Menikmati Keindahan Gunung Lawu dari Jalur Cemoro Sewu



Alam Indonesia sangat kaya. Kita punya gunung-gunung yang menanti untuk didaki dan tentu saja, dinikmati keindahannya. Salah satunya Gunung Lawu.

Gunung Lawu terletak di antara Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, serta Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Gunung di ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut ini menawarkan panorama memukau, jalur menantang, dan cerita mistis.

Melalui jalur Cemoro Sewu di Magetan, pendaki diajak melintasi jalur menanjak, berkelok dan berbatu yang begitu panjang, seolah tak berkesudahan. Di sepanjang jalan, hutan memanjakan mata.

Yang harus dipersiapkan, perjalanan melewati jalur berbatu membuat lutut dan telapak kaki sakit. Tumpukan batu terasa menembus sepatu menusuk masuk ke kaki. Belum lagi, selama perjalanan harus memikul ransel. Badan terasa mau rontok.

Sambil mendaki gunung, angin semilir pun bertiup. Kabut putih turun di antara pepohonan, sementara awan menggantung di langit.

Keindahan Puncak Gunung Lawu

Selain jalur Cemoro Sewu ada tiga jalur lain menuju puncak Gunung Lawu, yaitu Jalur Cemoro Kandang, Candi Setho, dan Jogorogo. Dari Jalur Cemoro Sewu, perjalanan melewati lima pos peristirahatan dengan total waktu perjalanan 8-10 jam. Biasanya, sebelum menuju puncak, pendaki berkemah di Pos 2 (Watu Gedeg) dan Pos 5 (Sendang Drajat).

Puncak Gunung Lawu ada tiga, yaitu Puncak Hargo Dalemm, Hargo Dumiling, dan Harga Dumilah, yang merupakan puncak tertinggi. Saat mendaki puncak gunung di kala fajar, awan mendung biasanya baru tersingkap. Matahari muncul seperti malu-malu di ufuk timur, memberikan semburat warna kuning kemerahan di langit.

Kenikmatan menatap sang surya terasa berkali-kali lipat bila ditemani teman-teman atau keluarga sambil menyeruput teh hangat.

Kepada Kompas akhir Desember lalu, pejabat Humas Paguyuban Giri Lawu mengatakan, pendaki Gunung Lawu yang naik lewat jalur Cemoro Sewu sekitar 100 orang per hari. Selama musim liburan akhir tahun, jumlah pendaki naik dua kali lipat. Selain pecinta alam, banyak orang yang mendaki gunung untuk melakukan ritual keagamaan, seperti berdoa atau mengambil air yang dianggap air suci di beberapa mata air.** (ade)

Leave a Comment