Alasan Celana Jeans bukan untuk mendaki Gunung

Kini gunung di Indonesia menjadi salah satu objek wisata yang semakin tersohor. Terkenalnya gunung A, B, dan seterusnya mungkin karena pengaruh film lima teman melakukan selebrasi karena jarang bertemu dengan melakukan pendakian agar sulit dilupakan. Di samping itu, ramainya gunung Indonesia juga karena faktor sosial media yang sangat melejit. Sehingga banyak dari mereka mendaki hanya untuk berswafoto namun minim pengalaman untuk pendakian, seperti halnya celana jeans untuk pendakian yang jauh dari kata kurang. Berikut alasan kenapa celana jeans tidak direkomendasikan untuk pendakian, di antaranya :

  1. Bahan celana jeans merupakan bahan yang memiliki pori-pori (celah antar kedua benang di dalam bahan) yang cukup lebar dibandingkan dengan celana khusus mendaki gunung yang berbahan quick-dray. Untuk cuaca di pegunungan yang relative dingin, hal tersebut sangat berpengaruh. Karena besar, maka udara akan cepat menyentuh kulit. Otomatis kalian akan cepat merasa kedinginan.
  2. Celana jeans memiliki beban yang lumayan berat pada saat packing dalam list barang bawaan. Dalam prinsip packing yang baik, “jika ada barang yang sama dan lebih ringan, kenapa harus membawa yang berat?”
  3. Dalam kondisi cuaca yang hujan ataupun nanti dalam kondisi basah, celana jeans akan terasa berat karena terkena air yang mengenai celana, dan berdiam di lapisan bahannya.
  4. Di gunung pastinya cuaca dingin, atau kabut tebal sering menghampiri, oleh karena itu lebih membuat celana jeans lembap atau bahkan basah, hal tersebut membuat lama untuk keringnya.
  5. Celana jeans berbahan kaku (meskipun sekarang terdapat bahan yang elastis). Ketika dipakai untuk berjalan selama pendakian, celana jeans akan sangat menyulitkan dan pergerakan kaki seolah terbatasi. Selain itu karena bahannya kaku, risiko pangkal paha lecet akan lebih besar karena gesekan yang ditimbulkan ketika berjalan.
  6. Alternatifnya, pergunakanlah celana khusus pendakian yang bahannya quick- dray atau cepat kering dan fleksibel untuk pergerakan kaki yang nyaman selama berjalan.

Oleh sebab itu, mendakilah sesuai prosedur yang banyak orang bicarakan melalui artikel di blog, media dring, twitter, atau media lainnya. Terkadang, seorang pendaki yang sudah memenuhi kriteria secara procedural saja masih terkendala kesulitan di lapangan, lalu bagaimana mendaki yang tidak sesuai prosedur? Safety can be fun!

@inay


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply