Bandung Medical Center, Tempat Uji Nyali Bagi Pemberani



Bandung Medical Center atau BMC dulunya merupakan rumah sakit namun sekarang terbengkalai dan menjadi rumah bagi makhluk astral tak kasat mata. Ya, Bandung Medical Center sekarang adalah bangunan angker yang menjadi tujuan wisata mistik di Bandung.

 

BMC, Rumah Sakit Berpenghuni Makhluk Dunia Lain

Ada dua asal-usul mengenai sejarah BMC. Pertama, BMC merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda, dibangun dan dikelola oleh orang Belanda. Saat direnovasi, di tengah pengerjaannya, sang pendiri, orang Belanda tersebut meninggal. Pengerjaannya pun tidak diteruskan bahkan oleh Pemkot Bandung sendiri karena rumah sakit ini merupakan rumah sakit swasta. BMC pun ditutup.

Kedua, BMC dulunya merupakan rumah sakit Polri yang saat direnovasi, terjadi sengketa antara pemilik tanah dan pengelola rumah sakit. Bangunan ini ditutup karena berdiri di atas sengketa.

 

Tidak ada yang tahu mana yang benar dari dua informasi ini, namun BMC menjadi kotor, tak terawat selama sekitar 20 tahun lamanya dan tentu saja mengundang banyak makhluk astral untuk mendiaminya.

Bandung Medical Center sumber: jurnalposonline

 

Terletak di Jalan H. Wasid No. 1, Lebak Gede, Coblong, Bandung, BMC “hanya” dapat dikunjungi dari mulai pkl 10.00 – 17.00. Jika Anda tertantang untuk mengunjunginya di atas jam tersebut, sebaiknya tidak memarkir kendaraan di dekat lokasi dan pastikan sudah janjian sebelumnya dengan penjaga. Karena masyarakat sekitar akan mencegat jika Anda berkunjung terang-terangan di atas pkl 17.00. Saat mendatangi lokasi, kita masuk dari pintu samping rumah sakit. Di luar bangunan, ada banyak penjaga dan kita harus membayar Rp 5.000/orang untuk sewa senter. Jika kurang berani, kita juga dapat meminta penjaga menemani dan menjelaskan kepada kita mengenai BMC ini.

 

Bangunan RS ini terdiri 4 lantai. Di lantai satu ada sesosok wanita bergaun berwarna merah, dan sering menampakan wujudnya. Di lantai tiga sering tampak sesosok makhluk hitam besar. Biasanya makhluk ini berdiam di ruangan gelap dekat kamar mayat.


Ruangan bayi merupakan ruangan yang paling menyeramkan di antara ruangan lain. Hanya sedikit berani masuk ke dalam ruangan ini karena penghuni tetap di ruangan itu sering menampakkan diri. Juga terdapat ruangan mayat yang disegel dan diberi tulisan "Dilarang Masuk". Setiap ada yang masuk ke ruangan itu pasti akan banyak yang kesurupan. Di lantai empat, sering terjadi pengunjung melihat tempat tidur pasien yang berpindah-pindah sendiri. Kondisi ruangan-ruangan yang ada di sini agak sulit untuk diambil gambarnya karena kamera atau gadget yang kita gunakan, entah mengapa bisa tetiba error, rusak, dan tidak berfungsi.

 

Bagi pengunjung yang ingin “bermain aman”, mungkin dapat mengikuti tips berikut yang ditukil dari salah seorang member Kaskus :

  • Carilah jam-jam yang tidak memicu makhluk astral untuk mengganggu.
  • Jangan pernah sendirian. Ajaklah teman-teman/keluarga/saudara.
  • Baca doa sebelum masuk.
  • Usahakan ada pendamping (penjaga yang menemani).
  • Usahakan tidak berjumlah ganjil.
  • Jangan pegang barang/duduk di tempat yang jarang ditempati manusia.
  • Jangan sompral.
  • Jangan melamun.
  • Jangan membuat keonaran/kebisingan.
  • Jika sudah merasa tidak enak, misalnya merasa sesak, merinding berkepanjangan, mual, pusing, dsb, sebaiknya sesegera mungkin menuju lobby/keluar gedung.
  • Jika melihat atau merasakan sesuatu, pastikan untuk tidak bercerita di tempat dan berdoalah. Lebih baik ceritakan di lobby/luar gedung.
  • Hindari ruangan yang sekiranya menurut kita tidak layak untuk dikunjungi.
  • Biasakan untuk tidak membuang kotoran  di dalam maupun luar bangunan. Dikhawatirkan ada yang merasa terganggu.
  • Setelah melakukan wisata, mintalah petugas/penjaga untuk menetralisir tubuh kita. Jangan sampai ada yang “terbawa” pulang.
  • Ketika sampai rumah, cepatlah mandi/ganti pakaian. Dikhawatirkan ketika di jalan kita masih mengingat di BMC, mengakibatkan psikologis kita menurun sehingga mengundang “mereka” yang dari tempat lain terbawa pulang.

Namun jika Anda merasa lebih berani dari kebanyakan orang, jangan lakukan tips tadi. Tapi ingat, resiko Anda tanggung sendiri. (fjr)

 

Artikel Terkait:

1. Seri Wisata Sejarah : Mengunjungi Museum Belanda di Jogja

2. Kisah di Balik Pantai Pandawa Bali

3. Puri dan PantaiPetitenget dan Sejarahnya yang Cukup Menyeramkan di Bali

Leave a Comment