Misteri Situs Gunung Padang Menjadi Perhatian Arkeolog Internasional



Situs gunung padang sampai saat ini masih anyar dijadikan penelitian internasional. Jejak peninggalan nenek moyang Megalitikum yang berada di Cianjur, Jawa Barat ini, masih menunjukkan keagungan budaya kita di masa lampau. Beberapa Arkeolog juga menyingkap hipotesisnya yang beragam hingga mengungang rasa penasaran banyak orang untuk berkunjung ke sini.

Inilah dia, salah satu situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara. Situs Gunung Padang terbagi menjadi 5 teras mengerucut dan dibangun dengan batuan vulkanik alami yang berbentuk persegi panjang. Arkeolog menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang masih menjadi misteri di Gunung Padang.

Source : jejakku.com

Situs yang berada di perbukitan ini tingginya mencapai 220 meter, namun yang sampai sekarang sudah tergali baru seratusan meter. Bila dibandingkan dengan Borobudur yang tingginya hanya 32 m, Gunung Padang 3 kali lipat lebih tinggi. Begitu pula dengan luas nya, Borobudur memiliki luas 1,5 hektare, sedangkan gunung Padang hampir 20 kali lipat lebih luas.

Menurut para ahi purbakala Indonesia, gunung Padang juga dibangun sekitar 5200 Sebelum Masehi, lebih tua dari Piramida Giza Mesir yang dibangun 2500 Sebelum Masehi.

Dua media asing yang mengulas misteri situs kuno di Gunung Padang itu adalah media Australia, Sydney Morning Herald dan media Inggris, Daily Mail. Dalam pemberitaan Kamis (2/4/2015), Daily Mail menulis, piramida tua di Mesir berusia sekitar 5 ribu tahun. Namun, puing-puing bangunan di situs Gunung Padang usianya diperkirakan empat kali lebih tua dari piramida di Mesir.

Source : kompas.com

Yang menarik dari situs purbakala Piramida Gunung Padang ini selain umurnya yang tertua di dunia adalah ditemukannya begitu banyak struktur yang terkubur dengan bahan sejenis semen yang telah digunakan sebagai bahan mortar atau-pun semacam perekat di bagian-bagian tertentu dari situs.

Dimana semua struktur bahan bangunannya terdiri dari 45 % biji besi, 41 % silika dan 14 % tanah liat. Dikatakan pula bahwa campuran ini memberikan dasar mortar yang sangat kuat dan tahan lama. Ini merupakan bukti mengejutkan dari tingkat kecanggihan teknik bangunan pada masa itu.

Gunung Padang, Bukti Atlantis ada di Indonesia

Dalam “Signs of The Times”, Hancock menceritakan pengalaman dia dengan Danny Natawidjaja PhD., seorang ahli geologi senior dari Pusat Penelitian Geoteknologi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Mereka mengunjungi Gunung Padang dan membahas implikasi dari penemuan ini. Menurut Natawidjaja, situs ini berumur lebih dari 22.000 tahun.
 
Source : jejakku.com
 
 
“Bukti geofisika adalah jelas. Gunung Padang bukanlah sebuah bukit alami, akan tetapi sebuah piramida buatan manusia dan asal-usul pembangunannya jauh sebelum akhir dari zaman es yang terakhir. Ini adalah sebuah pekerjaan yang besar bahkan pada tingkat yang paling dalam. hal ini menjadi sebuah saksi jenis keterampilan konstruksi canggih yang dikerahkan dalam masa pembangunannya, melampaui pembangunan piramida Mesir atau situs megalitik terbesar di Eropa lainnya. Aku hanya bisa menyimpulkan bahwa kita sedang melihat suatu pekerjaan dari sebuah peradaban yang hilang dan yang cukup maju”, ungkap Natawidjaja.
 
Kawasan Nusantara pada zaman itu tidaklah berbentuk kepulauan seperti sekarang, namun merupakan Benua besar diantara dua Samudra yang luas. Hancock menyatakan bahwa sangat sulit untuk membantah apa yang telah diungkapkan oleh Dany Natawidjaja Phd, dikaitkan sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan bersama.
 
Source : https://indocropcircles.files.wordpress.com
 
Source : jejakku.com
 
Hal ini membuat kita percaya bahwa peradaban yang hilang yang dimaksud adalah suatu peradaban tertinggi yang pernah lahir dan ada pada puncak zaman es terakhir, dimana hal ini pula yang pernah dikemukakan oleh Plato yang didokumentasikan dalam dialog Timias filsuf Yunani dan Critias (dialog ini adalah satu-satunya sumber informasi tentang Atlantis dan semua spekulasi didasarkan pada deskripsi Plato).

Jadi sampai saat ini, beberapa pakar Arkeolog masih terus meneliti dibalik misteri dan keagungan situs gunung padang. Bagi masyarakat Indonesia sendiri juga kini sedang trend menjelajah ke situs ini untuk melihat langsung sambil berpoto ria sebagai cinta akan kebudayaan alamiah. (dz)

Related Post :

1. Monumen Pers Perjuangan Surabaya, Nostalgia Para Pejuang Pers

2. Keseruan Festival Bau Nyale, Dari Budaya Hingga Menangkap Cacing di Pagi Buta

3. Menyusuri Budaya Batak di Danau Toba 

 

Leave a Comment