Makna Sebenarnya Lagu Lingsir Wengi, Bukan Pemanggil Kuntilanak

Banyak anggapan bahwa lagu lingsir wengi, jangan didendangkan pada waktu tertentu karena merupakan lagu pengundang makhluk gaib, yaitu kuntilanak. Anggapan tersebut timbul ketika lagu ini sempat populer karena digunakan sebagai backsound sebuah film Indonesia yaitu serial kuntilanak

(Baca Juga: Kehebohan Festival Mengusir Kuntilanak di Pontianak)

Bagi siapa saja yang menyanyikannya pada malam hari maka sang kuntilanak akan datang dan mengganggunya. Dari hal tersebut timbullah pemikiran negatif masyarakat tentang lagu ini, padahal lagu ini memiliki makna yang begitu baik dan patut untuk diketahui.

Nyatanya lagu lingsir wengi merupakan ciptaan salah satu Wali Songo,yaitu Sunan Kalijaga atau biasa disebut Raden Said. Karena dalam menyiarkan agama Islam, ia menggunakan media budaya jawa, seperti wayang kulit, seni ukir, gamelan, dan tembang-tembang jawa.

Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. Maka ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga. 

(Baca Juga: Misteri Asal Usul Nama Poltangan)

Selain itu masih terdapat beberapa fakta lain mengenai lagu yang diciptakan Sunan Kalijaga, lingsir wengi, diantaranya :

1. Pernyataan Sebuah Doa

Dilihat dari liriknya, lagu ini merupakan penolak bala untuk mencegah gangguan makhluk gaib di malam hari.

Tak hanya itu, secara tersirat lagu ini menyatakan sebuah doa kepada yang Maha Kuasa. Menurut informasi yang digali dari berbagai sumber bahwa Sunan Kalijaga menyanyikan lagu ini setelah solat Tahajud, dan kemudian menjadi populer di kalangan masyarakat jawa.

2. Merupakan Lagu Gending Jawa

Sunan Kalijaga menciptakan kidung Lingsir Wengi dengan memakai pakem gending Jawa yaitu Macapat. Pakem Macapat ini terdiri dari 11 macam pakem yang salah satunya yaitu pakem Durma yang dipakai dalam Lingsir Wengi.

Lagu-lagu yang memakai Pakem Durma harus mencerminkan suasana yang keras, sangar, suram, kesedihan, bahkan bisa mengungkapkan sesuatu yang mengerikan dalam kehidupan. Oleh sebab itu, lagu Lingsir Wengi dilantunkan dengan perasaan yang lembut, tempo pelan, dan sangat menyayat hati.

3. Sebagai Langgam Jawa Pengantar Tidur

Setelah masa penyebaran agama Sunan Kalijaga di pulau Jawa usai, lagu ini pun berubah fungsi, karena irama dan liriknya penuh harapan serta iramanya yang mendayu-dayu, para ibu-ibu di Jawa menjadikan lagu ini sebagai lagu pengantar tidur untuk anak-anak mereka yang masih terjaga saat larut malam.

(Baca Juga: Menelisik Mitos Gunung Lawu Yang Penuh Misteri)

Kemudian nilai asli dan kearifan lirik lagu Lingsir Wengi bergeser karena pengaruh film serial kuntilanak. Konotasi langgam jawa ini berubah menjadi syarat dalam memanggil jin, setan berupa kuntilanak. Tentu saja hal ini adalah hal yang salah dan sama sekali tidak ada korelasinya. Jauhilah syirik lewat mistis, lagu ini penuh pesan tersirat untuk kebaikan. (rdw)

Related Post:

1. Ritual Manene, Ketika Para Mayat Berganti Baju Baru

2. Sakralnya Gunung Kawi, Sebagai Tempat Pesugihan Ternama Se-Asia Tenggara

3. Menjelajah Wisata Mistis Di TPU Jeruk Purut Jakarta


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply