Berburu Kesegaran dan Menikmati Pesona Keindahan Air Terjun Gitgit Buleleng Bali

Tentang Lokasi

Lokasi air terjun Gitgit terbagi menjadi 2 kawasan yaitu Twin Waterfall yang disebut juga sebagai Objek wisata Air Terjun Campuhan dan Gitgit Waterfall. Lokasi ini berjarak sekitar 500 meter dari badan jalan raya yang dilalui di Desa Pancasari dalam perjalanan dari Denpasar menuju kota Singaraja, kebupaten Buleleng. Di jalur ini, keindahan alam akan memukau mata siapaun yang melewatinya. Pagar hutan sepanjang jalan, perbukitan di depan mata, laut kebiruan dibagian bawah dan pedesaana yang sesekali muncul memunculkan banyak pertanyaan di benak pengunjung “siapakah yang menghuni rumah di tengah perbukitan ini?”. Di malam hari, lampu dari kejauhan bagaikan bintang yang bertaburan di bawah kaki perbukitan.

 

Sekitar Lokasi

Suara gemericik air, kicauan burung, teriakan anak kecil yang bermain di aliran air terjun yang menyegarkan akan mengelilingi Anda ketika sampai di bawah kaki air terjun. Lokasi alam yang begitu ramah, jalan setapak yang bersih dan landai sesekali berundak di kelilingi oleh toko souvenir, rumah-rumah penduduk, tanah persawahan menghijau, perkebuhan cengkeh dan kopi serta bambu yang menguning akan menghiasi perjalanan Anda menuju lokasi air terjun. Suasana damai langsung mendapati Anda ketika sampai disini.

Lokasi wisata Air Terjun Gitgit ini dibuka pada tahun 1975. Ketinggian air terjun sekitar 35 meter. Di muka air terjun terdapat sebuah pura kecil tempat pemujan Dewi Saraswati atau dewi ilmu pengetahuan. Di bagian depan pura terdapat air mancur bambu tempat mencuci muka atau mencuci kaki, air segar yang dihasilkan alam manis saat kita berkumur. Air yang dihasilkan masih sangat alami.

Sebelum memasuki area wisata air terjun, terdapat area parkir yang terletak di seberang jaral yang dikelola oleh warga setempat. Area parkir ini aman baik kendaraan bermotor roda dua, roda empat atau lebih. Di area parkir ini juga banyak ditemui pemandu wisata lokal yang kebanyakan usia-nya sangat belia, terkadang mereka pula mengenakan pakaian seragam sekolah. Kebanyakan juga dapat berbahasa Inggris dengan baik, sebagian besar hanya mengetahui kalimat-kalimat dasar yang banyak digunakan dalam memandu wisata mancanegara. Pengantar atau supir luar kota yang ingin beristirahat dapat menggunakan jasa pemandu wisata lokal tersebut, sehingga sembari menunggu turis yang diantar masuk ke lokasi air terjun, mereka dapat bersantai di warung-warung kopi yang disediakan di sekitar area parkir.

Desa Pancasari, lokasi air terjun ini termasuk di Kabupaten Buleleng, Bali. Kabupaten ini merupakan bagian Bali yang berbatasan paling ujung dengan pulau Jawa, sehingga masyarakat yang hidup disini sebagian pun beragama muslim. Budaya dan religi muslim-hindu berdampingan dengan rukun di kabupaten ini.

 

Menuju Lokasi

Air terjun ini terletak di Kabupaten Buleleng, Kota Singaraja, yang bejarak sekitar 11 km, bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor selama kurang lebih tiga jam dari Denpasar. Dengan menggunakan angkutan umum atau bemo bisa berangkat dari Terminal Ubung dengan jalur Denpasar-Singaraja dengan biaya 6,000 – 12,000 Rupiah sekali jalan.

Catatan Rekomendasi

Beberapa tahun yang lalu, air terjun ini merupakan objek wisata yang sepi dikunjungi oleh wisatawan, dikarenakan belum banyak orang yang belum membicarakan mengenai lokasi ini, namun sekarang sudah banyak kelompok pariwisata yang menjadi lokasi ini sebagai objek kunjungan wajib mereka. Selain objek wisata murah, juga nyaman, asri dengan lokasi yang aman dan nyaman bagi pengunjung segala usia. Rata-rata objek ini ramai pengunjung sepanjng tahun, namun puncak kunjungan adalah pada saat liburan sekolah.


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply