Martabak 'Sinok Lan Thole', Pertama di Semarang, Sediakan 64 Varian Rasa Martabak Manis dan Asin



ULINULIN.COM, SEMARANG - Jika berwisata di Semarang jangan lupa menyantap kuliner sejuta umat ini. Siapa yang tak kenal jajanan martabak, kuliner dengan lapisan kulit gandum dan isi daging atau isi coklat bisa ditemui di hampir pinggir jalan atau gang di kota Semarang.


Biasanya pembeli akan memilih martabak hanya dua opsi rasa saja, martabak manis atau martabak asin. Kini ada yang tak biasa dalam memilih selera martabak dari biasanya, ada sekitar 64 jenis pilihan rasa martabak yang akan memanjakan pecinta kuliner martabak dihidangkan oleh Martabak Sinok lan Thole yang ada di Jalan Candi Prambanan Raya No.10 Manyaran Semarang.

Masih memanfaatkan originalitas martabak aslinya yakni asin dan manis, namun bermacam kreasi ditambahkan sampai berjumlah 64 varian rasa. Rencananya sang pemilik, Necolleta Sevie, akan mengembangkan menjadi 100 varian rasa marbaknya.
Di warung martabaknya yang merupakan garasi bengkel, disukap menjadi seperti cafe dengan suguhan hiburan berupa layar tancap dan angkringan bagi alternatip menu saat nongkrong.

Disini ada sekitar 11 varian martabak asin dan 48 varian dari martabak manis, semua dibuat bagi para pecinta martabak yang ingin merasakan sensasi martabak dari kebiasaaan yang ada di pasaran. Dijamin lidah penikmat akan dimanjakan dengan aneka rasa tersebut.
Dikatakannya, sengaja ia mengambil nama Sinok lan Thole lantaran ingin mempopulerkan nama khas Jawa dalam hal kuliner. Sinok diartikan anak perempuan dan Thole diartikan anak laki-laki, menggambarkan jika yang berjualan adalah ia dan pasangannya, Destin Olie Vani, yang memanajemeni langsung.


Beberapa inovasi yang sukses dicetak yakni martabak manis caklat oles mint / rum orange/ almond / kacang/ wijen / mete, dengan isi coklat dan rum menjadikan taste yang kerasa dilidah ditambah rasa almond atau mete menjadi pilihan selera.
Meski menggunakan nama Jawa, untuk urusan lidah juga tetap dilengkapi rasa Eropa agar lebih bervariasi. Beberapa varian martabak bahan bakunya di import dari Eropa dan Asia.


Seperti pada bahan baku cokelat khusus menggunakan cokelat oles dari Italia dan kit kat keju juga didatangkan dari Jepang. Sehingga harga pun memang sedikit mahal meski masih terjangkau, sesuai dengan tag line 'Ono Rego Ono Roso'. Harga mulai dari Rp.24 ribu sampai paling mahal Rp.90 ribu," tambahnya.

Rasa lainnya yang paling disukai pembeli yakni Red Velvet+cream cheese+oreo+keju pendem, dengan martabak warna merah sangat terasa sensasi kejunya yang melted dilidah. Harganya sekitar Rp.81 ribu untuk loyang besar dan Rp.55 ribu untuk loyang kecil.
Jika ingin lebih cantik dan rasa berbeda bisa ditambah toping mete, almond, keju serut, keju pendem, wafer, sponge, kismis, kacang, dan wijen. Tambah harga sekitar Rp3 ribu - Rp.8 ribu saja.
Untuk martabak asin tak hanya isi daging ayam saja disediakan 11 varian dengan isi berbeda yakni isi smoked beef, tuna, cornet, udang, crab stick, kerang, ayam kampung, sapi, kambing, bakso, dan sosis.


Alhasil, tiap malam di warungnya yang dibuka sejak pukul 5 sore akan ramai antrian. Pembeli harus sabar mengantri dan pasti akan terlayani secara urutan pemesanan lantaran sudah diterapkan layanan antrian membeli susuai nota pemesanan. (arso11)

Leave a Comment