Mencicipi Kuliner Ekstrim: Sate Landak dan Sup Bulus Ala Warung Bu Ria di Malang



Bosan dengan olahan kuliner yang biasa-biasa saja, atau Anda memang penggemar kuliner ekstrim? di Kota Malang ada satu rumah makan yang menyediakan sajian kuliner ekstrim yang patut Anda coba.

Terletak di Jalan Raya Bugis 47 Saptorenggo, Pakis, berdiri sebuah rumah makan yang terkenal di kalangan para pemburu kuliner ekstrim. Adalah Warung Sate Landak atau akrab disebut Sate Landak Bu Ria yang menyajikan ragam olahan kuliner ekstrim, di antaranya sate landak, sate bulus, dan sate biawak. Tak hanya dimasak menjadi sate, hewan yang umumnya tidak dijadikan bahan dasar sebuah masakan ini pun diolah menjadi sup.


Khoiriyah adalah pemilik rumah makan ini. Ia sudah merintis bisnis kulinernya ini sejak tahun 2001 lalu. Sejak awal buka, warung miliknya ini menjadi jujugan para penikmat kuliner ekstrim yang merupakan warga Malang sendiri maupun wisatawan.


Awalnya wanita yang akrab disapa Bu Ria ini hanya coba-coba. Ia diminta tetangganya untuk memasakkan daging landak karena daging ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit asma. Ternyata masakan wanita yang memiliki empat anak ini mendapat tanggapan positif.

“Dari situlah, muncul dorongan bagi saya untuk membuka rumah makan yang menyediakan sate landak,” cerita Khoiriyah, saat ditemui di rumah makan miliknya, Rabu (18/5/2016) siang.

Akses menuju Warung Sate Landak Bu Ria ini pun cukup mudah. Bila naik angkutan umum dari arah Terminal Arjosari, Anda hanya perlu naik angkutan AT. Warungnya berada sekitar 500 meter ke arah timur dari wisata Pemandian Wendit, satu arah dengan     Bandara Abdul Rahman Saleh.

Menurut Ria, banyak pelanggan yang datang tak hanya yang gemar kuliner ekstrim, tapi dengan tujuan berobat. “Ada beberapa konsumen yang rajin makan sate landak di sini untuk menyembuhkan sakit asma yang dideritanya,” lanjutnya.

Untuk memenuhi kebutuhan para pembeli, warung yang sudah berdiri sejak 15 tahun lalu ini bisa menyembelih dua ekor landak per harinya. Satu porsi yang berisi 10 tusuk ini dihargai sebesar Rp 30 ribu.


Dalam proses memasaknya, Khoiriyah mengaku tak ada proses yang rumit. Memasak daging landak seperti mengolah daging sate pada umumnya. Daging landak yang sudah dicabut bulu yang menyerupai jarum besar ini kemudian ditusuk lalu dibakar hingga matang, tanpa diberi olesan apa pun sebelumnya. Kemudian daging yang matang berukuran sebesar dua ruas jari ini dicampur dengan bumbu hasil racikan khas Khoriyah.

Tekstur daging landak hampir sama seperti daging kambing. Namun, serat dagingnya lebih halus. Jika ditambah irisan jeruk nipis dan tomat serta bawang merah, rasa sate ini menjadi segar saat disantap.

Selain olahan masakan daging landak, di warung ini juga terdapat menu daging bulus yang diolah menjadi sup. Menu ini juga menjadi favorit para pengunjung karena dipercaya sebagai penambah stamina pria.


Berbeda dengan daging landak, daging bulus bertekstur kenyal. Daging bulus paling pas disajikan dengan kuah sup yang bening karena begitu lumer di mulut.

Saking terkenalnya, bintang hiburan Tanah Air pun pernah menyatroni warung sate landak ini, seperti Peppy. “Bahkan turis asing pun juga pernah makan di sini, Mas. Ada yang dari Jerman, Taiwan, hingga Amerika,” ungkapnya.

Sementara itu, di etalase lemari yang berada di pojokan pintu rumah makan terdapat deretan minyak bulus dan biawak yang dikemas dalam botol. Minyak tersebut sengaja dipampang oleh Khoiriyah untuk dijual. Sebab, minyak bulus dipercaya berkhasiat untuk menghilangkan flek noda hitam wajah dan mengencangkan kulit.


“Kalau minyak yang ukuran botol 30 ml saya hargai Rp 50 ribu, sedangkan yang berukuran 50 ml harganya Rp 100 ribu,” tutupnya.

 

Naskah: Aditya Poundra | Foto: Irfan Maulana

 

Related Post

1. Sate Maranggi, Terkenal dengan Kelezatan Bumbunya yang Mendunia

2. Sate Susu, Sate dari Puting Susu yang Lezat dari Kampung Jawa di Denpasar

3. Sate Padang, Sate Kaya Rempah yang disukai Semua Golongan

 

Leave a Comment