Makna kearifan lokal Bali, Pohon besar diberikan sarung kotak-kotak untuk keseimbangan hubungan Manusia dan Alam



 

Bagi wisatawan yang baru datang ke Bali dan belum begitu lama mengenal adat istiadat pemeluk agama Hindu di Bali pasti memiliki pertanyaan besar ketika sedang jalan-jalan bertemu dengan pohon besar yang dilindungi dengan sarung kain kotak-kotak.  Pohon diberi kain kotak-kotak itu merupakan salah satu tradisi warga Bali yang memiliki simbol dan makna kearifan lokal umat Hindu Bali dalam hidup berdampingan dan untuk memberikan penghargaan kepada Alam.

Banyak orang berpikir secara kasat mata bahwa pohon besar dan juga disarungin seringkali banyak orang salah berpersepsi, banyak yang berpikir pohon besar itu banyak penunggunya, padahal semua itu tidak benar adanya, sedangkan kain kotak-kotak sendiri memiliki manifestasi sebagai keseimbangan alam semesta.

Disarunginya pohon besar dengan kain kotak-kotak atau kain poleng di istilah Bali tidak lepas dari falsafah ajaran Hindu Bali yaitu “Tri Hita Karana” yaitu tiga penyebab terciptanya kebahagiaan” di dunia. Yaitu falsafah hidup yang tanggung, dan hidup yang bisa melestarikan keanekaragaman budaya dan lingkungan, terutama ditengah perubahan globalisasi dan homogenisasi saat ini. Hakikat ajaran Tri Hita Karana yaitu meliputi hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam sekitarnya, dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Ini merupakan falsafah pedoman hidup yang saling menghargai sesama dan menghargai lingkungan sekitarnya termasuk tumbuhan, dan prinsip untuk mencapai keseimbangan hidup dan kebahagian adalah pelaksanaan Tri Hita Karana harus seimbang, selaras antara satu hubungan dengan hubungan lainnya, sehingga bisa menghindari segala tindak buruk dalam hidup dan untuk terciptanya ketenteraman dan kedamaian.

Diluar yang berhubungan dengan falsafah agama, pohon beringin merupakan salah satu pohon yang berjasa untuk kehidupan manusia karena pohon beringin merupakan salah satu pohon yang bisa menyimpan cadangan air terbesar di antara ribuan jenis pohon lainnya. Sangat lama untuk manusia bisa menumbuhkan hingga memiliki ukuran yang sangat besar, butuh puluhan mungkin ratusan tahun, tetapi hanya butuh waktu dalam satu hari untuk menebangnya.

Dengan kearifan lokal Bali dimana pohon-pohon besar disarungi dengan kain kotak-kotak bertujuan agar manusia tidak dengan mudah menumbangkanya atau memotongnya. Berikut adalah keunggulan pohon beringin lainnya; 

  1. Mudah tumbuh dikondisi tanah apapun
  2. Mempunyai akar yang kuat dan tidak mudah tumbang kadang oleh gempa bumi pun.
  3. Tumbuh dengan cepat dan tahan akan gangguan hama.
  4. Tidak memerlukan perawatan yang intensif
  5. Berumur panjang sampai ratusan tahunpun jarang tumbang
  6. Merupakan salah satu pohon langka yang dimiliki Indonesia
  7. Pohon dengan evapotranspirasi

Diluar keunggulan diatas, pohon beringin juga memiliki khasiat penyembuh penyakit menurut beberapa penelitian. Akar dan daun beringin memiliki khasiat untuk mengatasi pilek, demam tinggi, radang amandel, nyeri pada sendi, rematik dan luka memar. Sedangkan daun dari pohon beringin  memiliki khasiat untuk menyembuhkan influenza, radang pernafasan atau bronkitis, batuk rejan atau pertusis, malaria, radang usus atau enteritis, desentri dan kejang panas pada anak.

Jadi kalau kita pahami dengan benar, bahwa kepercayaan lama dengan adanya tumbuhan beringin, apalagi beringin yang gede merupakan tempat mahkluk-mahkluk halus berumah, akan lebih bijak kalau melihat manfaat dari pohon beringin itu sendiri. Jadi kearifan lokal umat Hindu di Bali dengan menyarungi pohon besar dengan kain kotak-kotak untuk menghormati dan menyelaraskan hidup dengan alam semesta perlu kita hargai, karena itu juga merupakan penyelamatan bumi kita dari kekeringan dan ketandusan. Serta akan memberikan kita manusia keuntungan dengan ketersediaannya air tanah yang berlimpah.

@nilea

Leave a Comment