Fashion Show Batik Khas Kalimantan : Sang Desainer Pulang Kampung



Memperingati hari jadi PT. Pupuk Kalimantan Timur Yang ke 37, PKT EXPO 2014 diselenggarakan oleh Departemen PKBL PT. Pupuk Kaltim di gedung Koperasi Karyawan PT. Pupuk Kaltim Bontang dengan berbagai kegiatan 7-13 desember 2014.

Salah satu kegiatan yang banyak mendapatkan perhatian dari masyarakat Bontang adalah Seminar  tentang Fashion sebagai bagian dari industri Kreatif serta seminar tentang pengaplikasian kain perca yang menghadirkan seorang Putra Bontang yang telah berkiprah di industri fashion nasional, Faisal Usman dibawah label fashion miliknya Crazy No Play by Fei.

"Saya bahagia bisa berbagi pengalaman dengan masyarakat Bontang, karena saya percaya banyak orang-orang Bontang yang memiliki ketertarikan besar terhadap dunia fashion desain dan bisnis fashion tapi belum tahu harus memulai dari mana", ungkap Fei disebuah lunch time bersama Ami Laras Owner sekaligus Founder www.ulinulin.com yang menjadi media support dalam pagelaran karyanya di kota penghasil Pupuk Urea terbesar di Indonesia ini.

Sebagai Departemen yang memayungi program CSR PT. Pupuk Kaltim Bontang, kegiatan PKT EXPO 2014 diselenggarakan sebagai wadah bagi semua Mitra Binaan perusahaan untuk mempresentasikan hasil karya mereka kepada masyarakat luas, dengan tujuan mengajak semakin banyak masyarakat yang mau menjadi pengusaha mandiri, sehingga akan semakin banyak pula lapangan kerja yang akan tersedia.

Selain menjadi pembicara dalam seminar, Fei juga menutup expo ini dengan presentasi karyanya untuk koleksi Spring Summer 2015 yang melibatkan 10 model nasional yang dia kolaborasikan dengan 10 model lokal Bontang.

"Fashion show kali ini saya bagi menjadi 3 sequence. Sequence pertama saya mempresentasikan 10 batik ready to wear yang menggunakan batik Bontang dengan  motif mangrove, tumbuhan Kantung Semar, Ikan Bawis (salah satu species ikan laut yg khas di kota ini), dan motif burung Bangau Putih, semua batik ini saya pesan kepada seorang pengerajin batik di Bontang,  Pondok Batik Etam, yang dalam proses pembatikannya menggunakan pewarna alam yakni menggunakan Buah pohon bakau (Mangrove). Di sequence kedua saya mempergelarkan 10 kebaya yang idenya bersumber dari guci-guci Tionghoa di masa lampau dengan palet warna biru, blue navy, broken white, serta mengkolaborasikannya dengan Batik Ampiek dan Tenun Ulap Doyo yang merupakan kain traditional khas Kalimantan Timur. Sequence ke tiga diisi dengan 10 coctail dress dengan palet warna putih. 30 koleksi ini saya balut dalam satu tema yakni EQUATOR dengan makna kehidupan majemuk di kota Khatulistiwa ini". Begitu ujar pria 32 tahun pencinta traveling ini.

Sebagai Putra Daerah Bontang, kembali ke kampung halaman untuk mempresentasikan karyanya di kegiatan yg sudah memasuki tahun ke empat penyelenggaraannya ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. "Saya begitu bahagia ketika melihat kedua orang tua saya duduk di front row berdampingan dengan jajaran Direksi PT. Pupuk Kaltim dan Pemerintah Kota, saya "Menggila di Stage" berupaya menyembunyikan keharuan saya. Saya berharap kehadiran saya kemarin di PKT EXPO 2014 bisa menginspirasi banyak orang untuk merubah pola pikir, bahwa bekerja itu tidak harus jadi PNS, tidak harus di perusahaan multinasional, tetapi Industri Kreatif bisa sangat menjanjikan untuk dijalankan. "We never know how tallented we are, if we haven't to try do something". pamungkas di interview singkat kami siang ini.

Credit Title:

All design from Crazy No Play by Fei

Model by Janu, Riris, Bella (3th runner up Putri Indonesia 2014) Ameil, Chandra, Grace, Marlia, Dwi, Aulia, Key, Indit, Dira, Dona, Komang, Seply, Ria , Widya, Della, Indri, Desy, Talitha Assegaf.

 

Make Up Artist by Shaira Banu & Ina.

Turban Stylist by Ipeh.

Accessories by Ibu Gayah.

Batik by Pondok Batik Etam.

Tenun Ulap doyo from Baris Titik by Dyah.

Fashion Choreographer by Puri

Photographer by Aditya Wardhana.

Leave a Comment