Asyiknya Berbelanja Sambil Mendayung Perahu di Pasar Apung Banjarmasin




Jalan – jalan ke Banjarmasin belum lengkap tanpa mengunjungi Pasar Terapung Muara Kuin. Pasar yang “mengapung” diatas sungai Barito ini adalah benar benar pasar tradisional dimana selayaknya tempat melakukan jual beli. Unik bukan? Cara melakukan transaksinya pun sama dengan pasar – pasar yang didarat, bedanya para penjual dan pembeli melakukannya dengan perahu untuk berkunjung dari satu lapak ke lapak lain.

Tidak hanya berbelanja saja, anda disini bisa sekaligus berwisata menyaksikan diatas perahu untuk menyaksikan bagaimana aktivitas sehari – hari yang terjadi di pasar ini. Semua penjual dan pembeli yang  melakukan aktivitas di pasar ini sama –sama menggunakan Jukung, yakni sebutan untuk perahu di dalam Bahasa Banjar.

Pasar Apung Banjarmasin(Sumber gambar: blogspot.com)

Pasal terapung ini pun sejarahnya sudah lama dan merupakan refleksi atas budaya Banjar yang telah ada sejak zaman dahulu. Aktivitas pasar pun sudah dimulai dari sehabis shalat Subuh hingga nanti pukul 8 pagi. Lewat dari jam 8 pagi, anda sudah tidak bisa menyaksikan aktivitas jual-beli Pasar Terapung Muara Kuin.

Tradisi Barter ala Indonesia

Pasar Apung Banjarmasin(Sumber gambar:  squarespace.com)

Anda pasti tahu mengenai barter, yakni bertransaksi dengan cara menukar barang. Memang dengan adanya uang, fungsi barter ini pun tergantikan. Namun, di Pasar Apung ini barter belum punah. Anda masih bisa menyaksikan aktivitas tukar menukar atau barter disini, atau di dalam Bahasa Banjar disebut bapanduk.

Kebanyakan barter ini dilakukan oleh sesama pedagang. Dengan saling menukar bahan – bahan pokok mereka pun saling mencari kebutuhan masing – masing.

Sejarah Pasar Terapung Muara Kuin

Jika dilihat berdasarkan informasi yang ada pada sejarah, di tahun 1526, seorang sultan bernama Sultan Suriansyah mendirikan kerajaan di tepian Sungai Kuin dan Sungai Barito. Dari tepian sungai ini pun sedikit sedikit pusat perdagangan tradisional mulai berkembang. Para pedagangnya pun menggunakan perahu yang terbuat dari kayu sebagai tempat untuk meletakkan barang barang dagangan mereka.

Pedagang yang berjualan di Pasar Apung ini kebanyakan di dominasi oleh kaum perempuan. Biasanya mereka mengenakan pakaian tanggui dan mengenakan caping daun rumbia yang lebar. Untuk mengetahui bagaimana aktivitas mereka sehari – hari anda bisa mengunjungi Pasar Terapung Muara Kuin. Tidak hanya itu anda pun bisa menikmati panorama pasar terapung dan mengamati kehidupan masyarakat di tepian sungai, anda bisa langsung mengunjungi Pasar Terapung Muara Kuin. Jika ingin berkesempatan melihat aktivitas tersebut, berkunjunglah pada pagi hari.

Pasar Apung Banjarmasin(Sumber gambar: paluibahabar.wordpress.com)

Ketika menempuh perjalanan ke pasar terapung, memang tidak banyak panorama yang bisa disaksikan karena juga perjalanan ditempuh ketika hari masih gelap namun anda bisa menikmati gemerlap sinar lampu yang berasal dari rumah rumah terapung yang berada di tepian sungai.

Pasar Apung Banjarmasin(Sumber gambar: blogspot.com)

Nah, sesampainya anda di pasar terapung ini, berbagai macam jenis barang dagangan seperti sayur-mayur, ikan segar, hasil kebun, buah-buahan, dan kudapan pun sudah terpapar. Jika ingin mengitari sungai dan ikut beraktifitas anda bisa menyewa perahu jukung, bisa juga menyewa perahu motor air ataupun kelotok. Biaya sewa pun tergantung dari jumlah penumpang atau bisa di nego.

Bagi anda yang ingin berwisata kuliner, disini juga ada berbagai macam makanan dijual seperti nasi, ikan goreng, kopi, teh dan makanan khas Banjarmasin, seperti soto Banjar. Sama seperti jika ingin berbelanja, bertransaksinya pun secara langsung antar perahu.

Disini terdapat pemandangan unik yaitu perahu besar dan kecil yang selalu berdesak-desakan hilir mudik mencari penjual dan pembeli. Oleh karena itu perahu-perahu itu selalu bergerak dimainkan gelombang Sungai Barito. Tidak tercatat berapa jumlah pedagang yang berjualan di Sungai Barito ini karena tidak ada organisasi khusus yang mencatat jumlah pedagang.

Wilayah Kuin ini sendiri merupakan tipe permukiman di sepanjang aliran sungai yang memiliki daya tarik tersendiri dari segi wisata alam maupun wisata budaya. Karena letaknya yang berhimpitan dengan sungai maka kehidupan mereka pun tidak pernah lepas dari segala aktifitas yang berkaitan dengan sungai seperti halnya pasar terapung ini.

Tidak hanya wisatawan lokal saja, hilir-mudik sejumlah perahu tradisional yang menjual berbagai macam dagangan ragam menjadi atraksi menarik bagi wisatawan mancanegara. Tidak hanya itu, anda juga bisa mengunjungi Masjid Sultan Suriansyah, Komplek Pemakaman Sultan Suriansyah, Pulau Bakut, Pulau Kaget, dan Pulau Kembang.

Yang unik di Pulau Kembang, pulau di tengah Sungai Barito, ini dihuni oleh sekawanan monyet ekor panjang dan monyet hidung mancung serta ditumbuhi pepohonan khas Kalimantan. Jika anda mampir kesini, begitu tiba di dermaganya anda akan langsung disambut oleh monyet ekor panjang yang sangat suka makan.

Monyet Pulau Kembang Pasar Apung Banjarmasin(Sumber gambar: viva.co.id)

Lokasi Pasar Terapung Muara Kuin

Jika anda tertarik berkunjung ke Pasar Terapung Muara Kuin, ada dua rute yang jalan bisa ditempuh. Rute yang pertama anda bisa melalui jalur darat ke Kota Banjarmasin dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Rute yang kedua, melalui Kota Banjarmasin juga namun jalur air yakni menggunakan perahu motor atau disebut kelotok, dengan waktu tempuh 1 jam.

Pasar Terapung ini merupakan salah satu ikon yang menjadi daya tarik kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, wajib bagi anda mampir ke Pasar Terapung ini jika berkunjung ke Banjarmasin.

 

Related Post:

1.5 Pasar Seni Terbesar yang Ada di Indonesia

2.Berburu Warna-warni Ikan di Pasar Ikan Hias Gunungsari Surabaya

3.Nikmatnya Soto Bang Amat di Banjarmasin

Leave a Comment