Kembalinya Tongkat Sang Pangeran Ke Bumi Pertiwi



Setelah 183 tahun, tongkat berjuluk Kanjeng Kiai Tjokro milik Pangeran Diponegoro kembali lagi ke Indonesia dari Belanda. Dalam pameran bertajuk “Aku Diponegoro: Sang Pangeran Dalam Ingatan Bangsa dari Raden Saleh Hingga Kini,” yang digelar di Galeri Nasional sejak 6 Februari hingga 8 Maret 2015, tongkat Pangeran Diponegoro saat ini berada.

Dikutip dari pelbagai sumber, selama ini tongkat Pangeran Diponegoro berada di Belanda yakni di rumah keturunan Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1833-1834, Jean Chretien (JC) Baud. Hingga pada Kamis (5/2), Michiel Baud mewakili keluarga besar keturunan JC Baud menyerahkan tongkat Pangeran Diponegoro tersebut kepada pemerintah Indonesia melalui Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Tongkat sepanjang 150-an cm milik Sang Pengeran (1785-1885) yang terbuat dari kayu mahoni tersebut, rencananya nanti usai dipamerkan di Galeri Nasional, akan disimpan di Museum Nasional. Saat ini, tongkat milik Sang Pangeran dipajang berdiri tegak dengan di sisi kanan dan kirinya terdapat tombak serta pelana kuda yang juga pernah dipakai Pangeran Diponegoro.

Selain tiga barang milik Pangeran Diponegoro tersebut, dalam pameran yang dibuka untuk umum dan gratis ini juga dipamerkan lukisan Raden Saleh yang terkenal Penangkapan Pangeran Diponegoro yang dibuat pada 1856-1857. Terdapat pula, lukisan “Pasukan Kita yang Dipimpin Pengeran Diponegoro” karya Sudjojono dan “Pangeran Diponegoro Memimpin Pertempuran” karya Basuki Abdullah.

Dalam pameran yang terbagi dalam dua ruangan (Gedung A dan Gedung B) mulai pukul 10.00 hingga 19.00 WIB ini juga dipajang sejumlah benda yang memiliki keterkaitan dengan Pangeran Diponegoro mulai dari lukisan, patung, wayang, kartun, sertifikat, kain, dan lainnya. Ditampilkan juga, tahapan dan proses serta bahan berikut penjelasannya yang digunakan dalam kegiatan restorasi lukisan Raden Saleh tentang Pangeran Diponegoro. Tak hanya, pada hari tertentu seperti pada Minggu (8/2) juga digelar pelatihan mengenai restorasi lukisan dan pertunjukan teater yang dibawakan Teater Koma.  

Bagi kamu yang ingin melihat tongkat maupun segala sesuatu yang terkait dengan Pangeran Diponegoro di Galeri Nasional tersebut, kami sarankan untuk menggunakan alas kaki yang nyaman. Alasannya? Untuk dapat melihat tongkat dan juga seluruh isi barang terkait Pangeran Diponegoro yang dipamerkan, kamu mesti mengantri setidaknya 30 menit saat hari libur (Minggu).

Selain itu, kamu hanya diizinkan berada dalam ruang pameran sekitar 15 menit, khususnya Gedung A yang menjadi tempat tongkat dan juga lukisan mengenai Pangeran Diponegoro berada. Tak ayal, banyak pengunjung yang mesti berkali-kali antri agar bisa kembali masuk ruangan pemeran untuk dapat menikmati barang-barang pameran.    

Tongkat Pangeran Diponegoro sudah kembali, mari kembalikan lagi nilai nan semangat menegakkan keadilan dan kebenaran yang dicontohkan sang pangeran. (Martina Prianti)

Leave a Comment