Mengeksporasi Ubud dalam Waktu 3 Hari

Sumber foto header:  bisamabali-tour.com

Sebagai tempat yang dikenal menjadi tempat tinggal banyak seniman dan penulis, Ubud terkenal sebagai pusat budaya bali. Di Ubud juga, penulis Elizabeth Gilbert melakukan perjalanan untuk menemukan cinta yang menginspirasi buku Eat, Pray, Love. Ubud dengan sawahnya yang cantik dan pura-pura kunonya menawarkan begitu banyak lokasi untuk dikunjungi. Jika anda hanya memiliki waktu terbatas, berikut kami berikan daftar tempat-tempat yang harus dikunjungi untuk merasakan kekayaan budaya Ubud.

  1. Rumah Topeng dan Wayang Setia Dharma

Sumber foto: bali-indonesia.com

Kawasan seluas satu hektar ini merupakan museum dengan koleksi lebih dari 1200 topeng dan 4000 an wayang. Benda-benda tersebut dipajang di joglo-joglo tua yang terletak di tengah taman asri. Sebagian besar koleksi Setia Dharma merupakan topeng dan wayang dari seluruh Jawa dan Bali. Namun, mereka juga memiliki sejumlah koleksi memikat dari luar negeri. Sanggar Setia Dharma merupakan tempat yang cocok untuk dikunjungi bersama anak-anak. Mereka akan menikmati warna-warni dan keindahan pahatan yang dihasilkan masing-masing benda seni tersebut. Setiap wayang dan topeng dipajang dengan keterangan mengenai keguanaan dan asalnya. Melihat aneka ragam wayang dan topeng di tempat ini membuat pengunjung terpesona akan kekayaan dongeng Nusantara.

Sanggar yang beralamat di Jalan Tegal Bingin, Mas, Ubud, Gianyar, Bali ini buka tiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00. Jika anda berkunjung bersama rombongan, lebih baik terlebih dahulu menelepon pengelola di nomor +62 361 8987493


  1. Gua Gajah

Goa Gajah merupakan pura yang dibangun pada abad ke 11. Letaknya yang berada di tepi jalan membuat tujuan wisata ini mudah dikunjungi. Gua Gajah sangat mudah dikenali karena ukiran besar wajah barong ada di mulut guanya. Selain wajah barong, mulut gua tersebut diapit oleh patung Ganesha yang dipercaya sebagai dewa ilmu pengetahuan dan tiga buah lingga yang mewakili Dewa Brahma, Wisnu, dan Siwa.

Di tengah-tengah komplek pura, pengunjung akan menemui “wantilan” atau ruang pertemuan raksasa yang penuh dengan ukiran batu di sekelilingnya. Gua Gajah menarik karena memiliki gua dengan tiga patung utama yang mengenakan baju berwarna merah, kuning, dan hitam. Untuk memasuki Gua Gajah, pengunjung harus mengenakan sarung. Anda yang tidak membawanya tidak perlu khawatir karena pengelola menyewakan sarung di pintu masuk. Tempat yang beralamat di Jalan Raya Goa Gajah, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatu Kabupaten Gianyar, Bali ini buka tiap hari dari jam 08.00 hingga 17.00.

  1. Kampung Café

Sumber foto: thekampungresortubud.com

Berkeliling Ubud belum lengkap tanpa menikmati kuliner dengan pemandangan sawah. Salah satu lokasi terbaik yang menyajikan lanskap lembah Sungai Sepat adalah Kampung Café. Restoran ini merupakan bagian dari komplek penginapan yang beralamat di Jalan Ceking, Tegalalang, Ubud. Mereka buka dari pukul 08.00 hingga 21.00. Meski Kampung Café menyajikan beragam menu internasional seperti sandwich, pasta, dan steak, tak ada salahnya anda mencoba nasi campur ala Bali yang lezat. Silahkan hubungi (0361)901201 untuk pemesanan tempat. 

  1. Sawah Terasering Tegalalang

Sumber foto: balikidsguide.com

Ikon paling populer di Ubud mungkin sawah terasering Tegalalang yang kerap menghiasi kartu pos dan kalender. Keunikan susunan sawah di Ubud utara ini juga mengundang pemilik akun instagram terkenal Murad dan Nataly Osman untuk membuat foto #followmeto nya.

Jika anda memiliki banyak waktu dan tenaga, susurilah pematang-pematang sawah. Selanjutnya, anda bisa menikmati sore sembari minum di café-café kecil di sepanjang jalan. Selain menawarkan pemandangan sawahnya, Tegalalang juga surga bagi pecinta seni dan desainer interior. Anda bisa menemukan ratusan kios kerajinan tangan yang menjual berbagai aksesoris, cermin, keramik, kotak perhiasan, hingga dekorasi kamar di sepanjang jalan. Barang-barang cantik yang beraneka warna tersebut bisa anda beli dengan harga lebih murah daripada di pasar. Tanpa membelipun, anda akan puas memanjakan mata dengan beragam benda warna-warni tersebut. 

  1. Istana Puri Saren

Sumber foto: wisatabali.web.id

Puri yang lebih dikenal dengan nama Ubud Palace ini terletak di pusat kota Ubud. Tepatnya di perempatan Jalan Raya Ubud dan Jalan Raya Monkey Forest. Istana ini merupakan rumah keluarga kerajaan Ubud yang meski tidak lagi berkuasa, masih memegang peranan penting di masyarakat Ubud. Istana ini dibangun oleh Raja Ubud pada tahun 1800 hingga 1823. Bangunananya terdiri dari beberapa rumah tradisional Bali yang lengkap dengan ukir-ukiran khas. Masuk ke dalam istana ini akan membuat pengunjung terkagum-kagum oleh kebun yang terawat rapi. Sekali tempo, pengelola istana Ubud menawarkan pertunjukkan tari Bali di tempat ini.

 

 

 


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply