MANTRA PETANI KOPI DARI GAYO

Untuk pecinta kopi, siapa yang tidak tahu dengan Kopi Gayo dari Aceh? Semua  pecinta kopi pasti mengenal Kopi Gayo dengan aroma dan cita rasa setelah menyeruput kopi yang tidak bisa dibandingkan dengan kopi dari manapun,  tidak hanya orang Indonesia bahkan kopi Gayo menjadi salah satu andalan Outlet Kopi Internasional dan telah mendunia.

Kenapa Kopi Gayo begitu enak untuk penikmat kopi? Mungkin karena salah satu resep yang tersembunyi yaitu dikala petani-petani Kopi Gayo menanam bibit-bibit kopi ke Ladang Kopi, mereka menggunakan Mantra atau menurut leluhur kita adalah Do’a. Orang Gayo biasa menyebutnya Mantra Siti Kewe, berikut adalah mantranya;

Bismillah, Siti Kewe kunikhen ko orom kuyu, Wih kin walimu, Tanoh kin saksimu, Lo ken saksi kalammu”  artinya; “Bismilah, Siti Kawa, Kunikahkan dikau dengan angin, Air walimu, Tanah saksimu, Matahari saksi kalam Mu)”

Mantra tersebut memiliki Do’a dan harapan kelak hasil panen Kopi Gayo akan melimpah serta pengharapan akan kehidupan esok yang lebih baik.

Kenapa Do’a Siti Kewe, karena orang Gayo telah mengenal kopi sebelum Belanda datang ke Indonesia, dan orang Gayo menamakannya Siti Kewe. Setelah orang Belanda datang ke Indonesia dan Gayo, nama Siti Kewe berubah menjadi Kopi, dan menjadi lumrah untuk menggunakan nama Kopi pada akhirnya.

Bagi orang Gayo, Kopi tidak hanya sekedar minuman saja, tetapi juga merupakan ekspresi kebudayaan yang dihayati sangat intens oleh warga Gayo. Kopi telah menjadi nafas kehidupan. Kopi bak Zamrud bagi orang Gayo, karena secara ekonomi telah menopang kehidupan mereka, untuk bisa membiayai kehidupan dan sekolah anak mereka sampai keperguruan tinggi. Maka orang Gayo merawat kopi Gayo dengan sepenuh jiwa. Selamat menikmati Kopi Gayo bagaimanapun cara pembuatan kopinya.

 (@nilea)


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply