Desa Pertama di Dunia Sebagai Kawasan Tanpa Rokok

Belum lama ini terjadi polemik mengenai isu kenaikan harga rokok di Indonesia. Bak pisau bermata dua, ada yang setuju dan ada yang tidak. Terlepas dari isu tersebut, ada beberapa desa di Indonesia sejak lama sudah menolak keras kehadiran rokok di tengah kehidupan mereka, katanya sih menjadi yang pertama di dunia.

Memang, Kawasan tanpa rokok (KTR) sering kita jumpai di beberapa tempat di kota besar, terutama kota yang memiliki banyak ruang-ruang publik. KTR merupakan bagian dari program tata ruang yang bertujuan untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan melalui polusi udara.

Tapi bagaimana kalau kita jumpai di wilayah pedesaan, bahkan seluruh wilayahnya bebas asap rokok? Tertarik mengetahui desa mana saja? Simak ya.  

Desa Bone-Bone, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan

Desa ini berada diketinggian 1500 mdpl, tepatnya di bawah kaki gunung latimojong. Sejak tahun 2000, desa ini dinyatakan kawasan bebas asap rokok. Bahkan menjadi desa pertama di dunia tanpa rokok dan kemudian menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.

Kalau kamu datang ke Bone-Bone ini, nuansa anti rokok akan terasa sekali, dari mulai baliho hingga papan himbauan mengenai kesehatan, dan larangan merokok akan terpajang secara jelas. Karena keunikannya, tak hanya ramai dibahas oleh media dalam negeri saja, Desa Bone-Bone juga diulas oleh salah satu media Eropa, France24. 

Awalnya, tahun 2000, pemerintah daerah melarang penjualan rokok di Bone-Bone. Kemudian dilanjutkan dengan larangan merokok di tempat umum pada 2003. Larangan penuh kegiatan merokok dan menjual rokok bagi penduduk maupun pengunjung diberlakukan penuh mulai tahun 2006.

Apabila ada yang melanggar maka akan diberikan sanksi berupa kerja sosial seperti membersihkan rumah ibadah (masjid), sekolah, membersihkan lingkungan desa seperti irigasi, lapangan dan lainnya. Bila masih ‘nakal’ untuk merokok juga dipaksa menyampaikan permintaan maaf di depan publik melalui pengeras suara.

Peraturan Larangan merokok ini juga berlaku bagi setiap tamu yang datang berkunjung ke Desa Bone-Bone. Menjadi tantangan terberat bagi perantau ya.

Lantas Apa yang Menjadi Dasar Desa Ini Untuk Melarang Rokok Masuk Ke Wilayah Mereka?

Seperti yang dilansir tempo.co Indonesia, langkah ini diambil karena tingginya angka kemiskinan di sana. “Saya pergi ke perguruan tinggi dengan 13 mahasiswa dari desa ini. Hanya enam yang lulus, sisanya putus karena mereka memilih menghabiskan uang kuliah untuk membeli rokok,” ujar Muhammad Idris, Kepala Desa Bone-Bone, dilansir dari Tempo.

Adapun Desa Lain yang Melarang Asap Rokok di Wilayahnya

Desa Sitiung, Sumatera Barat

Nagari (Desa) Sitiung merupakan desa pertama di Indonesia yang bebas dari asap rokok. Desa yang terletak di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat ini, melarang warganya untuk merokok.

Warga yang tertangkap merokok di sembarang tempat diberikan sanksi tegas dari desa. Tidak hanya melarang warganya untuk merokok, Pemerintah Nagari Sitiung juga memberikan penghargaan kepada masyarakat yang semula merokok dan menyatakan tidak merokok lagi.

Desa Ngunut, Jogjakarta

Saat berkunjung kesini, lebih baik jangan coba-coba menyalakan rokok di tempat umum. Karena warga setempat akan menegurmu dengan keras. Namun demikian, larangan itu hanya berlaku untuk tempat-tempat publik. Hak dari non-perokok di desa ini sangat di hormati. Namun juga masih toleran terhadap pecandu rokok yang belum bisa meninggalkan kebiasaan buruknya.

Desa Cikidang, Jawa Tengah

Ini dia kiat Pemerintah Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, "menceraikan" warganya dari kebiasaan merokok. Melalui Peraturan Desa Nomor 10 Tahun 2009 tentang Ketentuan-ketentuan yang Mengatur Ketertiban Desa, seluruh warga dilarang merokok di tempat umum dan mewajibkan tidak merokok hari Jumat. Bagi warga yang telah menjadi pecandu rokok telah disediakan tempat untuk merokok, yakni Poskamling.

Artikel lainnya:

1. Menelusuri Sejarah Rokok dan Kota Surabaya di House Of Sampoerna

2. Budaya Unggah-Ungguh yang Harus Tetap Dijaga

3. Baduy: Negeri Dimana Waktu Berhenti


1 Comment

  • Thumb profile zombie8

    Romadhan Urea

    17 October 2016

    I never said lost forever

Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply