Kisah Para Penambang Belerang di Kawah Ijen



 

Kawah Ijen merupakah kawah gunung aktif yang sibuk oleh aktifitas penambangan belerang. Berada di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur, kawah ini ramai dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Selain menikmati keindahan alam Gunung Ijen, para wisatawan rata-rata tertarik pada aktifitas para penambang belerang.

Wisatawan yang hendak menuju Kawah Ijen, harus berjalan kaki setidaknya tiga kilometer dari titik pemberhentian terakhir Paltuding. Kita harus melewati jalan setapak berpasir untuk mencapai lokasi kawah. Namun jangan kuatir, jika cuaca sedang cerah rasa capek menyusuri jalanan setapak sejauh 3 kilometer akan terbayar tuntas oleh indahnya pemandangan alam.

Penambang kawah Ijen

Disepanjang perjalanan kamu akan berpapasan dengan bapak-bapak membawa keranjang yang penuh bongkahan kuning didalamnya. Ya, merekalah penambang belerang yang kesohor itu. Mereka adalah para lelaki perkasa yang memanggul beban setidaknya 70 kilogram belerang dalam keranjang.

Sejak dini hari para penambang belerang sudah berjibaku dengan ganasnya belerang. Mau tahu berapa pendapatan mereka? Untuk satu keranjang belerang, dengan harga Rp 800 per kilogram, para penambang mendapatkan rata-rata Rp 56.000. Itu untuk sekali perjalanan.

Jumlah penambang belerang di Kawah Ijen terdata sekitar 260 orang. Mereka mengangkut belerang dari puncak kawah setinggi 2.368 mdpl ke kaki gunung. Belerang itu kemudian dijual ke PT Candi Ngrimbi, ini adalah perusahaan yang mendapatkan izin penambangan di Kawah Ijen sejak 1978. (Arief)

 

Fotografi oleh Mamuk Ismuntoro, direktur Matanesia Institute dan Ketua Festival Foto Surabaya 2015 (www.festivalfotosurabaya.com)

Leave a Comment