Menengok Kejayaan Laut kita di Monumen Jalesveva Jayamahe

Jika Anda pernah naik kapal feri Surabaya-Madura, Anda tentu melihat patung perwira TNI Angaktan Laut (AL) yang berdiri gagah di dekat pelabuhan penyeberangan Ujung, Surabaya. Patung perwira itu bagian dari Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) di pangkalan Armada Timur (Armatim) TNI AL, Surabaya.

Foto patung ini juga sering dipajang sebagai simbol kota Surabaya, selain Tugu Pahlawan dan patung Sura & Buaya. Berbeda dengan Tugu Pahlawan dan patung Sura & Buaya, Monjaya terletak di kompleks pangkalan TNI AL yang aksesnya terbatas.

Namun, bukan berarti tertutup untuk umum. Cuma, untuk masuk ke sana kita harus melewati prosedur perizinan lebih dulu. Kita harus lapor kepada setiap pos pemeriksaan. Lumayan ketat. Wajar saja sebab ini merupakan kawasan militer.

Isi Monjaya

Monjaya menggambarkan seorang perwira menengah TNI AL berpakaian lengkap menatap ke arah laut. Tangan kanan berkacak pinggang sementara tangan kiri memegang pedang komando. Tampak gagah tanpa kelihatan garang menantang perang. Patung tembaga setinggi 31 meter karya pematung Nyoman Nuarta ini berdiri di atas gedung empat lantai setinggi 29 meter. Jadi, total tingginya 60 meter. Dari pantai Kamal, Madura, patung ini masih tampak jelas dan bisa berfungsi sebagai mercusuar.

Gedung penopang patung juga berfungsi sebagai museum. Di sini, kita bisa belajar tentang sejarah TNI AL dan pahlawan-pahlawan nasional, terutama dari TNI AL.

Di tempat itu pengunjung juga bisa naik ke atas sampai di lantai tempat kaki patung berpijak. Dari sini pengunjung bisa melihat pemandangan laut di sekitar monumen yang dikelilingi oleh kapal-kapal perang.

Turun dari monumen, pengunjung juga bisa naik ke kapal perang TNI AL yang diparkir di dekatnya. Kegiatan ini menjadi wisata yang menarik. Pengunjung bisa melihat bagian dalam kapal. Tapi maaf pengunjung dilarang memotret bagian dalam. Meski begitu, wisata semacam ini tentu tetap spesial karena sulit didapatkan di tempat lain.

Minta Izin Dahulu

Kunjungan wisata pendidikan ala TNI AL ini terbuka untuk masyarakat umum, khususnya buat anak-anak sekolah. Kunjungan harus dilakukan di hari kerja, Senin-Jumat. Mulai dari pukul 7 pagi hingga pukul 3 sore hari. Jangan lupa untuk menggunakan pakaian yang rapi serta bersepatu kala berkunjung ke tempat ini.

Untuk mendapatkan izin, calon pengunjung harus mengajukan surat permohonan kepada Panglima Armada RI Kawasan Timur (pangarmatim) dengan tembusan ke Gubernur AAL, asintel Pangarmatim, Asops Pangarmatim, Kadis Kesarmatim, Kepus Kopalarmatim, Kadis Penarmatim, Kepala Museum TNI AL dan arsip.

Biasanya dua minggu setelah surat diajukan, akan dibalas. Pada saat kunjungan, para pengunjung akan selalu dipandu perwira TNI AL. Pada hari Sabtu dan Minggu, tempat ini juga boleh dikunjungi oleh rombongan keluarga. Tapi pada hari libur, pengunjung hanya boleh melihat-lihat monumen, tidak boleh naik ke kapal. Meski hari libur, pengunjung tetap harus melapor di pos jaga.** (ade/sumber: Intisari, Mei 2007)


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply