Gen Nenek Moyang Mempengaruhi Hobi Traveling?

Banyak yang heran, mengapa ada orang yang hobi traveling. Bukan hanya sekedar traveling di hari libur yang panjang, tapi juga traveling walaupun di akhir minggu yang singkat. Apakah mereka hanya sekedar suka, hobi, atau…. Kecanduan?

Manusia merupakan species yang memiliki rasa penasaran dan keinginan menjelajah yang sangat kuat. Keinginan untuk berkelana, bepergian, menjelajahi tempat baru yang sama sekali asing, ternyata dapat ditelusuri secara genetik.

Penjelajahan Dunia_ulinulin

Asal usul manusia bisa ditelusuri hingga ke Afrika, tempat nenek moyang manusia pertama kalinya menjelajahi bumi sekitar 70.000 hingga 50.000 tahun yang lalu. Tidak ada species lain di Bumi yang telah berkelana dan menyebar di seluruh muka bumi dengan cara yang sama dengan manusia. Species biasanya mendiami kawasan tempat mereka berasal, namun manusia modern telah mengunjungi dan menetap di setiap benua, negara, dan seluruh penjuru dunia hanya dalam jangka waktu 50.000 tahun.

 

Penelitian mengenai mengapa manusia suka berpindah tempat, traveling, atau menjelajah, serta sebagai species yang telah menjelajah begitu jauh, telah berfokus pada penelitian gen. Sebuah gen bernama DRD4 sudah terlibat hinggal tingkat dofamin pada otak manusia, yang terhubung dan berkaitan dengan motivasi dan perilaku. Variasi gen ini, DRD4-7R, ada pada sekitar 20% populasi manusia dan terhubung serta berkaitan dengan rasa gelisah dan rasa penasaran, bersamaan dengan, atau berasosiasi dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

 

Rasa gelisah ini menyebabkan orang berani mengambil resiko lebih besar, termasuk menjelajahi tempat baru atau yang berbeda dari tempat dia biasa tinggal. Sebuah penelitian oleh Chen pada tahun 1999 menemukan bahwa bentuk gen DRD4-7R cenderung muncul di dalam masyarakat modern di mana orang bergerak dan berpindah lebih jauh dibandingkan nenek moyang yang berasal dari Afrika puluhan ribu tahun yang lalu.

Imagination_ulinulin

Penelitian yang lain juga melaporkan hasil yang serupa bahwa mereka yang yang hidup di masyarakat yang nenek moyangnya berpindah dari Afrika, cenderung memiliki gen DRD4-7R. Hasil penemuan ini menunjukkan bahwa gen ini merupakan motivasi di balik hasrat manusia untuk menjelajah, berpindah, dan melihat dunia, sama seperti yang dirasakan oleh nenek moyang kita.

 

Teori lain menjelaskan bahwa keinginan kita menjelajah berasal dari masa kecil kita. Saat kita masih anak-anak, kita belajar lewat bermain dan berimajinasi. Dibandingkan dengan kebanyakan hewan dan nenek moyang terdekat manusia (Neanderthals dll), kita menghabiskan masa kecil dalam perlindungan ibu kita, sehingga membuat kita mengembangkan imajinasi. Dasar imajinasi itu untuk menciptakan skenario dan dunia bayangan atau hipotesis yang membuat kita ingin menjelajah dan penuh rasa ingin tahu. Pertanyaan seperti “Apakah ada hal lain di sana?” dan “Apa yang ada di seberang lautan?” merupakan beberapa pertanyaan yang mendorong manusia untuk menjelajahi dunia.

***

Penjelajahan Luar Angkasa_ulinulin

Motivasi di balik keinginan kita untuk traveling dapat dijelaskan melalui gen kita (DRD4-7R) dan juga karena imajinasi kita yang didorong oleh masa kecil kita. Nenek moyang kita mulai traveling menjelajahi bumi sekitar 50.000 tahun yang lalu, karena gen “rasa gelisah” dan menurunkannya kepada generasi di bawahnya. Bahkan hingga hari ini, manusia masih terus menjelajah dan melakukan traveling, entah menggunakan pesawat terbang ke tempat tujuan wisata, ke benua lain, atau ke negara lain yang jauh dari kampung halamannya, hingga astronot yang menjelajah luar angkasa. (sumber: 3tags)

 

Artikel Terkait:

1. 5 Alasan Penting Kita Perlu Traveling

2. Bagaimana Menjadi Traveler Yang Baik?

3. Pengen Wajah Mulus Saat Traveling? Ikutin Tips Ini!

 


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply