Menyapa alam di Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya



(sumber gambar: 1.bp.blogspot.com)

Mungkin ada sebagian dari anda yang masih belum familiar dengan Taman Nasional yang terletak di Kalimantan ini, padahal jika ditilik, Taman Nasional Bukit Baka – Bukit Raya ini sungguh menyimpan potensi dan sumber daya alam yang sangat besar. Terletak di perbatasan provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Taman nasional ini mempunyai peran penting dalam fungsi hidrologis sebagai daerah tangkapan air untuk Daerah Aliran Sungai Melawi di Kalimantan Barat dan Daerah Aliran Sungai Katingan di Kalimantan Tengah.

Taman nasional ini merupakan gabungan Cagar Alam Bukit Baka di Kalimantan Barat dan Cagar Alam Bukit Raya di Kalimantan Tengah yang juga kawasan hutan hujan tropis yang banyak dihuni oleh berbagai macam flora dan fauna dari berbagai macam spesies yang unik dan juga langka.

(sumber gambar: googleusercontent.com)

(sumber gambar: 2.bp.blogspot.com)

Disini anda bisa melihat macan dahan hingga bajing terbang, selain itu kawasan yang mendominasi puncak-puncak Pegunungan Schwaner ini juga merupakan habitat bagi berbagai macam burung yang malah spesiesnya kini sudah mulai terancam punah seperti Enggang gading, rangkok badak, kuau raja dan delimukan zamrud.

Di sekitar taman nasional ini pun juga terdapat penduduk asli keturunan suku Dayak Limbai, Ransa, Kenyilu, Ot Danum, Malahui, Kahoi dan Kahayan. Karya-karya budaya mereka yang dapat dilihat adalah patung-patung kayu leluhur yang terbuat dari kayu belian, kerajinan rotan/bambu/pandan dan upacara adat.

Jangan lupa memakai baju tebal ketika anda kesini karena kawasan ini berada di ketinggian sekitar 2.278 meter diatas permukaan laut sehingga suhunya berada pada kisaran 7 hingga 10 derajat celcius. Tidak hanya akan menjumpai flora dan fauna yang unik dan langka namun di sini juga terdapat wisata arung jeram, wisata pegunungan, sumber air panas, padang pengembalaan rusa dan juga air terjun yang tak kalah indahnya.

(sumber gambar: wisatapontianak.com)

Jika anda berminat untuk bermain – main ke kawasan ini anda harus bersiap – siap melewati medan yang cukup lumayan, karena akses menuju kesini melalui jalan darat memang belum terlalu memadai jadi alternatifnya adalah melewati rute perairan melalui sungai dengan menggunakan transportasi air yang disediakan (klotok). Tapi justru disinilah yang membuat seru dan menjadi tantangan tersendiri untuk mencapainya apalagi bagi yang berjiwa traveler.

Para pengunjung yang ingin bertualang disini sebenarnya bisa berangkat dari Kalimantan Barat tapi yang paling sering dilewati adalah rute yang dari Kalimantan tengah. Jika berangkat dari luar daerah anda bisa menuju ke Palangkaraya, Ibukota Kalimantan Tengah melalui bandara Tjilik Riwut kemudian dari situ anda bisa menuju ke Tumbang Samba Kabupaten Katingan dengan menggunakan mobil  atau taksi. Setelah anda tiba, anda bisa melanjutkan perjalanan ke Tumbang Hiran dandari Tumbang Hiran  bisa memilih menggunakan alternatif jalur air atau darat.

(sumber gambar: 4.bp.blogspot.com)

Penginapan seperti resort pun sudah tersedia disini dan nantinya akan ada petugas yang bisa membantu anda untuk menuju ke Taman Nasional ini. Biaya yang dikeluarkan untuk menuju kesini memang tidak bisa dibilang sedikit ataupun murah, yakni sekitar Rp 3,5 juta oleh sebab itu pengunjungnya pun masih terbatas pada peneliti dan Wildlife Photographer. Namun bagi petualang sejati, pastinya anda tidak mau untuk melewatkan destinasi yang satu ini.

Leave a Comment