung saja yang menawarkan pesona indah, masih banyak pesona indah yang bisa dinikmati, berikut adalah 7 tempat atau spot yang wajib kita kunjungi saat memutuskan liburan ke kawasan Gunung Bromo.

1. Puncak Pananjakan

Puncak Pananjakan 

Puncak Pananjakan di kawasan Gunung Bromo merupakan puncak paling tinggi tempat untuk melihat langsung matahari terbit ke arah Kaldera Tengger, salah satunya termasuk Gunung Bromo. Fasilitas yang disediakan di Puncak Pananjakan yang paling lengkap di antara tempat yang lain, yaitu mushola, toilet hingga outlet-outlet yang menjual makanan. Banyak penjual menjual peralatan anti dingin mengingat suhu udara sangat dingin disaat pagi menjelang matahari terbit, mulai dari jaket, syal, kupluk serta sarung tangan. Ada 10 tingkat yang melingkar berbentuk tribum yang langsung menghadap ke arah timur kawasan Gunung Bromo. Hati-hati saat memanjat ke Puncak Pananjakan, karena penduduk lokal mengklaim bahwa hembusan angin yang paling kencang yaitu berada disini, terutama jika wisatawan berdiri di sisi paling luar dari tribun.

2. Kawah Gunung Bromo

Kawah Gunung Bromo

Salah satu tujuan utama wisatawan berkunjung ke Gunung Bromo adalah untuk menikmati pesona indahnya Kawah Bromo. Kawah Bromo bisa dikunjungi setelah menikmati sunrise di Pananjakan, jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi Pananjakan kira-kira 2 kilometer, dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Tetapi apabila terlalu lelah untuk berjalan kaki saat menaiki anak-anak tangga, wisatawan bisa menyewa kuda-kuda yang banyak tersedia khusus disewakan, kuda hanya bisa mencapai anak tangga ke 250, setelah itu wisatawan dipaksa untuk berjalan sendiri sampai ke kawah gunung. Kawah Gunung Bromo merupakan kawah aktif, sehingga wisatawan bisa melihat secara langsung aktifitas kawah aktif gunung berapi dan merupakan salah satu fenomena alam yang sangat luar biasa.

3. Pura Luhur Ponten

 Pura Luhur Ponten

Gunung Bromo bagi orang Hindu yang hidup di Tengger merupakan gunung yang sakral karena kata Bromo sendiri berasal dari salah satu nama Dewa Hindu yaitu Dewa Brahma. Dan untuk melakukan semua upacara hari besar keagamaan, warga Hindu Tengger mendirikan Pura Luhur Ponten. Pura Luhur Ponten dibangun dari bebatuan hitam hasil letusan gunung berapi Bromo. Pura Luhur Ponten tidak hanya menjadi tempat sembahyang penganut Hindu di Tengger juga merupakan tempat sembahyang warga Bali penganut agama Hindu. Upacara besar yang ada di Pura Luhur Ponten yaitu Upacara Kasada, yang dilakukan pada hari ke-14 bulan Kasada, mengadakan persembahan dan sembahyang di Kawah Gunung Bromo dengan melempar sesaji berupa buah-buahan, sayuran, uang dan bahkan ternak. Upacara Kasada bertujuan untuk menghormati Ida Sang Hyang Widhi Wasa, juga untuk Dewa Trimurti, Siwa, Brahmana dan Wisnu. Maka wajib buat yang berkunjung ke Gunung Bormo untuk mampir melihat dan menikmati arsitek serta terhanyut dalam alur cerita disaat umat Hindu merayakan hari raya Kasada.

4. Bukit Teletubies

Bukit Teletubies

Bukit Teletubies merupakan sebuah padang rumput di atas bebukitan berderet-deret. Warna yang hijau disaat musim penghujan memberikan pesona alam yang indah dan menyejukan mata dan jiwa, serta bisa memberikan detox udara dari polusi. Bukit Teletubies layak menjadi tempat hunting foto atau sekedar berselfie. Tapi untuk tahun 2018 bukan waktu yang bagus untuk mengunjungi bukit Teletubis, karena baru saja padam dari kebakaran. Mungkin akan menghijau kembali setelah masa musim hujan mendatang lewat.

5. Pasir Berbisik

Pasir Berbisik Gunung Bromo

Asal nama Pasir Berbisik berasal dari sebuah judul film yaitu Pasir Berbisik yang memilih lokasi shooting di kawasan hamparn pasir hitam di bawah kaki gunung Bromo. Hamparan pasir hitam yang sangat luas dan indah ini terletak di sisi timur kawasan wisata Gunung Bromo.

6. Padang Savana

Padang Savana Gunung Bromo

Padang Savana merupakan spot lahan yang sangat luas dengan rerumputan yang hijau menghiasi sisi Gunung Bromo yang lain. Sangat cocok untuk hunting foto, atau sekedar selfie untuk diupload di sosial media dan menjadi tempat favorit bagi calon pengantin untuk berfoto prewedding di spot Padang Savana ini, agar memiliki foto yang unik dan berkesan.

7. Gunung Batok

Gunung Batok

Gunung Batok merupakan gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi, kata batok merupakan Bahasa jawa yang memiliki arti dalam Bahasa Indonesia tempurung kelapa. Gunung Batok berada di sisi timur Gunung Bromo, dan menawarkan keindahan sunset atau matahari terbenam yang tak kalah cantiknya dari Gunung Bromo. Dari puncak Gunung Batok yang luas dan berpasir pengunjung bisa menyaksikan Gunung Semeru yang berada dikejahuan. Jika ingin berpetualang menjelajah kawasan Gunung Bromo, jangan lupa masukkan ke daftar wisata yang wajib di kunjungi.

@nilea

Leave a Comment