Fakta Menarik Gua Rancang Kencana, Jogja

Jogja, selain terkenal sebagai kota pelajar atau sepanjang Jalan Malioboro yang mashur, faktanya di samping itu juga memiliki tempat wisata yang mempunyai fenomena menarik, salah satunya Gua Rancang Kencana. Gua Rancang Kencana secara administratif berlokasi di Dusun Menggoran, Kelurahan Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Jogja. Gua Rancang Kencana merupakan gua purba yang sejajar dengan Gua Braholo, berlokasi di Rongkop, Gunung Kidul.

Fakta Gua Rancang Kencana yang termaktub pada papan masuk gua, konon sudah dihuni pada ribuan tahun yang lalu. Pada saat dilakukan penggalian arkeologi oleh Penelitian Terpadu Kawasan Arkeologis (PTKA) terdapat temuan arkeologis berupa artefak batu dan tulang. Namun, pada tahun 1952 ketika ditemukan kembali oleh penduduk setempat, kondisi sekitar gua berupa hutan belukar yang lebat dan di lingkungan gua ditumbuhi pohon-pohon besar. Seperti halnya pohon klumpit yang tingginya melewati batas atap gua dan kini mencuri perhatian wisatawan.

Jika masuk ke dalam gua kalian akan melihat satu ruangan besar, berukuran 20m x 20m dengan ketinggian 12m. Pada jaman dahulu ruangan ini digunakan sarasehan. Di samping itu terdapat dua ruangan lagi, satu di antaranya merupakan ruangan berukuran 3m x 3m dan satunya lagi merupakan lorong panjang menurut cerita ini lorong tersebut menghubungkan Air Terjun Slempret.

Fakta lain Gua Rancang Kencana memiliki beberapa fungsi, yakni; Gua Rancang Kencana digunakan para wali untuk merancang kegiatan yang mulai atau tinggi nilainya seperti merancang emas (kencana berarti emas), itulah sebabnya gua tersebut dijuluki Gua Rancang Kencana. Selain itu, gua ini juga mempunyai kaitan erat dengan Panembahan Senopati yang menurunkan raja-raja Mataram. Sementara itu, pada masa kolonial beberapa narasumber mengatakan, bahwa pada tahun 1940-an gua ini sering digunakan oleh orang Belanda untuk pesta dansa.

Seiring beralihnya jaman, Gua Rancang Kencana dilakukan penggalian. Pada saat dilakukan kegiatan penggalian arkeologi oleh Penelitian Terpadu Kawasan Arkeologis (PTKA) Gunung Kidul, di dalamnya ditemukan Arca Nandi dan Arca Singa. Kedua arca tersebut kondisinya sudah tidak jelas lagi. Selain kedua arca tersebut masih ditemukan lagi dua buah Arca Dwarapala, namun kini sudah tidak lagi. Selain Arca Nandi, data arkeologi yang sampai saat ini masih tersimpan di Gua Rancang Kencana berupa batu persegi bertakik yang kondisinya juga sudah sangat aus. Oleh sebab itu benda-benda arkeologi yang ditemukan sudah diinventarisasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta tahun 2007.

Pada saat ini Gua Rancang Kencana menjadi salah satu objek wisata sejarah kebanggan pemerintah Gunung Kidul, dan dikelola oleh masyarakat Desa Wisata Bleberan. Gua yang mempunyai keistimewaan dibandingkan dengan gua yang lain ini memiliki ruang tengah yang luas, tak ayal jika kini dijadikan tempat sarasehan dan juga digunakan tempat camping.


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply