Cerita Memetik Buah di Argowisata Kusuma

Kota Batu, Malang telah lama dikenal sebagai kota wisata. Berada di ketinggian sekitar 700-1.700 meter di atas permukaan laut, kota yang berhawa dingin ini juga terkenal sebagai penghasil buah apel. Di Agrowisata Kusuma, Batu, apel dan wisata dipadukan dalam bentuk wisata kebun.

Taman Agrowisata Kusuma terletak di jalan Abdul Gani Atas, Batu tidak jauh dai Jawa Timur (Jatim) Park. Hanya sepelemparan apel. Lokasinya dikelilingi Gunung Panderman, Gunung Banyak, dan Gunung Arjuna. Di tempat yang udaranya sejuk ini, pengunjung bisa memetik buah langsung dari pohonnya di kebun. Harga tiketnya antara Rp 85 ribu-Rp 100 ribu rupiah.

Argowisata yang buka setiap hari ini menawarkan wisata petik beberapa macam buah antara lain, apel, jeruk, stroberi, kopi dan jambu biji. Selain itu pengunjung juga dapat minuman ringan stroberi milkshake dan pie stroberi.

Harap diingat, dari beberapa jenis buah yang bisa dipetik, yang selalu tersedia untuk dipetik sepanjang tahun adalah apel, utamanya apel manalagi. Yang lainnya tidak selalu tersedia. Tergantung musim. Bulan Juni dan Juli merupakan waktu terbaik untuk datang ke sana karena pada dua bulan itu kebun kopi dan kebun jeruk siap dipanen.

Ada empat macam apel yang ditawarkan di sana, yaitu apel manalagi (yang warna kulitnya hijau muda, berbintik-bintik, manis dan renyah), apel rome beauty, apel anna, dan apel wangling. Jeruk yang tersedia di kebun di sana juga ada tiga macam, yaitu jeruk jova, jeruk keprok punten, dan jeruk valencia.

Memetik Apel yang Baik dan Benar

Semua pengunjung yang datang ke sana, meskipun sendirian, akan ditemani oleh pemandu. Begitu datang, pengunjung akan mendapatkan welcome drink. Sebelum ke kebun, pengunjung akan diajak ke rumah kaca. di sini terdapat berbagai macam tanaman hias yang bisa dibeli untuk dibawa pulang. Sebagian tanaman biasa ditemui di penjual tanaman hias di kota, sebagian lainnya tidak. Misalnya, buah pepino atau buah yang juga disebut buah melodi.

Selesai dari kebun tanaman hias, pengunjung akan diajak turun ke kebun apel manalagi. Di kebun setiap pengunjung boleh memetik dua buah apel yang nanti dimakan ketika sudah berada di luar kebun. Kenapa hanya dua buah? Di awal agrowisata ini buka, pengunjung bebas memetik apel sepuasnya. Tapi karena banyak yang nakal, memetik dan menggigit sedikit lalu membuang sisanya di kebun, kini hanya boleh memetik dua buah saja. O iya, tidak perlu takut pestisida karena apel-apel di tempat ini todak disemprot dengan pestisida.

Di kebun, pengunjung diajari cara memetik apel. Tangan kiri memegang tangkai batang, sementara tangan kanan memutar buah. Bukan dengan cara ditarik langsung dari tangkainya. Pengunjung juga diajari cara memilih buah yang manis.Karena pohon apel tidak terlalu tinggi, anak-anak punbisa memetik langsung dari pohon.

Jika belum puas memetik apel atau berwisata di kebun, pengunjung bisa bermain air di waterpark. Tarifnya antara Rp 25 ribu-Rp 30 ribu. Bagi yang ingin sensasi bertualang di alam bebas ada fasilitas outbound. (ade/sumber: Intisari & berbagai sumber)


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply