Menguak Misteri Pulau Satonda, Dari Danau Asin Hingga Batu Yang Tergantung



Apakah anda pernah mendengar nama Pulau Satonda? Pulau Satonda merupakan pulau vulkanik yang terdapat di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Yang unik adalah pulau ini terbentuk akibat adanya letusan Gunung api di dasar laut sedalam kurang lebih 1000 meter yang terjadi jutaan tahun lalu.

Puau Satonda ini memang sudah tidak asing lagi di telinga para pendaki Gunung Tambora, maupun para traveler yang sering melakukan sailing trip dari Bali dan Lombok menuju Flores atau kawasan Kepulauan Komodo.

Karena pulau ini ibarat tempat singgah untuk menikmati keindahan alam, pantai, dan bawah lautnya. Yang membuat Pulau Satonda ini menarik minat wisatawan adalah adanya danau air asin yang hanya berjarak 200 meter dari tepi pantai.

sumber: kompas

Konon katanya kadar keasinan air yang ada di Danau Satonda ini dua kali liat lebih besar daripada air laut. Dengan demikian kita bisa mengambang dan tidak akan tenggelam dari permukaan danau.

Oleh banyak orang danau Satonda ini pun diyakini sebaga bekas kawah gunung api purba yang bahkan lebih tua dariada Gunung Tambora.

Disini tidak banyak anda bisa menjumpai biota air dikarenakan kadar keasinan yang tinggi. Jarang ditemukan ikan - ikan maupun biota air lainnya yang hidup di danau ini. Hanya beberapa jenis ikan kecil dan alga atau semacam lumut yang tumbuh pada bebatuan di tepi danau.

Mitos Batu Yang Tergantung

Kalau anda melihat ketepian danau, anda akan menemukan beberapa jenis batuan yang digantungkan pada dahan dan ranting pohon. Konon masyarakat pribumi Sumbawa lah yang menggantungkan batu-batu tersebut,

Karena keunikan ini para wisatawan yang berkunjung ke pulau ini pun akhirnya ikut – ikutan menggantung batu. Masyarakat pun menganggap batu-batu itu sebagai perlambang doa dan harapan yang dipercaya bakal terkabul.

sumber: detik.travel

Tak hanya di danau, kawasan pantai Pulau Satonda juga menjadi daya tarik dengan pasir putihnya serta taman bawah laut yang landai di bagian timur dan selatan. Terumbu karang serta beragam jenis dan ukuran ikan laut bisa kita nikmati dengan snorkeling tak jauh dari garis pantai pulau vulkanis ini.

Memang pulau ini tidak berpenghuni, namun terdapat beberapa penginapan cottage tepi pantai yang bisa disewa bagi wisatawan yang ingin bermalam di pulau ini. Sudah disediakan pula toilet dan tempat bilas bagi mereka yang telah beraktivitas di laut seperti snorkeling dan diving.

Jika berkunjung jangan lupa bawa bekal makanan dan minuman secukupnya serta pakaian ganti.

Alternatif yang sering dipakai wisatawan menuju Pulau Satonda adalah dengan paket perjalanan Sail Komodo dari Bali atau Lombok menuju Flores.

Pulau Satonda bisa dipastikan menjadi salah satu destinasi di awal perjalanan, selain Pulau Moyo yang lokasinya sekitar satu setengah jam dari Satonda. Tidak ada salahnya untuk mencoba mampir ke salah satu tempat eksotis ini. (rsg)

Related post:

1. Mencari Ketenangan Sambil Menikmati Keindahan Pulau Moyo

2. Desa Panglipuran Dinobatkan Menjadi Desa Paling Bersih di Dunia

3. Festival Bau Nyale, Tradisi Menangkap Putri Mandalika di Lombok

Leave a Comment