Bangkawan, Tradisi Rumah Tengkorak Suku Dayak Di Kalimantan Utara



Tengkorak itu disimpan dalam rumah-rumahan yang terbuka di bagian depan. Siapa saja bisa melihat tengkorak tersebut. Semakin banyak tengkorak, semakin kuat pula kekuatan dari desa karena bisa mengalahkan musuh dengan banyak. 

Itulah yang dinamakan Bangkawan sebagai simbol kehebatan yang harus dimiliki oleh banyak desa suku dayak, Kalimanta Utara.

Adapun asal-usulnya, tengkorak yang ada di dalam Bangkawan berasal dari kegiatan ngayau atau perang. Biasanya pahlawan atau petarung dari suku akan melakukan prosesi ini di medan perang.

Sumber foto: folksofdayak.wordpress

Musuh yang tidak berdaya akan dikalahkan dengan memenggal kepalanya. Setelah itu kepala akan dibawa kembali ke desa sebagai bukti kemenangan dari seorang pahlawan yang layak untuk dirayakan secara meriah.

Biasanya saat pahlawan atau kobilangan datang, paras gadis di desa akan menyambut mereka dengan suka cita. Setelah itu, para pahlawan akan diterima oleh kepala suku dan diadakan upacara pembersihan sial.

Sumber foto: folksofdayak.wordpress

Gunannya agar arwah atau makhluk jahat yang ada saat perang bisa diusir sehingga pahlawan akan masuk ke dalam desa dalam kondisi yang suci.

Simbol Keberkahan dan Keselamatan

Fungsi utama dari Bangkawan adalah untuk keberkahan dari desa. Tengkorak-tengkorak ini dianggap memiliki kekuatan yang sangat besar. Kekuatan ini akan membuat desa selalu aman dari gangguan para musuh.

Apabila ada musuh yang mendekat, tengkorak ini akan menghadang dengan memberikan tipuan-tipuan berupa suara menyeramkan.

Sumber foto: folksofdayak.wordpress

Selain keselamatan, pembangunan dari Bangkawan juga dianggap memberikan apa yang namanya keberkahan. Penduduk di desa akan tenteram, banyak rezeki, dan pertanian dari mereka bisa berjalan dengan baik.

Tanpa adanya Bangkawan, panen bisa gagal dan terjadi bencana seperti penyakit yang menyebabkan kematian.

Tradisi Perang Perlahan Mulai Menghilang

Semakin berjalannya waktu, kini tradisi Bangkawan sudah perlahan hilang. Semangat dari para pahlawan mulai luntur dan berusaha untuk saling menciptakan kedamaian antarsuku dan kampung.

Tapi sampai sekarnag ini, mungkin Bangkawan masih ada yang memajangnya di beberapa dusun desa.

Artikel lainnya:

1. Mepasah, Pemakaman di Desa Adat Trunyan Bali Yang Buat Wisatawan Penasaran

2. 3 Legenda Kuno Yang Didasari Kejadian Nyata (bagian 1)

3. Misteri Dibalik Keheningan Tari Bedhaya Ketawang

Leave a Comment