Kawasan Wisata Kota Lama Semarang



Kota Lama Semarang merupakan suatu tempat wisata yang terletak di pinggir kota Semarang. Yang merupakan suatu kawasan tersendiri dengan desain kota yang masih mempertahankan kerangka-kerangka di jaman Belanda atau gaya Eropa di tahun 1700-an, terlihat dari karakter pintu dan jendelanya yang besar sekali, dan pemakaian ornamen-ornamen ala gaya Eropa, pemakaian kaca-kaca yang berwarna-warni, sampai dengan ruang bawah tanahnya. Kawasan Kota Lama Semarang disebut dengan istilah Outstadt, karena secara geografis kawasan ini terpisah dengan daerah sekitarnya, seperti sebuah daerah yang berdiri sendiri, sehingga sering disebut dengan istilah “Little Netherland”.

Pada abad 19-an, wilayah ini merupakan pusat perdagangan yang dikelilingi oleh benteng megah yang bernama Vijhoek. Jalan utama yang sekarang bernama Jl Letjen Soeprapto, dulunya merupakan jalan utama yang bernama Heeren Straat, sedangkan pintu bentengnya yang diberi nama De Zuider Por masih ada sampai saat ini, yang lebih familier bernama Jembatan Berok. Dinamai jembatan "Berok" karena orang pribumi tidak bisa melavalkan kata "Burg" yang dalam bahasa Belanda berati jembatan.

Jalan utama tempat wisata di kawasan Kota Lama Semarang terdapat sebuah gereja yang sangat unik. Kebanyakan orang menyebutnya dengan nama Gereja Blenduk, karena bentuk fisik kubahnya yang mblenduk. Gereja ini berdiri sejak tahun 1753, yang dulunya gereja ini bernama Nederlandsche Indische Kerk. Sampai saat ini, gereja Blenduk ini merupakan landmark dari Kota Semarang.

Di sebelah Gereja Blenduk, terdapat sebuah taman yang cukup rindang. Dengan pepohon yang sangat besar dan rerumputan yang ada di dalamnya.  Di dalam area taman ini, setiap minggu pagi seringkali ada aktivitas dari para komunitas pecinta Kotalama, seperti oratoret, pencinta fotografi, kolektor sepeda tua dan lain sebagainya. Kotalama di malam hari masih terbilang sepi, dan masih jarang dijadikan tempat tujuan wisata malam. (Yudi)

 

Leave a Comment