Asal Usul Dan Makna Lagu Jali Jali

Dari sekian banyak warga di Indonesia pasti tau dong lagu Jali Jali. Lagu tradisional khas Betawi ini sangat sering dinyanyikan oleh banyak artis di TV. Bahkan lagu Jali Jali juga cukup terkenal di dunia. Namun taukah kalian asal usul lagu Jali Jali ini dan apa makna sekaligus arti dari lagu Betawi ini?

Asal Usul

Asal usul terciptanya lagu Jali Jali diyakini dan berkembang oleh peranakan Tionghoa Jakarta melalui alunan musik tradisional gambang kromong. Lagu tersebut sangat kental dengan kebudayaan dan khazanah Betawi. Maka dari itu, lagu Jali Jali ditetapkan sebagai lagu tradisional warga Betawi.

Makna dan Arti Lagu

Sama seperti lagu daerah pada umumnya, Jali Jali juga memiliki makna dan arti disetiap liriknya. Pada umumnya lagu Jali Jali didengarkan sebagai lagu penghibur lara. Pada bait "Ini dia si Jali Jali, lagunya enak lagunya enak merdu sekali, capek sedikit tidak perduli sayang, asalkan tuan asalakan tuan senang di hati". Jali Jali sendiri adalah tanaman biji bijian yang tumbuh di Asia Timur dan Malaya namun karena berkembang tanaman ini sudah tersebar di seluruh dunia. Di Jakarta sendiri, tanaman jali di tanam di pekarangan rumah mereka. Ibu Ibu Betawi dulu membuat biji jali menjadi bubur yang terkenal disebut bubur jali. Sedangkan para alim ulama Betawi menjadikannya sebagai kalung Tasbih untuk berzikir.

Pada bait "Palinglah enak si mangga, hei sayang disayang pohonnya tinggi pohonnya tingga buahnya jarang, palinglah enak si orang bujang sayang, kemana pergi kemana pergi tiada yang melarang". Mangga udang adalah salah satu varietas mangga yang berasal dari kawasan Toba, Sumatera Utara, namun mangga udang ini juga sering ditemukan di daerah Jakarta dan Tangerang.

Mangga udang ini berwarna jingga dan licin jika buahnya telah masak. Bentuknya melingkar mirip badan udang dan ukurannya kecil. Dari rasa, mangga udang cenderung manis dengan sedikit rasa asam dengan tekstur sedikit berserat dan renyah.

Di bait "disana gunung disini gunung, hei sayang disayang di tengah tengah di tengah tengah kembang melati, disana bingung disini bingung sayang, samalah sama samalah sama menaruh hati"

Kembang melati adalah tumbuhan semak berbungan yang terkenal dengan keindahannya yang mempesona dan aromanya yang harum. Karena selama ini orang melihat melati sebagai tanaman hiasan dan campuran pembuatan teh dan parfum.

Di bait terakhir "jalilah jali dari cikini sayang, jali jali dari cikini jalilah jali sampai disini". Dulu cikini adalah salah satu kampung tua di Jakarta yang terletak di Jakarta Pusat dan bertetangga dengan Menteng. Tempo dulu daerah cikini merupakan daerah yang dipenuhin oleh seniman seniman Betawi dan menjadi pusat kota Jakarta.

(sumber: indonesia merahputih)

Baca Juga

1.Jenuh Dengan Macetnya Jakarta? Ngopi Di Koultoura Coffee Dulu

2.Resep Semur Andilan, Kuliner Betawi Yang Langka

3.Kerak Telor, Makanan Betawi Yang Khas dan unik


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply