Mengenal Sejarah Religi dan Menikmati Keindahan Bangunan Klenteng Sam Po Kong Semarang

Siapa yang tidak kenal dengan Cheng Ho, atau Zeng He ?

Di Semarang pun, ada rentetan sejarah yang terkoneksi dengan perjalanan sang Laksamana Cheng Ho, terutama di lokasi Klenteng Sam Poo Kong. Pada saat itu pada abad 14 Masehi, Laksamana Cheng Ho mendaratkan kapalnya di Jawa, lebih tepatnya di Semarang karena ada awak krunya yang sedang sakit. Sejak saat itulah, Cheng Ho memerintahkan anak buahnya untuk mendirikan masjid, yang sampai saat ini berubah menjadi klenteng. Klenteng tersebut mempunyai ornament Tiongkok yang lebih dominan dibandingkan dengan ornament Islam.

Untuk para wisatawan yang akan masuk ke lokasi tersebut harus membayar tiket sebesar Rp. 3000, ditambah dengan uang parkir.

Saat masuk ke lokasi, di samping kiri ada 1 kurungan agak besar yang berisikan ular sanca sedangkan di samping kanan ada tempat berteduh dan tempat untuk mengabadikan momen dengan menggunakan kostum dari Sam Poo Kong, untuk satu kali pemotretan dikenai biaya Rp. 80.000 per orang sudah termasuk ongkos sewa kostumnya.

Di dalam area, kita akan melihat beberapa bangunan yang berkarakter khas dari Tiongkok. Beberapa bangunan diantaranya merupakan tempat peribadatan, sehingga untuk masuk ke area tersebut kita harus membeli hio untuk beribadah.

Kebanyakan para pengunjung yang datang ke klenteng tersebut, untuk menikmati keindahan bangunan tersebut dan sambil berfoto-foto ala selfie. Banyak para turis pun mengabadikan bangunan-bangunan oriental tersebut ke dalam kamera atau smartphonenya.

Salah satunya adalah patung Cheng Ho yang cukup gagah dan megah, yang merupakan patung terbesar se Indonesia. Dengan adanya patung Cheng Ho ini, akan menjadikan symbol 2 kultur yang menjadi satu di klenteng Sam Poo Kong ini, sehingga bisa diartikan bahwa Cheng Ho merupakan simbol keharmonisan.


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply