Legenda Buah Pala pernah menjadi harta karun Indonesia

Pada abad ke 12 an menurut sejarah, buah pala sudah terkenal di dataran Eropa yang dibawa dan di dagangkan oleh pedangang Melayu, Cina dan Arab. Sebagai salah satu jenis rempah-rempah asli dari Indonesia, wangi buah cengkeh dan pala memiliki nilai komoditi yang lebih tinggi daripada emas pada masa itu. Rempah-rempah ini menjadi pengawet alami, dan memiliki banyak khasiat untuk kesehatan dan kecantikan serta menjadi symbol orang-orang kaya Eropa pada masa itu. Siapa yang bisa mengolah buah cengkeh dan pala, maka mereka akan bisa menguasai dunia.

Konon cerita, karena cengkeh dan pala begitu tinggi nilainya, membuat para pedagang dari daratan Tiongkok memperlakukan rempah-rempah itu dengan istimewa, mereka menutupi rempah-rempah dengan kain sutra. Sehingga muncullah istilah jalur Sutra untuk pelayaran dari daratan Tiongkok menuju ke kepulauan Banda.

Harta karun kepulauan Banda akan rempah-rempahnya terdengar oleh penguasa dataran Eropa. Yang pada akhirnya membuat Inggris, Portugis dan Belanda berseteru untuk memeperebutkan kepulauan Banda serta perdagangan rempah-rempahnya.

Pada tahun sekitar tahun 1620 membuat Belanda rela memberikan Manhattan atau pulau Rum kepada Belanda untuk ditukar dengan kekuasan di kepulauan Banda. Sebegitu berharganya buah cengkeh dan pala pada masa itu seperti harta karun yang tak ternilai harganya, yang membuat negara Eropa rela melakukan apapun untuk menguasainya. Walaupun pada masa sekarang buah cengkah dan pala diabaikan, terutama oleh negara kita sendiri yang tidak memanfaatkan akan cengkeh dan pala untuk pengawet makanan, justru memilih import bahan pengawet makanan dari negara lain.

Mungkin buah cengkeh dan pala akan menjadi salah satu harta karun lagi apabila semua industri makanan di Indonesai mau memanfaatkan untuk bahan pengawet di semua produk makanan olahan di Indonesia.

 

@nilea


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply