Menikmati Alam Hutan di Kebun Raya Balikpapan

Bukan hanya Bogor yang punya kebun raya. Balikpapan, Kalimantan Timur juga punya kebun raya. Kebun Raya Balikpapan sebetulnya halaman terluar Hutan Lindung Sungai Wein. Kebun raya ini tak hanya jadi paru-paru kota, tapi juga pusat konservasi tanaman kayu hutan tropis Kalimantan. Berwisata ke kebun raya ini bakal menyenangkan dan pulang bawa ilmu.

Dengan luas 309,2 hektar, yang hampir 60 persennya masih berupa hutan, Kebun Raya Balikpapan sah jadi kebun raya terluas se-Indonesia. Bandingkan, Kebun Raya Bogor hanya seluas 87 hektar. Kebun Raya Cibodas luasnya 120 hektar. Kebun Raya Eka Karya di Bedugul, Bali luasnya sekitar 159,4 hektar.

Kebun Raya Balikpapan memiliki 5000-an koleksi tanaman khas Kalimantan, plus 2000-an spesimen anggrek. Letak kebun raya ini sekitar 20 kilometer dari pusat kota. Di bagian paling depan, yakni gedung pusat informasi, wisatawan disambut anggrek tebu, hitam, dan anggrek pisang. Tiga anggrek yang habitatnya di belantara Kalimantan.

Di kejauhan terlihat dua pohon keruing, saling berdekatan menjulang 30-an meter. Di sdut lain terlihat pohon ulin yang juga setinggi 30-an meter tegak berdiri. Ulin dikenal sebagai kayu terkuat, tahn di laut, sungai, bahkan tahan rayap. Ulin hanya terdapat di Sumatera dan Kalimantan.

Masih Gratis

Wisatawan bisa mengawali jalan-jalan santai dari rumah pembibitan koleksi kayu. Ratusan bibit tanaman kayu khas Kalimantan ada di sana, seperti meranti, durian, dan rambutan hutan. Bibit-bibit ini diambil dari hutan-hutan yang tersebar di Kalimantan Timur. Kebun Raya Balikpapan sejatinya adalah kawasan konservasi bekas situ, yakni kawasan konservasi tumbuhan di luar habitatnya. Fungsi konservasi bekas situ ditempatkan sebagai yang utama. Fungsi kebun raya lainnya adalah untuk penelitian, pendidikan, wisata lingkungan, dan jasa lingkungan. Di kebun raya ini ada delpan fasilitas taman yang dikonsep secara tematik dan letaknya berdekatan.

Kedelapan fasilitas itu adalah Ulin Park, Meranti Park, Kenanga Park, Pelawan Park, Belian Park, Bintawa Park, Banggeris Park, dan Rumah anggrek. Dua yang pertama dan terakhir bisa ditebak isinya. Sementara Kenanga Park berisi mayoritas sirsak hutan.

Pelawan Park didominasi jambu-jambuan. Bintawa Park memiliki koleksi nangka, termasuk sukun dan cempedak. Sedangkan di Banggeris Park, wisatawan bisa melihat polong-polongan, seperti jengkol dan petai. Adapun Belian Park berisi tanaman-tanaman obat.

Beranjak ke sudut lain di Kebun Raya Balikpapan ada lamin atau rumah adat Kalimantan Timur berbahan kayu 10 x 10 meter yang di depannya terhampar papan-papan ulin yang ditata rapi. Rumah ini bisa menampung 100 orang. Di sebelahnya ada area berbentuk lingkaran besar, untuk apnggung pertunjukan. Sekitar 100 meter dari tempat itu ada embung, danau buatan. Ada tiga danau buatan di sana yang masing-masing luasnya hampir satu hektar.

Kebun Raya Balikpapan sesungguhnya pula masih dalam proses pembangunan infrastruktur. Masih banyak koleksi yang ingin dilengkapi di taman ini. Penginapan pun baru ada dua, satunya untuk kantor. Oleh karena itu, belum ada retribusi tiket masuk ke kebun raya ini. Alias gratis. Nah, kapan lagi menikmati kesegaran alam sambil belajar seluk-beluk pepohonan secara cuma-cuma selain di Kebun Raya Balikpapan ini! Yuk, berkunjung ke sana.** (ade/Sumber: Kompas)


Leave A Reply

Please Login to Leave a Reply