Ke Tempat Wisata Jakarta dengan Bus City Tour



Kamu yang sering beraktivitas di sekitaran Monas atau Jalan Gajah Mada atau Jalan Hayam Wuruk pasti pernah melihatnya: bus tingkat mentereng merayap di jalanan. Itu bukan bus penumpang biasa. Bukan pula busway milik PT Transjakarta. Itu adalah bus City Tour Jakarta.

Telah beberapa tahun ini bus wisata ini melayani penduduk atau wisatawan yang ingin keliling Jakarta dari sekitaran Monas hingga
daerah Kota Tua.

Bus ini gratis. Siapa saja boleh naik. Beberapa destinasi menarik yang dilalui oleh bus City Tour Jakarta sayang dilewatkan. Apa saja?

Yik, kita kulik sama-sama.

Monumen Nasional

Monumen Nasional populer disingkat Monas atau Tugu Monas. Tingginya menjulang 132 meter dan jadi landmark bangsa kita. Tugu ini dibangun di era Sukarno untuk memperingati perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Monumen ini dibangun 17 Agustus 1961 dan selesai pada masa Orde Baru Soeharto tahun 1975. Monumen ini terletak di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen dan museumnya dibuka mulai pukul 8.00 hingga pukul 15.00 WIB.

Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia atau biasa disebut Museum Gajah karena di muka museum ada patung gajah yang konon pemberian kerajaan Thailand di zaman Hindia Belanda. Museum ini persisnya terletak di Jalan Medan Merdeka Barat 12. Museum Nasional banyak mengoleksi benda-benda kuno dari seluruh NUsantara. Antara lain arca-arca kuno, prasasti, benda-benda kuno lain dan barang-barang kerajinan. Koleksi-koleksi tersebut dikategorikan dalam etnografi, perunggu, pra-sejarah, keramik, tekstil, numismatik, relik sejarah dan benda berharga.

Gedung Arsip

Dari asal-usulnya, Gedung Arsip Nasional adalah bekas rumah peristirahatan Gubernur Jenderal VOC Reiner de Klerk (memerintah 1778 hingga 1780). Di abad ke-18, yang dinamakan kota Batavia baru sebatas wilayah Kota Tua dan Glodok sekarang. Rumah sang gunernur jenderal di Jalan Gajah Mada kini terhitung luar kota makanya disebut rumah peristirahatan. Hingga tahun 1925, gedung itu beralih fungsi sebagai kantor Departemen Pertambangan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Kemudian dialih-fungsikan sebagai Lands Archief (gedung arsip), yang setelah Indonesia merdeka menjadi gedung arsip nasional. Gedung ini dibuka untuk umum dari pukul 6.00 hingga 18.00. Sering pula disewakan untuk tempat resepsi pernikahan atau lainnya.

Kawasan Kota Tua

Kota Tua juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (oud Batavia). Di sini tempat terbaik untuk berfoto ria karena banyak spot menarik yang bisa di-eksplor wisatawan. Segala kegiatan wisata tersedia di sini. Mau ke museum? Ada lebih dari tiga museum yang jaraknya saling berdekatan, sepertti MUseum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah), Museum Seni Rupa dan Keramik, MUseum Wayang, Museum Bank Mandiri, serta Museum Bank Indonesia. Sekadar nongkrong di alun-alunnya pun banyak yang bisa disaksikan, seperti atraksi orang-orang yang berdandan unik hingga menyewa sepeda hias untuk berkeliling.** (ade/sumber: majalah Mutiara Biru, Juli 2017)

Leave a Comment