Melihat Atraksi Tarian Lumba-Lumba di Pantai Lovina, Bali

Pantai Lovina di Buleleng, Bali, menawarkan pengalaman yang berbeda dari pantai lainnya. Di pantai ini Anda akan menikmati atraksi lumba-lumba yang bersalto di udara. Karena ombaknya yang relatif tenang, dengan menyewa perahu nelayan setempat, kita dapat menuju ke tengah lautan lalu mendekati lumba-lumba. Ratusan ekor lumba-lumba yang membagi diri menjadi beberapa kelompok menghuni pantai Lovina. “Lumba-lumba ini sangat senang memamerkan atraksi di depan tamu!”, begitu kata salah seorang nelayan yang mengantarkan kami pagi itu mendekati rumah si lumba-lumba.

Di pantai ini terdapat ratusan lumba-lumba. Untuk dapat melihat lumba-lumba beraksi, anda harus berangkat ke tengah laut sebelum matahari terbit. Lumba–lumba akan bermunculan antara jam 6 hingga jam 8 pagi. Bulan April- Oktober mungkin adalah bulan terbaik ke lovina. Selain pertunjukan lumba-lumba, terdapat terumbu karang yang bisa terlihat dengan cukup jelas dari atas perahu. Pantai Lovina juga terkenal karena berpasir hitam masih sangat alami, sehingga menarik dikunjungi wisatawan.

Untuk menyaksikan lumba-lumba di pantai ini, pengunjung harus memesan perahu seharga maksimal 100,000 Rupiah per kepala. Dengan kapasitas kapal maksimal untuk 4 orang dewasa. Kapal yang digunakan untuk melaut terbuat dari kayu berbentuk jukung. Akan lebih mudah apabila Anda telah memesan tiket perahu di malam sebelumnya, karena peminat pemandangan lumba-lumba liar ini sangat tinggi terutama di pertengahan tahun.

Keeseokan harinya Anda sudah harus berkumpul di pinggir pantai pada pukul 5.30 atau maksimal pukul 6.00 pagi, sambil melihat terbitnya matahari di balik bukit, Anda akan dibawa oleh kapten kapal ke tengah laut, lokasi dimana lumba-lumba senang memunculkan dirinya. “Lumba-lumba diisni sudah tau kalau banyak tamu yang menonton mereka!” begitu jelas sang kapten.

Nama Lovina sendiri adalah pemberian dari Anak Agung Panji Tisna. Beliau pernah melakukan perjalanan dari Eropa di sekitar 1950-an. Ide awal nama Lovina adalah hasil dari perjalanan beliau. Karena beliau jugalah maka kawasan ini terbuka untuk pariwisata umum. Meski sempat ditutup di tahun 80-an, ketenaran Pantai Lovina ternyata tetap tersiar hingga luar negeri dan akhirnya menjadi salah satu tujuan melancong di Bali hingga kini.

Di tepi pantai, dapat ditemukan berbagai kulit kerang yang beraneka ragam. Anda bisa mengambilnya untuk koleksi hiasan dan sebagai cindera mata.

Menuju Lokasi

Jarak dari Denpasar menuju ke Pantai Lovina kurang lebih 85 km. Dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi (sebaiknya mobil) dalam waktu 3,5 – 4 jam. Dengan menggunakan angkutan umum, bisa didapati bemo yang berangkat ke Lovina melalui Terminal Ubung melalui kota Singaraja dengan ongkos 10,000 – 15,000 Rupiah sekalli jalan.

Catatan Rekomendasi

Pantai ini merupakan satu-satunya pantai di Bali dimana kita dapat menyaksikan kehidupan lumba-lumba liar yang hidup di kawasan depat pantai. Pantai disini airnya sangat tenang. Sehingga aman untuk berenang di pinggir pantainya. Dipagi hari, di musim ramai, jumlah jukung yang berangkat ke laut untuk menyaksikan lumba-lumba ini bisa mencapai 20- 25 jukung. Jukung-jukung itu akan parkir di titik dimana lumba-lumba muncul, sesekali memutar untuk memperlihatkan dimana lumba-lumba akan muncul. Waktu yang paling baik untuk menyaksikan lumba-lumba adalah di pagi hari, sehingga sebaiknya ambil paket yang pukul 6 pagi (disaat matahari terbit). Pada kloter kedua yang berangkat pada pukul 8 pagi biasanya jumlah jukkung yang melaut untuk melihat lumba-lumba akna semakin sedikit. (editor: eric)

Baca juga:

1.5 Tempat Nasi Campur Ayam Bali Paling Enak!

2.5 Spot Prewedding di Bali Paling Terkenal

3.Pantai Jimbaran, Juaranya Sunset Dan Makan Malam Romantis


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply