Misteri Patung Sigale-gale Yang Bisa Menari dan Menangis



Jika anda berkunjung ke Danau Toba, maka anda akan menemukan atau mendengar paket wisata ke Patung Sigale-gale. Lokasi patung ini berada di Pulau Samosir.

Anda harus menaiki kapal motor selama kurang lebih 1 jam untuk sampai ke pulau ini. Biaya menaiki kapal biasanya kisaran tujuh ribu sampai lima belas ribu rupiah. Untuk melihat situs-situs budaya dan keindahan alam di Pulau Smaosir, sebaiknya Anda menginap setidaknya semalam di pulau ini.

Karena di sini akan ada satu keunikan yang mungkin jarang orang tahu, yaitu tentang Patung Sigale-gale. Sebuah patung yang bisa dibilang hampir mirip seperti wayang kulit di daerah Jawa yang dijadikan sebuah pertunjukan tradisional. Hanya bedanya Patung Sigale-gale ini akan bergerak dan menari mengikuti irama lagu batak yang diputar menggunakan alat musik yang sudah modern.

Pertanyaannya, apakah Patung Siagale-gale ini bergerak dan menari sendiri?


sumber: klikhotel

Jawabnya bisa ya bisa tidak. Sekarang, Patung Sigale-gale sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bisa digerakkan dari belakang. Ada tali yang menghubungkan bagian kepala dan lengannya sehingga patung ini pun bisa bergerak.

Ada babak-babak yang akan dimainkan Patung Sigale-gale dalam pertunjukannya. Babak ini akan bercerita tentang suku Batak hingga akhirnya nanti pengunjung akan diajak (manortor) menari bersama Patung Sigale-gale.

Tentunya hal itu akan menjadi momen penting karena bisa menari langsung dengan patung yang penuh mistis. Para pengunjung juga kerap memberikan uang kepada Patung Sigale-gale secara sukarela.

Nah, selain digerakkan oleh pemainnya, namun Patung Sigale-gale ini masih menyimpan sebuah misteri. Pasalnya, Patung Sigale-gale suatu waktu akan menari-nari dan menangis sendiri layaknya manusia. Cerita ini terus sampai dari mulut ke mulut hingga kini yang terus menjadi teka-teki.

Asal Muasal Patung Sigale-gale


Para pengunjung juga kerap memberikan uang kepada Patung Sigale-gale secara sukarela (sumber: klikhotel)

Sebenarnya keberadaan Patung Sigale-gale ini berawal dari 400 tahun yang lalu. Di Huta Samosir ada seorang Raja yang memiliki seorang anak laki-laki. Raja ini memerintahkan anaknya yang bernama Manggale melakukan perlawanan untuk merebut daerah kekuasaan di sekitar pemukiman mereka. Sayangnya, Manggale tewas dalam pertempuran itu. Sementara ia adalah anak satu-satunya keturunan raja tersebut.

Mengetahui hal itu, raja pun cukup bersedih dan terpukul. Mengingat bahwa Manggale adalah satu-satunya pewaris keturunan raja telah tewas dalam peperangan. Akhirnya raja pun jatuh sakit karena memikirkan kematian Manggale.

Semakin lama, penyakit yang diderita sang raja semakin kritis. Tidak ada harapan lagi baginda untuk bertahan hidup. Para penasehat raja berkumpul dan membahas kesembuhan raja.

Segala obat-obatan sudah diberikan untuk menyembuhkan penyakit yang diderita raja. Namun penyakitnya juga tak kunjung membaik. Akhirnya, diambillah keputusan untuk membuatkan patung kayu yang menyerupai wajah Manggale.

Pergilah sang pembuat patung ke hutan untuk mengambil kayu tertentu untuk dijadikan pahatan patung menyerupai wajah Manggale. Setelah patung selesai, berangkatlah para tetua adat dan dukun dari kampung untuk melakukan upacara adat.

Pengunjung akan diajak mengikuti tarian sigale-gale ini dengan manortor (menari) bersama (sumber: klikhotel)

Upacara ini berupa peniupan Sordam dan memanggil arwah anak sang raja agar masuk ke dalam patung yang sudah jadi tersebut. Setelah upacara dilakukan, diusunglah patung tersebut ke kerajaan sambil diiringi upacara Gondang Sabangunan.

Setibanya kerajaan, melihat patung yang menyerupai anaknya, Raja tersebut pun spontan sembuh dari penyakit yang dideritanya. Akhirnya ia bisa kembali memimpin Kerajaan melihat patung tersebut persis seperti wajah anaknya, Manggale.

Begitulah kisah dibalik misteriusnya Patung Sigale-gale. Walau sang raja sudah sembuh dari penyakitnya dan merelakan kepergian anaknya, tapi Patung Sigale-gale masih saja menunjukkan aktivitas-aktivitas mistis yang misterius.

Parade Patung Sigale-gale saat perhelatan Festival Danau Toba

Parade Patung Sigale-gale saat perhelatan Festival Danau Toba (sumber: klikhotel)

Saat ini, Patung Sigale-gale telah menjadi ikon pariwisata Provinsi Sumatera Utara secara umum, dan Samosir secara khususnya. Masih ada beberapa sisa patung yang dipahat puluhan tahun silam.

Jika mau menonton langsung pertunjukan tradisional ini pergilah ke Samosir. Ada empat tempat pertunjukkan Patung Sigale-gale.  Dua di antaranya berada di Desa Tomok dan Museum Hutabolon Simanindo. Pengunjung dapat memesan langsung pertunjukan Sigale-gale dengan bayaran tertentu. (dz)

- Yassir Siregar

Related post:

1. 10 Festival Budaya Indonesia Yang Paling Ditunggu-tunggu Wisatawan Asing

2. Misteri Situs Gunung Padang Menjadi Perhatian Arkeolog Internasional

3. Ritual Manene, Ketika Para Mayat Berganti Baju Baru

 

Leave a Comment