Bangkai Sophie Rickmers, Primadona Menyelam di Pulau Weh

 

Indonesia merupakan surganya bagi para penyelam bawah laut, pasalnya negeri dengan luas daerah yang sebagian besar diisi oleh lautan ini menyimpan spot keren untuk menyelam yang pantang untuk kamu lewatkan, beberapa titiknya bahkan dinobatkan sebagai lokasi menyelam terbaik dunia. Salah satu yang menjadi incaran penyelam dari belahan dunia ialah melihat kemolekan bangkai ‘Sophie Rickmers’ yang telah lama menghuni Teluk Pria Laot, Pulau Weh, Aceh.

Para penyelam datang jauh-jauh ke Aceh berniat untuk melihat dan bertatap muka langsung dengan Sophie Rickmers, sebuah kapal kargo milik Jerman yang dibuat pada tahun 1920. Dahulu, kapal ini difungsikan sebagai untuk mengangkut barang-barang berharga seperti timah, piring keramik besar, dan lainnya.

Kemudian kapal ini ditenggelamkan sendiri oleh awaknya di perairan Pulau Weh, pada 10 Mei 1940, di masa Perang Dunia Kedua.     

Yap bangkai kapal sepanjang 134 meter, lebar 17,5 meter, dan tinggi 8 meter ini telah menjadi incaran penyelam belahan dunia, karena ia berbaring sendiri dengan anggunnya, wujudnya yang masih utuh namun telah mengalami korosi dan berselimutkan terumbu karang  telah menjadi rumah dari berbagai jenis ikan. Seolah Sophie bertransformasi menjadi pusat kehidupan bawah laut.  

Eksitensi bangkai kapal Sophie Rickmers dapat dijumpai oleh para divers di kedalaman sekitar 50 meter di bawah laut. Dan sudah tentu, bukan divers sembarangan yang diperbolehkan untuk menjangkau wilayah ini.

Sophie Rickmers tak sembarangan orang bisa menjangkaunya


sumber foto: wordpress

Keberadaannya yang berada di kedalaman 50 meter menjadi tantangan tersendiri bagi penyelam, tentunya hal tersebut bukanlah perkara mudah. Ada beberapa syarat yang harus dimiliki penyelam jika bernafsu ingin bertemu dengan Sophie Rickmers ini.

Seperti jam selam harus lebih dari 50 kali, mengatur nafas agar boleh boros, membawa dua tabung, mengenal sistem dive computer dengan baik, dan tentu saja, fisik dan mental harus baik.

Bukan hanya itu, untuk bertemu dengan si cantik kebangsaan Jerman ini, para penyelam juga diperlukan kesabaran ekstra.

Karena saat menyelam dan sejauh mata memandang, hanya dinding biru yang terlihat. Barulah di kedalaman sekitar 40 meter, ada sosok lain yang nampak. Sebuah bayangan samar dari sebuah benda besar, yang tergolek diatas pasir. Semakin dalam menyelam, semakin jelas wujud benda ini. Inilah Sophie Rickmers,

Kisah Sophie Rickmers yang tak bisa lepas dari Perang Dunia Ke-II

Tenggelamnya kapal Sophie Rickers tak bisa luput dari peristiwa perang dunia kedua, alkisah sekira tahun 1940-an, Kapal Sophie Rickmers yang masuk perairan Sabang, Aceh hendak dibajak dan dirampas oleh serdadu Belanda yang bekuasa di wilayah Sabang. Namun Kapten Helms bersama awak kapal memutuskan untuk menenggelamkan kapal itu.

Sophie pun tenggelam pada usia 20 tahun, setelah sebelumnya seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri.

***

Kini kehadiran Sophie Rickmers menjadi harta karun bagi kehidupan bawah laut Indonesia, tidak hanya ikan dan terumbu karang yang hidup, tetapi juga memberi penghidupan bagi manusia yang tinggal di sekitaran Pulau Weh. Hal itu membuat Sophie serasa hidup, hidup di tengah birunya laut Pulau Weh.

source: natgeoindonesia, Republika, & atjehpos

Artikel lainnya:

1. Liburan Antimainstream? Kunjungi Museum Bawah Laut Morotai

2. 5 Spot Diving Terindah di Indonesia yang Wajib Anda Kunjungi

3. Ini Bedanya Snorkeling, Free Diving, dan Scuba Diving


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply