Berkunjung ke Krakatau dari Lampung Selatan

Krakatau. Gunung ini terkenal ke seluruh dunia. Letusannya yang menggelegar tahun 1883 disebut salah satu letusan gunung berapi terhebat dalam sejarah umat manusia. 

Dentumannya terdengar hingga Perth, Australia yang berjarak 3.110 km dari pusat ledakan. Debunya menghalangi cahaya matahari selama berbulan-bulan, membuat suhu bumi anjlok. Di hari naas itu, 27 Agustus 1883, sebanyak 36.417 nyawa yang musnah disapu gelombang tsunami dan ledakan gunung. Tak terbayangkan apa jadinya bila bencana itu terjadi hari ini.

Itu mungkin sebabnya Krakatau terus dikenang. Hingga berabad lewat sisa-sisa gunung itu masih membayangi kita, menakutkan kita seperti raksasa buas yang tengah tertidur. Membuat kita cemas ia bisa bangun dan meronta sewaktu-waktu.

Namun, di balik rasa cemas, Krakatau juga menyimpan pesona tersendiri. Telah sejak lama Gunung Anak Krakatau, yang tercipta setelah Krakatau meletus, telah jadi obyek wisata turis lokal dan mancanegara.

Ada dua cara untuk menuju gunung itu. Lewat Pantai Carita, Banten di pulau Jawa dan Pantai Canti, Lampung Selatan dari pulau Sumatera. Lewat Banten mungkin sudah banyak yang tahu, tapi lewat Lampung rasanya belum banyak. Mengunjungi Gunung Krakatau dari Lampung Selatan nggak kalah seru dari Banten, lho.

Di sekitar Pantai Canti ada beberapa objek wisata yang bisa kamu kunjungi, seperti Pantai Guci Batu Kapal, Pantai Wartawan, Pantai Banding, Pantai Laguna, dan Pemandian Air Belerang.

Bagi yang berada di Banten atau sekitarnya untuk mencapai Lampung Selatan paling mudah dari Pelabuhan Merak, Serang, Banten. Kamu bisa menumpang kapal feri menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Ongkos karcis biasa sekitar Rp 13 ribu per orang. Untuk mobil dan semua penumpangnya dikenakan tarif Rp 275 ribu.

Untuk mencapai Canti dari Bakauheni bisa naik angkutan umum Bakauheni-Bandar Lampung. Turun di Kalianda. Ongkosnya sekitar Rp 20 ribu. Dari Kalianda ke Dermaga Canti naik ojek motor dengan ongkos yang sama.

Transit di Pulau Sebesi

Dari Dermaga Canti, rute menuju Krakatau akan melewati Pulau Sebesi, pulau terdekat dari Krakatau. Untuk sampai Pulau Sebesi terdapat kapal motor milik warga dengan ongkos Rp 15 ribu. Kapal ini beroperasi pukul 12.00-14.00 WIB. Kapal berkapasitas 40 orang ini bisa disewa untuk keliling Krakatau dengan ongkos Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta.

Di sekitar Pulau Sebesi ada dua pulau lain, yaitu Sebuku dan Umang-umang, yang menyimpan keindahan bawah laut. Kamu bisa ber-snorkeling atau diving di sekitar tiga pulau ini.

Pulau Sebesi juga memiliki penginapan bagi wisatawan. Pulau ini sering jadi transit bagi mereka yang ingin ke Krakatau, mengisi perbekalan makan dan minum karena tak ada sumber air tawar di gunung itu.

Setelah melakukan perjalanan dari Pulau Sebesi selama 1,5 jam, kamu bakal tiba di Gunung Anak Krakatau. Gunung ini dikelilingi oleh Gunung Ibu Krakatau atau Rakata, Pulau Panjang, dan Pulau Sertung.

Tentu saja, puncak dari wisata ini adalah mendaki gunung. Puncak Anak Krakatau tak sulit didaki. Hanya perlu setengah jam untuk mendaki gunung ini. Dari Anak Krakatau di seberang terlihat si Ibu Krakatau seperti sebuah monumen sisa-sisa kedahsyatan letusan gunung itu lebih dari seabad lalu. Perasaan kamu pasti campur aduk ketika melihatnya, antara takjub dan sekaligus cemas. Apa pun perasaan itu yang jelas takkan tergantikan dan dilupakan.*** (ade)


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply