Kenapa Bali memiliki julukan “The Island of God” Pulau Dewata



Dari tanah pegunungan dan perbukitan yang begitu megah, hingga memiliki garis pantai dari bepasir putih hingga berpasir hitam, danau-danau hingga air terjun dengan berbagai ragam, pebukitan sawah-sawah yang hijau dan subur, maka tidak mengherankan apabila Bali dikenal dengan sebutan Pulau Dewata. Bali memiliki lokasi yang begitu strategis antara pulau Jawa dan Lombok, Bali menawarkan begitu kaya akan ragam budaya. Arsitektur di Bali sangat menonjol tidak hanya di Indonesia tetapi juga tak kalah menonjolnya di dunia, serta tak kalah menonjol yaitu Bali memiliki ribuan kuil Hindu di seluruh pelosok Bali, ada sampai disudut-sudut kecil di seluruh Bali. Budaya Bali yang dominan merupakan salah satu yang langka di negara kita Indonesia yang dominan penduduknya adalah Muslim.

Bali pada tahun 1970 merupakan tempat berkumpulnya kawanan hippies yang menjelajah di pulau indah Bali terutama di pantai Kuta yang menarik bagi peselancar. Kita akan kagum dimana pulau Bali sampai saat ini mempertahankan ritual persembahyangan oleh pendeta berkulit putih yang masih menggunakan bahan alam yang ramah seperti bambu dan kayu-kayu kelapa untuk pekerjaan arsitektur yang begitu mewah dan terkenal dan menjadi tujuan wisata.

Tidak salah bagi kita mengetahui dan belajar tentang budaya Bali dan yang paling penting adalah sejarah Bali, melalui online maupun buku. Kalau saya pribadi paling senang mendengarkan lansung dari orang-orang Bali, serta teman-teman yang kebetulan banyak orang Bali, dimana mereka selalu masih mematuhi semua tradisi setiap harinya.

Foto Wanita Bali berdoa

Spritual yang ditawarkan oleh Bali

Ada perasaan spiritual yang berbeda begitu kita mendarat di Badara Ngurah Rai Bali, dan setiap bangun pagi saat kita di Bali, selain ayam jantan yang ramai berkokok, diikuti juga para wanita Bali yang memulai hari dengan berdoa di rumah mereka masing-masing, dan banyak juga di tempat-tempat usaha mereka serta beberapa di Pura, disaat fajar menyingisng, para wanita Bali menyiram air di semua pekarangan dan teras.

 Foto Canang Sari

Wanita Bali menyalakan dupa diatas Canang Sari yang diwarnai dengan bunga frangipani. Canang Sari terbuat dari daun pohon kelapa dibuat berbentuk persegi empat. Canang Sari merupakan alat untuk doa bagi Umat Hindu Bali yang banyak disimpan di sudut-sudut rumah dan sudut Bali. Warna bunga yang ada di dalam Canang Sari mewakiki perlambangan Dewa-Dewa umat Hindu Bali. Kadang diatas Canang Sari ada yang dilengkapi dengan buah pinang, kapur, sirih dan tembakau. Untuk persembahan yang lengkap dengan bunga rampai itu di Bali disebut dengan Banten. Banten sendiri bagi umat Hindu Bali merupakan alat bantu untuk pemujaan kepada Dewa-Dewa atau Sang Hyang Widhi dan merupakan bentuk pengabdian umat Hindu Bali kepada Tuhan untuk menghaturkan terima kasih.

 Foto Turis Mancaegara ikut berdoa

Turis Manca Negara

Apabila kita berwisata ke tempat-tempat wisata, kebetulan merupakan tempat peribadatan Umat Hindu di Bali, sering kali kita melihat Pemangku-pemangku memberikan syarat agar wisatawan-wisatawan mendekat untuk diberikan doa baik dengan diciprati air suci yang telah didoakan, serta kadang diberikan beras yang ditempel di dahi dan juga bunga frangipani di telinga wisatawan. Setelahnya wisatawan kadang disodori untuk memberikan sedekah seikhlasnya di atas Kotak Canang.

Orang Bali terkenal dengan keramahannya, begitu terasa disaat wisatawan datang ke warung-warung makan ataupun restoran-restoran, mereka akan memberikan menu makan atau mendatangi dengan senyum tulus. Serta apabila wisawatan ingin menjelajah di Bali sampai “Get Lost” untuk isitilah anak jaman now, jangan pernah takut karena orang Bali akan dengan ramah menunjukan arah yang benar tanpa menyesatkan.

 Foto Pura Lempuyangan

Bali kelimpahan akan alam dan makanan

Bali terkenal dengan tanahnya yang subur serta jenis makanan yang berlimpah. Kebiasaan orang Bali berdoa, banyak wisatawan mancanegara yang merasa mereka dibawa ke negeri Dewa-Dewa. Walau sarana berdoa orang Bali memiliki banyak ragam, alam Bali menyediakan semuanya dan orang Bali merawat alam Bali dengan sempurna sehingga Bali tetap hijau. Rimbunan pohon kelapa dimana-mana, pisang, padi dan hamparan sawah-sawah yang terawat dengan sempurna, menjadikan Bali tetap sempurna sebagaimana Bali sampai saat ini, sehingga memberikan perbedaan dengan tempat wisata manapun di dunia ini. Kita bisa melihat persawahan yang sempurna di Jatiluwih yang masih amat terawat dengan sistem irigasi Subak yang dimiliki oleh adat dan Budaya Bali.

Foto Teras Jatiluwih

Orang Bali sangat memanfaatkan dan merawat atas kesuburan tanah Bali, dengan hasil yang baik mereka bisa mendapatkan hasil dari pertanian berupa, beras, kopi, cengkeh, bunga-bunga hingga selada untuk kebutuhan sayuran. Banyak makanan Bali diolah dari hasil panen pertanian Bali, sehingga ditempat-tempat makan terkenalpun banyak menu menawarkan olahan sayur-sayuran dan sambal tidak pernah ketinggalan serta olahan laut dan hasil ternak seperti ; Nasi Campur Bali, Seafood, Jungku Undis, serta olahan Bebek.

Foto Pantai Padang Bay Bali

 Foto Sunrise di Kintamani

Cuaca di Bali

Wisatawan Bali bisa mengunjungi tempat wisata sesuai suhu cuaca yang disenangi, apabila senang akan aktifitas pantai maka bermainlah di wilayah selatan Bali yaitu kawasan Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, Benoa, Jimbaran sampai kawasan Uluwatu dengan cuaca yang panas. Untuk yang mencintai suhu sejuk bisa mengujungi tempat wisata Sidemen, Jatiluwih, Ubud, Kintamani, Bedugul dan juga Munduk. Itu adalah kawasan yang menawarkan hawa sejuk dan sering kali diikuti kabut yang membuat suasana menjadi sedikit Mistik.

Itu semua merupakan ringkasan cerita dan gambaran kenapa Bali memiliki julukan bagi wisatawan mancanegara “The Island of God” atau Pulau Dewata.

@nilea

Leave a Comment