Berziarah ke Makam Pak Harto dan Ibu Tien di Astana Giribangun



Tidak bisa dipungkiri, hingga kini sosok Presiden RI ke-2 Soeharto tetap punya tempat di sebagian hati masyarakat Indonesia. Hal itu terbukti dari makamnya yang terus diziarahi orang hingga kini. Makam beliau di Astana Giribangun dikunjungi tiga ribu orang setiap hari. Di musim liburan jumlah peziarah mencapai  13 ribu orang. Para peziarah terdiri atas pejabat, mantan pejabat, hingga petani. Mereka berziarah pribadi dan rombongan. Di kompleks makam yang sama terdapat makam Ibu Tien Soeharto, istri Pak Harto.

Astana Giribangun terletak di Desa Karang Bangun, Kecamatan Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah. Sekitar 18 kilomter dari pusat Kota Karanganyar. Makam ini dibangun di atas sebuah bukit, tepat di bawah Astana Mangadeg, kompleks pemakaman para penguasa Mataram. Di Astana Mangadeg dimakamkan Mangkunegara (MN) I alias Pangeran Sambernyawa, MN II, dan MN III. Ibu Tien keturunan MN III.

Kecamatan Matesih sendiri berada di kawasan Gunung Lawu, terkenal dengan berbagai objek wisata seperti Air Terjun Tawamangu, Candi Sukuh. Candi Cetho, dan Air Terjun Jomog. Astana Giribangun terdapat di Bukit Ngipik, luasnya 4,3 hektar.

Kompleks makam ini dibangun sejak 27 November 1974, dan diresmikan 23 Juli 1976, ditandai dengan pemindahan makam ayahanda Ibu Tien dan kakak tertuanya dari pemakaman umum Toroloyo.

Makam ini selain diperuntukkan untuk keluarga mantan Presiden Soeharto, juga untuk keluarga besar Yayasan Ibu Tien Soeharto. Pintu utama Astana Giribangun terletak di sisi utara. Sisi selatan berbatasan langsung dengan jurang yang di bawahnya mengalir Kali Samin. Terdapat pula pintu bagian timur kompleks makam yang langsung mengakses ke Astana Mangadeg. Tetapi pintu ini tak pernah dibuka.

Menuju Astana Giribangun

Kompleks makam Astana Giribangun dapat dicapai dalam waktu 40 menit berkendara dari Bandara Adisumarmo, Solo. Dari bandara ke arah timur menuju Kabupaten Karanganyar melalui Jl Ahmad Yani, Jl Ki Hajar Dewantara. Lalu ke arah Tawangmangu hingga perempatan tugu lilin, ke arah timur menuju Matesih Giribangun, ikuti petunjuk arah hingga ke Astana Giribangun.

Untuk berziarah ke makam Pak Harto dan Ibu Tien, peziarah harus mendaftar di pos penerimaan tamu, menyerahkan bukti identitas diri (KTP/SIM) dan mendapat surat jalan ziarah.

Setelah dapatkan surat, silakan suka rela memberi infak/sumbangan lalu langsung ke gerbang pertama, dan memperlihatkan surat jalan. Mengantre, setelah itu menuju makam utama Presiden Soeharto dan Ibu Tien. Setelah berdoa di depan makam, peziarah keluar lewat pintu samping makam.

Terdapat 9 bangunan pendukung di kompleks makam ini. Ada masjid, rumah peristirahatan Wisma Lerem untuk keluarga mantan Presiden Soeharto jika berziarah, gapura utama, tempat istirahat wisatawan, rumah jaga, areal parkir khusus mobil keluarga.

Di bagian bawah, terdapat 2 areal parkir sangat luas untuk bus dan berkendara pribadi. Sedangkan parkir khusus motor di gerbang masuk makam. Di areal ini terdapat puluhan kios bermacam dagangan, dari kaos, kue hingga buah. Ada juga kios milik koperasi yayasan yang menjual aneka suvenir Presiden Soeharto mulai dari foto, buku, poster dll. Harga suvenir berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 500 ribu.** (ade/sumber: Wisata Ziarah, Gagas Ulung)

Leave a Comment