Denyut Nadi Kreativitas Yogya di Desa Kasongan

header via kanaljogja.com

Yogyakarta dikenal istimewa, tidak hanya terkenal dengan pesona alam, budaya dan latar belakang sejarahnya. Namun juga kreativitas masyarakatnya yang tak henti berdenyut. Kali ini cobalah menyambangi sebuah desa wisata yang menekuni geliat kerajinan dari tanah liat gerabah, tepatnya di Desa Kasongan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Tak sulit untuk menemukan desa wisata ini. Dari Jalan Raya Bantul KM 5,6 pengunjung akan melihat gapura besar berwarna merah tanah liat yang diapit patung kuda.

Saat memasukinya, tampak sebelah kanan kiri akan langsung terlihat banyak sekali karya-karya kreatif warga desa. Tak hanya berbentuk guci dan pot, keramik tanah liat ini pun dibentuk berbagai macam. Mulai dari hiasan berbentuk tumbuh-tumbuhan, hewan, patung, asbak, gantungan kunci, hingga perabot rumah tangga ada di sini.


kerajinan keramik desa kasongan via antarafoto/andreas fitri moko

Harganya pun terjangkau, lebih murah dibandingkan tempat belanja souvenir di toko besar. Maka tak jarang banyak calon pengantin yang membeli souvenir pernikahan mereka disini. Selain murah, barangnya pun tidak mengecewakan.


souvenir kerajinan desa kasongan

Keunikan produk di sini ialah tahap akhir pembuatannya memakai bahan alami yang memakai cat sebagai media sentuhan akhir. Ini yang membuat guci Kasongan relatif lebih awet dan jadi incaran wisatawan dalam dan luar negeri.

Selain itu, pilihan warna dan motifnya juga mencerminkan jika kerajinan gerabah di Kasongan bercitarasa tinggi.

Boleh dikatakan, desa ini adalah tempatnya para pelancong untuk mencari souvenir cantik kerajinan tangan dari tanah liat gerabah terbesar di Yogyakarta. Bahkan bila beruntung, kamu tak hanya bisa melihat-lihat saja, namun juga bisa belajar membuatnya, menarik bukan?

Tonggak awal terkenalnya Desa Kasongan

Sejak tahun 1971-1972, Desa Wisata Kasongan mengalami kemajuan cukup pesat. Sapto Hudoyo (seorang seniman besar Yogyakarta) membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin untuk memberikan berbagai sentuhan seni dan komersial bagi desain kerajinan gerabah.

Karena itu gerabah yang dihasilkan tidak menimbulkan kesan yang membosankan dan monoton, namun dapat memberikan nilai seni dan nilai ekonomi yang tinggi. Keramik Kasongan dikomersialkan dalam skala besar oleh Sahid Keramik sekitar tahun 1980-an.

Jalan menuju Desa Kasongan

Untuk mencapai Desa Wisata Kasongan, dari pusat Kota Jogja bisa berkendara sejauh 8-10 km. Start dimulai dari Pojok Benteng Kulon ke Selatan menuju Jalan Bantul. Nikmatilah perjalanan karena panorama ke Kasongan cukup menghibur hingga menemui gapura Desa Kasongan. Ikuti arah yang tertera di plang hingga sampai di lokasi.

rujukan: wikipedia

Artikel lainnya:

1. Melipir Berburu Suvenir di Kampung Keramik Dinoyo

2. Pasar Triwindu, Surganya Belanja Barang Antik dan Kuno di Solo

3. Pasar Klewer Solo, Belanja Batik Harga Miring


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply