Ke Observatorium Bosscha, Enaknya Siang atau Malam?

Begitu sampai di pelataran Observatorium Bosscha, Lembang, 15 kilometer utara Bandung, yang terbaca pertama kali adalah papan pengumuman, "Di sini bukan tempat piknik. Dilarang gaduh, bermain, istirahat, makan di area rumput, dan membuang sampah sembarangan." Nah, lho?

Pengumuman itu benar adanya. Observatorium Bosscha adalah laboratorium penelitian dan pengamatan benda langit. Gambaran sebagai stasiun penelitian sudah terasa sejak tiba di gerbang kawasan, 30 menit berkendara dari Bandung. Bus rombongan, mobil pribadi dilarang naik, silakan parkir di Jalan Raya Lembang.

Menuju Bosscha, kita mesti berjalan menelusuri Jalan Peneropongan Bintang sepanjang 800 meter atau sekitar 20 menit. Asyik juga sambil memandang anak pegunungan Tangkuban Perahu di kejauhan, kehijauan lingkunagn sekitar dalam semilir udara sejuk.

Namun, kalau tak mau lelah, ada pilihan naik ojek motor. Begitu memandang kubah megah Teleskop Zeiss yang dirintis KAR Bosscha dan mulai beroperasi sejak 1928, lelah pun hilang.

Teleskop Bosscha

Dari lima teleskop yang dimiliki Observatorium Bosscha--Bamberg, Schmidt-Bimasakti, Goto, Unitron, Double Refraktor Zeiss--pengunjung hanya boleh menikmati yang terakhir. Tak masalah 'kan, soalnya inilah teropong utama dalam gedung kubah megah itu. Lensa ganda berdiameter 60 centimeter dalam tabung berdiameter 1,66 meter sepanjang 11 meter itu terletak di tengah panggung melingkar. Pengunjung hanya bisa berada di luar panggung. Peneliti akan duduk di kursi sambil meneropong.

Pengunjung siang hari memang hanya bisa mengamati Teleskop Zeiss dari jauh. Benda-benda langit selain matahari memang hanya bisa jelas diamati kala malam hari. Keterangan tentang benda-benda langit akan didapat pengunjung di ruang khusus di luar kubah megah.

Untuk program kunjungan siang, pengunjung dapat melihat cara kerja teleskop Zeiss (tidak meneropong) dan mendapat informasi astronomi di ruang multimedia. Pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu dengan biaya Rp. 15.000/orang.

Bosscha juga menawarkan kunjungan malam rutin. Pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu dengan biaya Rp. 20.000/orang. dengan waktu yang ditentukan oleh pihak observatorium. Kalau berkunjung malam, pengunjung bisa meneropong dengan Teleskop Bamberg dan Unitron. Karena kunjungan yang singkat, dijamin takkan lapar.

Kalau haus, bisa membeli minuman di koperasi setempat. Kalau lapar, makan saja di warung makan di bawah kawasan observatorium.

Observatorium Bosscha memang bukan tempat piknik. Habis waktu kunjungan, langsung pulang. Kalau belum puas berkunjung siang hari, bisa datang lagi untuk berkunjung malam hari agar bisa menerepong bintang. (ade/sumber: Intisari dan website Bosscha)


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply