Kebatilan Dan Kebajikan Dalam Tari Barong, Siapa Pemenangnya?

Tari Barong Bali merupakan satu dari begitu banyak seni yang ada di Bali. Termasuk peninggalan kebudayaan pra-Hindu dan menceritakan hal paling klise, yaitu pertentangan antara kebatilan dan kebajikan.

Barong adalah makhluk mitologi yang melukiskan kebajikan, makhluk buas berkaki empat yang di dalamnya dikendalikan oleh dua orang penari. Meskipun biasanya Barong digambarkan sebagai seekor macan atau singa, banyak juga jenis-jenis Barong lainnya seperti Barong ket, Babi, dan Landung.

Sedangkan Rangda adalah yang maha dahsyat menggambarkan kebatilan, sosok mirip wanita menyeramkan yang memiliki dua buah taring besar di mulutnya. Layaknya Barong, ada beberapa jenis Rangda, seperti Rangda Nyinga, Rangda Nyeleme, dan Rangda Raksasa.


Barong


rangda

Antara Kebatilan dan Kebajikan Saling Bertempur, Lantas Siapa Pemenangnya?

Pada tarian barong akan dipertunjukkan pertarungan antara Barong dan Rangda. Tetapi tidak satu pun dari mereka ada yang menang ataupun kalah. Mengapa? semua itu merupakan cerminan hidup dari masyarakat sehari-hari di mana baik dan buruk atau energi positif dan negatif akan selalu hadir dalam kehidupan manusia. Meski pada dasarnya setiap manusia menginginkan hal yang baik-baik.

Barong merupakan benda sakral yang sangat disucikan oleh masyarakat Hindu Bali. Pertunjukan tari ini dengan atau tanpa lakon, selalu diawali dengan demonstrasi pertunjukan yang diiringi dengan gamelan yang berbeda-beda seperti gamelan Gong Kebyar, gamelan Babarongan, dan gamelan Batel.

Perkembangan Tari Barong

Pada awalnya Barong hanya digambarkan dengan empat kaki, namun sesuai perkembangan saat ini, Barong tidak hanya digambarkan sebagai binatang empat kaki, namun bisa dua kaki, bahkan terkadang juga sosok manusia. Lantas, apa sebenarnya pengertian Barong itu? Barong berasal dari bahasa sansakerta Bahruang yang artinya hewan beruang.

Dalam mitologi Hindu, binatang ini dianggap memiliki kekuatan gaib dan sering disebut sebagai binatang pelindung makhluk hidup. Dengan mitologi ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa Barong adalah sosok pelindung bagi makhluk hidup dan juga pembawa manfaat dan kebaikan bagi sekitarnya. Rasanya anda perlu menyempatkan menonton pementasan tari ini suatu ketika anda berkunjung ke Bali.

Jenis-jenis Tari Barong

Barong singa adalah barong paling umum ditemukan di Bali. Di Bali masing-masing kawasan memiliki roh penjaga di hutan atau tanahnya. Masing-masing roh pelindung ini digambarkan dalam bentuk satwa tertentu, Yaitu:

  1. Barong Ket: barong singa, barong paling umum dan melambangkan roh kebaikan.
  2. Barong Landung: barong berwujud raksasa, dipengaruhi budaya Tionghoa dan bentuknya mirip Ondel-ondel Betawi
  3. Barong Celeng: barong berbentuk babi hutan
  4. Barong Macan: barong berbentuk macan atau harimau
  5. Barong Naga: barong berbentuk naga atau ular
  6. Barongan Pilangrejo: barong berbentuk singa, berasal dari kecamatan juwangi menggambarkan simbol kebuasan.

Disamping jenis - jenis barong tersebut diatas, masih ada juga jenis-jenis barong yang lain yaitu barong brutuk yang terdapat di desa Trunyan (sebuah Desa kecil di pinggir sebelah timur dari Danau Batur ). Barong ini memakai bulu-bulu daun pisang yang sudah kering (kraras) dan sangat dikeramatkan oleh masyarakat Trunyan. Ada juga Barong yang biasanya dipertunjukkan khusus pada upacara ngaben.

(rdw)

Artikel lainnya:

1. Mengagumkan, 9 Tarian Bali Dipatenkan UNESCO

2. Ini Dia Penjelasan Singkat 9 Tarian Bali Yang Dipatenkan UNESCO

3. Tari Serimpi, Seni Luhur Dan Peringai Kehalusan Perempuan Jawa Tengah

 

 

 


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply