Kehebohan Festival Mengusir Kuntilanak di Pontianak



Sumber gambar : liburmulu.com

 

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan acara atau festival bertajuk seni dan budaya yang digelar di negeri kita tercinta ini, tapi bagaimana dengan festival mengusir kuntilanak? Ya, festival ini benar benar ada di Indonesia dan diadakan setiap tahun di Pontianak, Kalimantan Barat. Kedengarannya sangat horror ya, mungkin anda sudah membayangkan akan menemukan penampakan penampakan kuntilanak jika anda mengikuti festival ini, tapi jangan salah kaprah dulu, ternyata festival mengusir kuntilanak ini juga disebut Festival Meriam Karbit dimana akan banyak meriam yang ditembakkan selama festival ini berlangsung.

Festival ini biasanya diselenggarakan menjelang Hari Raya atau Lebaran selama 3 hari, dimulai sejak sehari sebelum hingga setelah Lebaran di malam hari. Selain diselenggarakan untuk menyambut Lebaran, festival ini juga biasa diadakan untuk menyambut hari jadi Kota Pontianak. Lalu lantas mengapa disebut festival mengusir kuntilanak?

Ternyata asal muasal diselenggarakannya festival ini berasal dari kisah legenda turun temurun yang ada di Pontianak. Sekitar 243 Tahun yang lalu, pendiri sekaligus sultan pertama kerajaan Pontianak, Syarif Abdurrahman Alkadrie sedang melihat lihat  Sungai Kapuas untuk menentukan lokasi pembangunan Istana Kadriah,bangunan pertama yang menjadi simbol berdirinya Kota Pontianak. Ketika ia sedang melihat dan membuka lahan di Pontianak, konon ia sering diganggu oleh hantu Kuntilanak yang menjadi penunggu hutan yang ada di sepanjang Sungai Kapuas.

sumber gambar dari garagara.id

Untuk menentukan titik pembangunan kerajaannya, Sultan Syarif pun menembakkan 3 peluru meriam ke arah yang berbeda. Tak disangka, tembakan meriam yang dilontarkan Sang Sultan pun membuat para kuntilanak berlari ketakutan dan meninggalkan hutan Pontianak. Dari situlah masyarakat rutin menyelenggarakan festival meriam ini karena dipercaya dapat mengusir hantu kuntilanak. Sungguh unik bukan? Tidak hanya untuk “mengusir” kuntilanak, kehebohan festival meriam ini pun juga akan hadir lagi untuk menyambut hari jadi Kota Pontianak. 

Pada saat festival akan dimulai, seluruh masyarakat akan berkumpul di sekitar Jembatan Sungai Kapuas untuk menyaksikan saat meriam diledakkan oleh kelompok yang menjadi peserta festival ini. Meriam yang dipakai pun ukurannya tidak tanggung tanggung, bahkan diameternya ada yang mencapai setengah meter. Pembuatan satu buah meriam ini bisa memakan biaya dari Rp 15 juta hingga Rp 30 juta, jumlah yang sangat fantastis untuk pembuatan meriam. Meriam ini dibuat secara tradisional yakni menggunakan batang pohon yang dibelah dua secara memanjang kemudian diambil bagian tengahnya sebagai bahan utamanya. Setelah itu, kedua belahan yang tadi kemudian diikat kuat dengan rotan dan dibentuk sedemikian rupa hingga menjadi sebuah meriam kayu yang mirip seperti meriam asli yang terbuat dari baja.

sumber gambar : pontianak.web.id

Tidak cukup sampai disitu, meriam yang sudah jadi tadi pun akan dihias bagian luarnya sekreatif mungkin oleh para peserta agar menarik dan indah dipandang sebagai bagian dari perlombaan. Ketika festival ini dimulai, meriam pun ditembakkan. Kehebohan dan nyaring suaranya membuat yang semua yang menonton terlarut dalam suasana gegap gempita, bahkan bunyinya dapat mencapai radius 5 km. Seru sekali bukan?

Leave a Comment