Berburu Buku Murah Meriah di Wilis, Kwitangnya Kota Malang

Jika Jakarta punya Kwitang, maka Malang punya Wilis. Bisa dibilang Wilis adalah Kwitangnya Kota Malang. Ribuan buku bekas hingga keluaran terbaru dijajakan di pasar buku ini. Mulai dari cetakan tahun 1940-an hingga terkini.


Pasar buku terbesar di kota yang berjuluk Kota Pendidikan ini berada di Jl. Simpang Wilis Indah, Klojen, Kota Malang. Belum diketahui secara pasti kapan dan bagaimana pasar ini bermula. Namun sejumlah pedagang dan warga setempat mengatakan pasar buku ini sudah ada sejak tahun 1970-an. Sebelum dipindahkan ke Wilis, para pedagang di pasar buku ini membuka di Splendid, Jl. Majapahit, dengan bangunan semi permanen. Kala itu, tidak sedikit pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum berburu buku di komplek ini. Akibatnya jalanan menjadi macet pada jam tertentu, dan terlihat tidak teratur.


Situasi dan kondisi itu memaksa pemerintah kota Malang untuk bersikap. Akhirnya dipindahkanlah mereka ke Jl. Wilis dengan bangunan permanen yang tertata rapi. Hingga kemudian pada tahun 2003 diresmikan oleh Wali Kota Malang yang saat itu dijabat oleh Suyitno.
Puluhan bangunan permanen itu dibangun dalam satu atap. Bagian depan bangunan digunakan untuk halaman parkir. Memasuki bangunan utama harus menaiki anak tangga terlebih dahulu, karena dibangun lebih tinggi.


Melintas di pasar buku ini seperti berada di lorong waktu. Bagaimana tidak, ribuan buku mulai dari zaman Bung Karno hingga Jokowi ada di pasar ini. Diantaranya buku berbahasa Inggris “Sukarno An Autobiography” hasil wawancara Cindy Adams, buku Album Perjuangan Kemerdekaan Indonesia yang menampilkan foto-foto kelam zaman kolonial Belanda terbitan Menteri Penerangan tahun 1950-an, dan buku “Aku” karya Sjuman Djaya yang sempat populer di kalangan anak muda, karena dipakai untuk film populer “Ada Apa Dengan Cinta”. Masih banyak lagi buku lainnya karya penyair besar Indonesia, dan buku berbahasa Inggris, Jerman, Belanda dan Indonesia ejaan lama di pasar buku ini.


Harga buku di Pasar Buku Wilis dibanderol mulai Ribuan hingga jutaan rupiah. Apalagi jika memiliki keahlian dalam menawar, sangat mudah sekali untuk mendapat buku berkualitas dengan harga murah.(irfan)


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply