Mengunjungi Klenteng Eng An Kiong, Klenteng Tertua di Kota Malang



Kota Malang memiliki banyak bangunan tua yang mempunyai sejarah yang kuat. Salah satunya adalah klenteng Eng An Kiong, tempat persembahyangan umat Khong Hu Cu yang terletak di kawasan kota lama, tepatnya di Jl. Martadinata, Malang, Jawa Timur. Klenteng ini dibangun pada abad 18 Masehi.


Humas Klenteng Eng An Kiong, Anton Triono (75) menceritakan klenteng ini dibangun oleh seorang pedagang bermarga Kwee dari Tiongkok pada 1825 Masehi sebagai wujud syukur kepada Tuhan.
“Sudah menjadi tradisi orang Tiongkok untuk bersyukur kepada Tuhan karena telah diberi keselamatan,” terangnya saat ditemui di klenteng, Minggu (31/1/2016) Siang.


Atas dasar itu pula klenteng ini diberi nama Eng An Kiong yang bermakna Istana Keselamatan Yang Abadi. Nama tersebut berasal dari bahasa Tiongkok, yang secara harafiahnya adalah ‘Eng’ yang berarti abadi, ‘An’ berarti keselamatan, dan ‘Kiong’ bermakna istana.
Bangunan yang sudah berumur 191 tahun ini menggabungkan gaya arsitektur Tiongkok dengan Eropa. 80% bergaya Tiongkok. Sementara sisanya bergaya Eropa, yakni pada kerangka bangunan. Warna klenteng didominasi warna merah dan kuning.


“Warna merah memiliki makna kehidupan, kebahagian dan keberanian. Sedangkan warna kuning memilik makna keagungan,” tutur Anton.
Klenteng ini dibangun secara 2 periode. Bangunan pertama yakni ruangan tengah dibangun pada 1825. Kemudian, menyusul bangunan lainnya pada tahun 1895 hingga 1934. Sedangkan untuk dana diperoleh dari swadaya warga Tiongkok yang tinggal di kawasan klenteng. Hal tersebut tertulis di prasasti berbahasa Tiongkok yang berada di dalam klenteng. Dalam prasasti itu tertulis tahun pembangunan dan nama-nama orang yang menyumbang saat itu.(irfan)

Leave a Comment