Menguji Fisik Menyusuri Candi Gedong Songo

Gedong Songo adalah kompleks candi. Di kompleks candi ini kita bisa membuktikan bahwa situs sejarah tidak harus selalu membosankan. Sambil mengagumi karya luhur nenek moyang, kita bisa berolahrag, menikmati kesgaran alam, serta panorama pegunungan yang jarang ditemui di tempat lain.

Dibandingkan dengan candi-candi lain di Jawa Tengah, kompleks Candi Gedong Songo boleh dikata masih kalah populer. Bisa jadi itu karena letak objek wisata ini relatif jauh dari jalur transportasi antarkota. Tepatnya, di lereng Gunung Ungaran, wilayah Kecamatan Ambarawa.

Jarak Candi Gedong Songo dari Semarang cuma 45 kilomter, tapi jalur itu harus ditempuh denan terus menanjak. Melalui kota Ambarawa, kawasan wisata Bandungan, dan sekitar 100 meter menjelang pintu masuk candi, kita masih harus menghadapi tanjakan terakhir dengan kemiringan hampir 50 derajat. Hati-hati, pastikan kendaraan Anda sehat!

Sesuai namanya, Gedong (berarti gedung, bangunan) dan Songo (sembilan), di kompleks candi yang dibangun pada zaman dinasti Syailendra pada abad ke-9 ini terdapat sembilan candi. Tapi sayang, tidak seluruh candi masih berdiri utuh. Mulai candi keenam atau Gedong VI, hanya tersisa reruntuhan batu candi yang belum dipugar. Awalnya, candi ini malah sempat bernama Gedong Pitoe, atau tujuh bangunan.

Menyusuri candi

Pengunjung dituntut punya kondisi fisik yang prima jika berniat menjelajahi seluruh kompleks candi. Sebab, candi dibangun dengan urutan yang terus bertambah ketinggiannya. Untuk menelusuri candi ke candi yang berjarak sekitar 100 meter, kita harus menapaki jaln yang menanjak yang tentu menguras tenaga.

Namun, jika tidak ingin kelelahan, jasa persewaan kuda siap mengantarkan pengunjung mengelilingi kompleks. Tarifnya sekitar Rp 50 ribu. Keuntungan naik kuda, kita tidak lelah sehingga bisa menikmati pemandangan dan menmdengar desir angin yang menyapu pohon-pohon pinus di hutan sekitar candi.

Kalau tertarik sisi kesejarahan, kita bisa mengamati banyaknya arca Hindu di seputar kawasan candi. Seperti arac Ciwa Mahaguru, Ciwa Mahadewi, Durga mahisasura Mardhini, atau Nandi Swara. Amati juga sebuah arca gajah dalam posisi jongkok di kaki candi Gedong III. Akan lebih menarik jika kita sudah mempersiapkan sedikit referensi sejarah ketika menyaksikannya.

Sepanjang penjelajahan, antara lain, kita juga dapat menemui sumber air panas, yang terletak di antara candi Gedong III dan Gedong IV. Kita bisa singgah sebentar untuk merasakan air yang panasnya dihasilkan dari perut Bumi ini. Di candi keempat juga terdapat lapangan rumput yang cukup luas dan cocok untuk berhenti sejebak dan bercengkerama bersama keluarga.

Akhir perjalanan berada di candi Gedong V, yang juga merupakan candi tertinggi di sana. Saat cuaca cerah, pemandangan akan terasa menakjubkan. Tampak sejumlah puncak gunung seperti Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Andong, dan Gunung Telomoyo. Kota Ambarawa dan rawa pening juga sayup-sayup terlihat di kejauhan.

Untuk menikmati keindahan Candi Gedong Songo, pengunjung wajib membeli karcis senilai Rp 3.000. Jika memang berniat menjelajahi seluruh candi, disarankan melakukan perjalanan pada pagi hari, di saat cuaca biasanya cerah. Jika ingin berkunjung dengan tenang, usahakan bertandang di luar hari libur. ** (ade/sumber: Intisari)


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply