Meriahnya Perayaan Cap Go Meh di Singkawang



Perayaan Cap Go Meh di kota Singkawang, Kalimantan Barat adalah salah satu event kebudayaan terbesar di Indonesia. Bagi masyarakat Singkawang event ini wajib dihadiri. Konon, di saat Cap Go Meh sekitar 35 ribu warga Singkawang dari Taiwan pulang kampung. Belum lagi dari Hong Kong, Singapura, China dan kota-kota di Indonesia.

Cap Go Meh menandai perayaan hari terakhir tahun baru Tionghoa atau Imlek. Tepatnya hari ke-lima belas. Secara harfiah Cap Go Meh sendiri berarti hari kelima belas bulan pertama (cap: sepuluh, go: lima, meh: malam). Perayaan Imlek berlangsung selama lima belas hari. Tahun ini puncak perayaan Cap Go Meh jatuh pada 2 Maret 2018.

Nah, di Singkawang yang dijuluki kota 1000 klenteng perayaan ini dirayakan besar-besaran. Tahun 2018 ini misalnya, ada sejumlah rekor MURI diraih dalam perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Rekor Muri pertama yakni pemasangan lampion terbanyak sebanyak 10.895 buah pada tahun 2009 telah terlampaui pada tahun 2018 yaitu sebanyak 20.607 buah dengan semua lampu terpasang dan menyala.

Rekor MURI kedua yakni peserta pawai tatung terbanyak sebanyak 777 pada tahun 2011 telah terlampaui pada tahun 2018 sebanyak 1.038 tatung. Kemudian pendirian gerbang Cap Go Meh terbsesar dengan tinggi 6 meter dan lebar 16,20 meter dilengkapi dengan 12 zodiak (shio). Selain itu ada pula rekor MURI untuk replika sembilan naga sumbangsih partisipasi dari Santo Yosep Singkawang Group memeriahkan puncak perayaan tahun ini.

Salah satu puncak perayaan Cap Go Meh di Singkawang adalah parade tatung. Tatung sebutan bagi orang-orang yang unjuk kesaktian dalam parade itu. Mereka mengenakan atribut suku Dayak dan Tionghoa. Para tatung tersebut menggesek-gesekan benda tajam di seluruh badannya.

Ada pula yang menusukkan besi panjang di antara mulutnya, meduduki dan menginjak pedang, memakan ayam hidup-hidup dan atraksi ekstrem lainnya. Konon, kesaktian tatung itu diperoleh karena mereka dirasuki dewa masing-masing.

Sebagai pengiring tatung puluhan genderang ditabuh sekencang-kencangnya sambil melewati panggung kehormatan sampai jalan-jalan kota sepanjang tiga kilometer.

Menuju Singkawang

Kata Singkawang berasal dari San Kew Jong, bahasa Tionghoa (Hakka) yang berarti "kota yang terletak di kaki gunung menghadap ke laut." Letaknya strategis karena berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan dan dilintasi jalan darat utama penghubung kawasan utara Kalimantan Barat dengan Pontianak,ibu kota provinsi.

Posisinya di antara kabupaten Sambas dan Bengkayang. Penghasil ayam, telur dan ternak babi terbesar se-Kalimantan Barat ini berjarak sekitar 142 kilomter dari Kota Pontianak, ibu kota provinsi Kalbar.

Dari Bandara Supadio atau Terminal Bus Pontianak, Anda dapat naik taksi, travel atau bus sampai Kota Singkawang. Lama perjalanan darat sekitar 4-5 jam ke arah utara Pontianak.** (ade/berbagai sumber)

Leave a Comment